
Sudah beberapa bulan berlalu sejak ke data tangannya nya ke kota Yogyakarta ini, Tita mulai terbiasa dengan berbagai kehidupan yang ada di kota ini, hiruk pikuk dan keramaiannya.
Tita sudah memiliki beberapa teman baru di sekolahnya, setiap minggunya Tita juga selalu menyempatkan untuk keluar bermain bersama teman teman barunya itu.
Kadang sesekali Tita juga mengajak teman-temanya untuk menginap di rumah neneknya itu, ya karena sekarang rumah itu hanya di tinggali oleh nenek dan Tita.
Pamannya beberapa hari yang lalu sudah berangkat keluar negri bersama sahabat karibnya itu untuk mengurus anak perusahan yang berada di luar negri. Suara petikan gitar dan nyanyian di malam hari pun sudah tidak terdengar lagi. Rumah itu terasa sepi dan sunyi, mbok Sumi sedang pulang kampung untuk mengurusi pernikahan anaknya, ya sekitar seminggu yang lalu.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun tak terasa Tita sudah hampir menyelesaikan sekolahnya tinggal menunggu waktu ujian kelulusan yang akan datang.
Di luar jendela rumah itu, tampak sedang turun hujan. Hujan yang menemani lamunan Tita yang seolah-olah mengerti bahwa Tita sedang merindukan teman-temanya yang hanya bisa ia hubungi melalui ponsel, dan menatap mereka dari kejauhan. Sebenarnya ia lebih merindukan pujaan hatinya Dio daripada dua sahabatnya itu.
Biasanya pada jam saat ini Dio sudah menghubunginya melalui panggilan video. Tapi agaknya beberapa minggu ini Dio sudah tidak menghubunginya. Ia tau bahwa intuk masa sekarang ini mereka sedang sibuk untuk mempersiapkan ujian kelulusan. Jadi Tita sedikit memakluminya.
“Hayo nduk, kenapa melamun nanti kesambet setan lo” suara mbok Sumi yang mengagetkan lamunan Tita
“Ah mbok Sumi bikin kaget saja” sembari mengelus dada.
“Ini mbok bawakan Susu hangat sama gorengan, di suruh sama Uti tadi” menyodorkan nampan berisi susu dan gorengan.
“Tau aja ni Tita lagi pengen ngemil”
Hujan telah reda Tita memutuskan untuk pergi keluar bersama teman-temanya untuk sekedar nongkrong dan bercerita. Tita bergegas menuju kamarnya untuk mengambil handuk dan segera mandi, selesai mandi Tita bersiap-siap untuk pergi dengan teman-temanya. Kebetulan hari ini pak Jono yang selalu mengantar Tita sedang libur karena sakit.
Tita berpamitan kepada sang nenek dan bergegas keluar menuju gerbang. Agaknya tukang OJOL yang dia pesan sudah datang. Tita mengenakan helem dan bergegas untuk memberitahu arah tujuan Tiya kepada OJOL tersebut.
Tibalah Tita di sebuah kafe yang di dalamnya terdapat sahabatnya ayu. Ayu melambaikan tangan mengisyaratkan Tita untuk segera duduk di sampingnya. Tita berjalan mendekat dengan ekspresi sumringah.
“Mau pesan apa Tit?”
“Loh kamu udah pesan yu?”
__ADS_1
“Udah habis aku nunggu kamu agak lama tadi”
“Em ya udah aku ke depan dulu buat pesan minuman sama cemilan” Tita beranjak dari kursi tempatnya duduk menuju meja depan tempat irang-orang memesan makanan dan minuman. Cukup lama Tita berdiri di barisan antrian, baru bisa memesan makanan dan minumannya. Setelah mendapatkannya akhirnya Tita kembali ke mejanya semula, dan kembali berbincang dengan sahabatnya itu.
“BTW yu kamu mau lanjut kuliah kemana?”
“ Aku mau lanjut nya yang deket-deket sini aja soalnya gak boleh kalau mau ke luar kota sama mama dan papa ku, kamu sendiri mau lanjut di mana?”
“Aku sih pengen lanjut di kota asal ku yu, kangen juga sama temen-temen ku yang di sana”
“ alah kamu ma bukan kangen temen-temen mu, tapi kangen sama doi mu yang di sana kan”
“Tau aja kamu yu, kalau nebak suka bener hehehe…” dengan nada bercanda.
“Emang dia udah menghubungi mu lagi?”
“Siapa?”
“Belum sih”
“Kamu gak curiga kalau dia gak menghubungi mu sama sekali?”
“Ya gak lah ngapain juga curiga, aku seratus persen percaya ama dia”
“Dasar bucin banget sih kamu, kamu gak pernah curiga gitu kalau hubungan jarak jauh itu rawan selingkuh lo Tit”
Seketika perkataan Ayu itu membuat Tita berpikir yang tidak-tidak mengenai Dio. Dia sedikit membenarkan perkataan Ayu. Bener juga kata Ayu kan aku gak tau apa yang di katakan Dio selama ini benar atau tidak. Ah tidak mungkin lah Dio mau membohongi ku, aku kenal betul dengan Dio, dia adalah orang yang baik.
Perbincangan antara dua sahabat itu berlanjut sampai sore, akhirnya tepat pada pukul empat tita berpamitan kepada Ayu karena Tita harus segera pulang, Tita teringat bahwa hari ini Tita memiliki tugas untuk memandikan elmo, tita bergegas memesan OJOL di aplikasi online. Tak selang beberapa meni tukang OJOL itu pun datang Tita segera naik dan melambaikan tangan kepada sahabatnya itu.
Sesampainya di rumah nenek Tita bergegas berlari menuju halaman belakang, dilemparnya tas ke atas sofa di ruang tamu, di lepasnya sepatunya secara sembarangan. Tita takut di marahi oleh uti nya karena tadi pagi Tita sudah berjanji untuk memandikan elmo. Tita sempat menundanya karena memang tadi pagi sempat hujan deras, dan malah kelupaan di ajak nongkrong temen.
__ADS_1
Dilihatnya kandang elmo telah terbuka Tita panik mencari-cari elmo di setiap sudut rumah di kolong meja, di kolong tempat tidur tapi nihil elmo tidak ditemukan. Haduh gawat ini kok tadi aku bisa lupa sama si elmo sih ini nanti kalau nenek tau bisa kena semprot aku.
“Mbok Sumi…Mbok….” Berteriak panik
“Ada apa to nduk”
“Mbok Sumi liat si elmo gak?”
“Tadi ada di kebun belakang nduk”
“Iya tapi ini ku panggil-panggil kok gak keliatan”
“Mungkin keluar nduk, nanti juga pulang sendiri”
“Aduh mbok ini tu tadi Tita, janji sama Uti mau mandiin elmo, sekarang Uti di mana mbok?”
“Ibu lagi arisan nduk”
“Pulang jam berapa mbok?”
“Sebelum makan malam nanti biasanya nduk”
Tita bernafas lega berarti masih ada kesempatan bagi dirinya untuk mencari elmo di sekitaran komplek, Tita bergegas keluar rumah untuk mencari keberadaan elmo. Tita mengetuk beberapa rumah tetangga untuk mencari tau apakah elmo ada main ke rumah mereka tapi ternyata tidak ada.
Tita masih terus berjalan dan berteriak-teriak memangil elmo, sampai rasanya sudah habis tenaganya karena dari tadi berjalan mondar-mandir untuk mencari elmo. Bisa gawat ini kalo elmo gak ketemu, masih mending kalo belum ku mandiin lah ini malah paki acar main gak pamitan lagi kucing gembul.
Tita menghela napas lega saat dari kejauhan samar-samar Tita melihat elmo sedang berguling guling di kotak pasir taman bermain anak-anak di kompleksnya. Ketemu juga akhirnya kucing gembul, mana malah guling-guling di tanah lagi ya ampun.
Segera Tita berlari ke arah elmo dan menggendongnya, bulu elmo yang putih kini penuh dengan pasir Tita segera membawanya ke rumah. Dan segera memandikannya agar tidak kena omel neneknya yang kalau udah marah, suaranya gak diem dua sampai tiga hari.
* Nduk \= Panggilan untuk anak gadis Jawa.
__ADS_1
* Bucin \= Budak Cinta.