Same Love You

Same Love You
IV


__ADS_3

Kediaman keluarga Iksa pada malam hari.


" Untuk semua kendala yang terjadi di perusahaan luar negri sudah teratasi dengan baik, kali ini tinggal melanjutkan pengembangan beberapa proyek yang telah di rencanakan, tapi semua proyek itu belum tentu berhasil kita dapatkan, karena pihak dari penyelengara proyek belum tandatangan kontrak dengan perusahaan kita" Kata Iksa kepada kedua orang tuanya.


" Tak apa kita tak perlu mendapatkan semua proyek itu, yang ayah mau kamu pulang dan tetap tinggal di sini. Kita memang harus menyelesaikan kontrak yang telah kita incar dari beberapa tahun yang lalu. Tapi di sini yang paling penting saat ini adalah memutuskan posisimu karna ayah sudah merasa semakin lelah dan tua sekarang".


" Ya untuk keputusan posisi saya saya serahkan kepada ayah dan para paman, karna kalian yang merintis perusahaan ini kalian yang lebih tau kemampuan saya cocok untuk ditempatkan di mana untuk saat ini".


" Ah ayah mu tadi juga mengundang kakak sepupu mu kemari" Kata sang ibu.


Dari arah samping napak seorang laki- laki berpakaian rapi mendekat ke arah mereka.


" Oh Iksa kau sudah pulang kemarin? ". Kata sang kakak sepupu yang berjalan menghampiri.


" Sam kau datang terlambat ya, kau terlalu banyak bekerja di hari libur begini kau masih juga bekerja" Kata ibu Iksa sambil mempersilahkan sam duduk.


" Ah tak apa bibi lagipula ini demi kemajuan keluarga kita, aku dengar katanya kau berhasil menyelesaikan masalah yang terjadi di perusahan luar negri lebih cepa?". Tanya sam sambil duduk di sofa sebelah Iksa.


" Ini berkat bantuan mu juga, waktunya sangat pas bukan terlalu cepat " Kata Iksa sambil menatap Sam.


" Berkat aku, memang apa yang sudah ku lakukan?" Sam menghindari pandangan matanya dengan Iksa.


" Ah bagi mana kabar adik ipar?, baik - baik saja kan aku sudah lama tidak melihatnya" Kata Sam mengganti topik pembicaraan.


" Dia baik - baik saja ' Jawab Iksa.


" Oh apakah adik ipar senang dengan kehidupan rumah tangga kalian?" Tanya Sam dengan senyuman sinis.

__ADS_1


" Ya begitu lah yang namanya kehidupan rumah tangga " Balas Iksa.


" Ah ayah juga sempat khawatir takut kalau Iksa tidak akan memperdulikan istrinya" Kata sang ayah.


" Kalian tak perlu khawatir kami sangat bahagia dengan kehidupan rumah tangga kami, walaupun sempat terpisah sebentar" Jawab Iksa.


" Syukurlah kalau begitu" kata sang ayah sambil tersenyum.


Sedangkan di sisi lain di dalam rumah yang Iksa dan Tita tinggali.


Terlihat tita sedang asik memakan kebab, dan meminum boba nya di depan televisi, sambil menonton siaran acara kesukaannya.


Dalam kamar mandi yang ada di kar kan penuh dengan barang-barang dan peralatan mandi ku, jadi pak tua itu pasti mandi di kamar mandi tamu kan. Dia akan tidur di sofa ruang kerjanya terus ya, apa aku perlu menyuruh orang untuk meletakan tempat tidur di ruang kerja?" Sambil melirik ke arah ruang kerja Iksa.


Tita melirik jam dinding yang menunjukan pukul sembilan tepat. Hah udah jam segini sebentar ladi dia pasti pulang. Ah aku harus bergegas untuk membeli single bed, karna ruang kerjanya cukup luas jadi pasti akan muat kalau ku taruh single bed. Tita memakai jaket dan mengambil tasnya di kamar.


Pokonya aku harus keluar dulu untuk menghirup udara segar, mari jalan - jalan sambil berbelanja untuk melepaskan stres. Lebih baik aku cepat pergi sebelum dia pulang. Tita menarik handel pintu untuk segera pergi dari rumah itu, di depan pintu yang baru terbuka itu nampak sesosok laki - laki yang membuat Tita kaget.


" Mau keluyuran ke mana kamu malam - malam begini " kata Iksa yang menghalangi di depan pintu.


" E...E....EH..." Tita yang masih kaget tak bisa berkata apa - apa.


" Kenapa tak menjawab?, seperti orang yang tertangkap basah berbuat kesalahan saja" Kata Iksa sambil meletakan tangannya di bingkai pintu.


Dia terlihat tertekan, wajahnya terlihat sangat panik dan tidak senang, padahal sudah bertahun - tahun berlalu tapi kelihatanya kekesalan anak ini terhadapku masih sama. Kata Iksa dalam hati.


" Kalau begitu permisi aku mau pergi ke luar sebentar, kamu istirahat lah dengan baik" Kata Tita sambil menundukkan kepala nya.

__ADS_1


Tanpa sadar refleks saja tangan Iksa mengelus kepala Tita sambil berkata.


" Hati- Hati di jalan" Tita yang mendengarnya pun sedikit terkejut.


Tita memegang kepalanya yang bekas disentuh Iksa kemudian memandang Iksa yang berjalan masuk.


Muka tita berubah jadi sedikit merah. Aduh kesambet apa ni bapak tua kok tumben. Kata Tita dalam hati. Tita tidak jadi pergi keluar dan malah menutup pintunya kembali dan masuk kedalam.


" Loh Tit kenap ?, apa aku membuat mu terganggu?" Tanya Iksa yang heran karna Tita tidak jadi pergi dan malah masuk lagi ke dalam rumah.


Tita menganggu sambil berkata. " Iya bisa di bilang kau sangat mengganggu".


Ah dasar anak ini bicara sangat jujur tanpa basa basi. Tapi untuk sekarang aku tidak ada pikiran untuk segan terhadap pendapat maupun pikiran anak ini, karna kedepannya hal ini akan berguna untuk masa depan mu. Kata Iksa dalam hati.


" Aku minta maaf kalau memang kedatangan ku yang tiba - tiba ini membuat mu merasa terganggu, cobalah untuk tenang dan jangan banyak protes apa lagi mengeluh. Kau cukup diam dan tenang saja tinggal bersama ku" Kata Iksa sambil berjalan mendekat ke arah Tita.


Tita terbengong melihat Iksa yang tersenyum dan berjalan ke arahnya. Ah kalau di lihat dengan baik dan seksama laki - laki ini tak terlihat tua, malah masih terlihat muda dan tampan kalau tersenyum dengan tenang begitu, adu apa yang aku pikirkan barusan aku memujinya tampan?, akau mulai terpesona pada laki- laki ini?.


" Kenapa kau tidak jadi pergi ke luar? Sebenarnya mau pergi kemana kamu" Iksa mengulangi lagi pertanyaan yang ia lontarkan kepada Tita tadi.


" ah..a...anu " Jarak mereka yang sangat dekat membuat Tita makin gugup dan tidak bisa menjawab pertanyaan Iksa.


" Ya? " Iksa dengan sabar menunggu jawaban yang akan di keluarkan oleh Tita.


" I...itu apa...." Tita makin panik.


Iksa yang senang melihat Tingkah tita yang kelabakan karna panik itu, sengaja menggoda Tita, dengan mendekatkan wajah Iksa ke ara wajah Tita untuk melihat ekspresi Tita sekarang ini.

__ADS_1


" Ah kenapa wajah mu tampak merah begini " Iksa berbisik di telinga kanan tita sambil tersenyum. Tita hanya bisa menahan nafasnya karena gugup.


__ADS_2