
" Terus kenapa ibu mau menjodohkan ku? " Sambil memoles bedak di wajah nya.
" Aku tidak menjodohkan mu, akau kan hanya bilang kalau kau mau ku kenalkan dengan anak teman ku, kamu tidak usah berfikir terlalu berlebihan '.
" Sudah lah bu jangan membahas masalah ini lagi aku lelah, kalau begitu aku kembali duluan " kata Hera sambil berjalan keluar rungan.
Sementara itu di tempat makan.
" Sayang kenapa belum di makan?, dagingnya susah di potong ya, sini biar ku potongkan " Ucap Iksa yang membuat Tita terlonjak kaget.
" Nah ini, aaa...." Iksa mengarahkan makanya ke mulut Tita, dan menyuapinya.
" Eh!?...".
( Kok dia begini lagi sih, emang akau ada bikin salah ya tadi, gila.... ) Kata Tita dalam hati sambil menerima suapan makanan dari Iksa.
" Nah ini di minum juga sayang, biar gak seret " Iksa menyodorkan segelas minuman.
( Hiii...apa- apaan sih ini, lebih baik aku di marahin aja deh kalau aku buat salah, daripada sok - sok perhatian yang mengerikan kayak gini ) Kata Tita dalam hati.
Semua orang yang melihat kemesraan mereka berdua tercengang kaget, termasuk Hana dan ibunya yang dari tadi menggosipkan hubungan Iksa dan Tita.
" Loh kenapa sayang kok jusnya gak di minum, mau ku ambilkan air putih ?".
" Gak - gak usah akau minum kok " Tita meminumnya dengan tangan yang sedikit bergetar karna takut.
" Wah menantu ku ini ternyata orang yang penuh perhatian kepada istri ya " Kata ayah Tita sambil tersenyum.
" Ahhhh...Iya pa Iksa memang punya sisi yang perhatian " Kata Tita yang terkejut dan tak sengaja menumpahkan minumannya hingga membasahi baju yang ia kenakan.
" Aduh Tita sangat ceroboh jusnya tumpah kena baju semua " Kata Ibu Tita.
( Duh apa sih aku kok begini) Tita melihat ke arah Iksa tak disangka jus yang ia tumpahkan juga mengenai baju Iksa.
( Wah gila mati akau bisa langsung di maki habis - habisan aku ) Wajah Tita panik, Tita menelan ludahnya perahan, ia sudah siap untuk kena marah.
Tak disangka bukanya marah Iksa malah mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan berjongkok mengelap tumpahan jus di baju, dan tangan Tita, hal itu malah membuat tita makin terkejut dan tidak habis pikir.
" Kamu gak papa kan, gak terluka ? " Tanya Iksa.
Sambil terus membersihkan tumpahan jus yang mengenai Tita.
__ADS_1
" Pasti kamu kaget ya " Iksa membelai lembut kepala Tita.
" Ah...".
" Sepertinya Tita sudah lelah dan terlalu terkejut, jadi kami mohon undur diri dulu, kami juga harus segera ganti baju " Kata Iksa sabil merangkul pinggul Tita.
" Ah iya gak papa nak, karena acaranya juga sudah hampir selesai, jadi lebih baik kalian pulang dulu saja, lalau menganti baju " Kata ayah Iksa.
" Kami akan menganti baju lalau kalau masih ada waktu kami akan kembali lagi, tak sopan jika keluarga utama malah pulang lebih dulu dari tamu yang lain, kalau begitu kami permisi dulu " Kata Iksa.
" Kalau begitu mari semuanya " Kata Tita.
" Wah Iksa ternyata orang yang seperti itu ya terhadap adik ipar" Kata Hera yang masih kaget dan tak percaya pada apa yang ia lihat tadi.
Iksa dan tita menuju sebuah mol yang terletak di dekat tempat acara untuk membeli baju ganti.
" Pakai, yangi ini, sepatunya yang ini sana cepat ganti baju " Kata Iksa kepada Tita sambil menunjuk sebuah dress dan sepatu hak tingi.
( Eh baru juga beberapa menit sifat aslinya langsung muncul lagi ).
" Bukankah lebih baik pilih dress yang polos, kayak yang warna hita ini daripada yang bermotif seperti ini " kata Tita.
" Emangnya kamu mau berkabung pakai warna hitam, sudah bagus ku pilihkan dress yang sesuai, yang cocok dan terlihat indah bila kau pakai " Kata Iksa dengan suara tinggi.
" Kulit mu kan putih bersih, jadi kalau pakai yang bermotif dan berwarna cerah pasti terlihat sangat cantik".
" Ah baiklah kalau begitu" Mendengar kata cantik dari Iksa Tita pun tersipu malu.
" Eh terus kau mau kemana, mau meninggalkan ku sendiri di sini " kata Tita yang melihat Iksa pergi ke luar toko.
" Bukankah akau juga harus pergi cari baju ganti, gara - gara siapa aku harus membuang baju ini " kata Iksa.
" Kenapa bajunya harus di buang kan bisa di cucu nanti, toh cuma ketumpahan jus ".
" Gak akan beneran ku buang bajunya, itu cuma istilah atau perumpamaan ".
" Oh...oke kalau begitu ".
" Lebih baik kamu segera mengganti baju mu, tunggu aku di sini jangan kemana - mana ".
" Baik ".
__ADS_1
( Wah benar kata si pak tua itu, aku terlihat lebih cantik dengan pakaian berwarna terang ) Kata Tita dalam hati.
" Ayo pergi " Suara Iksa yang mengagetkan Tita.
" Wah kau kelihatan lebih muda dan lebih tampan kalau pakai setelan yang casual begini " Kata Tita sambil memandang kagum ke arah Iksa.
( Ah ganteng sih tapi warnanya monoton banget sih gak pernah ganti abu - abu dan hitam ) kata Tita dalam hati.
" Mau jalan - jalan ke taman sebentar sebelum pergi?" Ajak Iksa.
" Baiklah mari kita jalan - jalan sebentar " Jawab Tita yang menyetujui ajakan Iksa.
Setelah beberapa menit mereka pun memutuskan untuk segera pergi lagi.
Di dalam mobil.
" Habis acara ini gak ada rencana apa - apa kan ? " tanya Tita.
" Oh ada aku lupa kasih tau nanti ada acara makan - maka di tempat bibi ku, katanya aku harus datang bersama istri ku ".
" Oke baiklah, eh pak tua kenapa kamu begitu sih tadi ? ".
" Begitu apanya? ".
" Tadi kan kamu bersikap sok - sok perhatian pakai acara motong dan suapin steak, ambillin minum, bahkan sampai rela berjongkok - jongkok ngebersihin tumpahan jus segala ".
Iksa terdiam sejenak kemudian menjawab pertanyaan Tita yang bertubu - tubi itu.
" Karena kan kita tidak boleh memperlihatkan kekurangan kita di depan orang lain, apalagi hal yang ingin kita lihat " Kata Iksa serius.
Iksa mengingat kembali percakapan bibi dan kakak sepupunya yang tidak sengaja ia dengar tadi, saat akan pergi ke toilet.
{ " Oh iya, Ibu gak lihat si Iksa sama Istrinya kelihatan dingin, dan acuh - tak acuh, ibu mau aku menjalankan pernikahan yang seperti pernikahan mereka ?".
" Iya kan ibu juga merasa begitu, ibu merasa sikap mesra mereka hanya mereka tunjukan saat di depan keluarga besar saja........ maka dari itu ibu tak akan menyuruh mu melakukan pernikahan politik, sebagai perempuan yang sudah cukup mapan kita tak perlu banyak harta dan uang yang kita perlukan hanya limpahan cinta dan kasih sayang dari laki - laki yang akan kita nikahi ".
" Terus kenapa ibu mau menjodohkan ku? ".
" Aku tidak menjodohkan mu, akau kan hanya bilang kalau kau mau ku kenalkan dengan anak teman ku, kamu tidak usah berfikir terlalu berlebihan '".
" Sudah lah bu jangan membahas masalah ini lagi aku lelah, kalau begitu aku kembali duluan ". }.
__ADS_1
Iksa berpapasan dengan Hera, Hera yang baru saja keluar dari ruangan terkejut melihat Iksa di depannya.
" Untunglah kau menikah dengan Tita, Aku duluan ya " Kata hera sambil melambai kecil.