Same Love You

Same Love You
III


__ADS_3

Tita yang mendengar kenarsisan Iksa itu pun merasa heran dan tak habis pikir.


" Hah sangat tidak masuk akal sekali kata - kata mu itu, lalu apa yang akan kau lakukan untuk mewujudkan semua khayalan mu yang tidak masuk akal itu? " Kata Tita.


" Pertama- tama tentu saja kita mulai dengan tinggal bersama layaknya suami istri sungguhan ".


" Apa maksudnya?, Kau benar - benar mau menjalankan peran mu sebagai suami sungguhan ? ".


" Apa ada masalah?, aku akan lebih sering menemani mu juga, menjadi suami siaga ". Katanya sambil memandang Tita lekat.


" Ah kenapa kau berpikir gila seperti ini sih, sebenarnya apa yang terjadi? ". Tita masih merasa penasaran dan bingung.


Tita memutar kembali ingatannya tentang perkataan Iksa dua tahun yang lalu.


" Kau akan bebas hidup sesuka mu selama tiga tahun ke depan, aku akan sibuk mengurus semua pekerjaan di sana, aku tak ada niat untuk ikut campur dalam semua kehidupan mu selama tiga tahun ke depan, begitu pula sebaliknya, aku berharap juga kamu tidak ikut campur dengan kehidupan ku " Kata Iksa sebelum meninggalkan bandara kota y malam itu.


" Ya sudah terserah kamu lakukan semau mu, toh memang semua harus berjalan sesuai keinginan dan rencana mu kan " Kata Tita seraya berdiri dan meninggalkan Iksa di tempat duduknya.


Tita bergegas menuju kamar dan membanting pintu kamar dengan keras, karena merasa sangat emosi. Iksa menatap Tita dengan perasaan sedikit bersalah, mendengar ucapan terakhir Tita.


" Memang gila ya dia, kok bisa sih datang tanpa aba - aba, kek jailangkung gitu" Kata Ria sahabat Tita di kampus.


" Bukan gak ada aba - aba sih, memang aku saja yang gak liat aba - aba dia, bikin kesel, apa lagi ada banyak peraturan yang dia terapkan mulai sekarang " kata Tita dengan ekspresi lesu.


" Iya ya, berarti mulai sekarang kamu harus nurut sama dia, bisa damai gak ya kalau kamu tinggal di rumah sama dia terus? " Kata Ria sambil membayangkan gambaran Iksa dan Tita, yang kan sering bertengkar.


Belum sempat Tita menjawab pertanyaan Ria, Ria sudah menjejali Tita dengan pertanyaan baru.

__ADS_1


" Eh anak kampus kan belum ada yang tau kamu nikah, nanti kalau ada yang lihat kamu sering di antar jemput sama om - om di kira simpanan lagi? ". Kata Ria.


" Siapa sih yang bakal sebar gosip murahan kayak gitu, toh aku tinggal bilang aku udah nikah " Kata tita santai sambil minum jus jeruk yang ada di tangannya.


" Ya udah lah ayuk kita pulang " Kata Ria.


" Ah aku gak mau pulang, aku mau main seharian hari ini, begitu pulang pasti aku kan liat muka orang itu lagi " Sambil menarik lengan Ria.


" Wah kamu ini, ya udah ayo " Ria menyetujui ajakan main Tita.


Malam pun tiba, tiba pula waktunya Tita untuk pulang ke rumah, Tta yang baru saja turun dari OJOL ragu untuk melangkahkan kakinya ke dalam rumah.


Ah gila aku bisa stres kalau tinggal serumah terus dengan pak tua itu. Padahal dulu dia yang bilang sendiri kalau gak akan pulang dan aku bisa bebas selama tiga tahun, padahal aku mau menikmati masa - masa remaja ku, apalagi kan ini masa - masa kuliah yang paling menyenangkan. Kata tita dalam hati.


Sebelum Tita memasuki halaman rumah tiba - tiba ada orang yang memanggilnya.


Tita menengok ke arah sumber suara tersebut, ternyata suara tersebut berasal dari mobil yang berhenti di belakangnya. Nampak sosok laki - laku yang sudah lumayan berumur, laki - laki tersebut mengisyaratkan kepada Tuta untuk segera masuk kedalam mobilnya.


" Bagaimana kehidupan kuliah mu? "


" Ah karna ini masih di pertengahan jadi masih lumayan, mungkin ada beberapa hal baru juga yang membuat saya sedikit kaget".


" Pasti memang begitu, tapi syukurlah ku rasa kamu cukup baik dalam menjalankannya, kau nampak baik - baik saja ". Kata lelaki paruh baya itu sambil tersenyum penuh kasih.


" Ah...Mama apa kabar? " Tanya Tita mencoba mengalihkan arah pembicaraan.


" Ibu mu baik - baik saja ".

__ADS_1


" Ah, Syukurlah kalau begitu, ayah sudah tau kalau mas Iksa sudah kembali ke sini? ".


" Dia sudah sampai, ayah hanya dengar bahwa ia akan kembali tapi ayah tidak tau kapan ia kan memutuskan untuk kembali, ternyata lebih cepat dari dugaan ayah".


" Ayah juga sudah tau klau ia akan pulang lebih cepat daripada jadwalnya? ".


" Tentu sja dia kan memang orang yang benar benar serius untuk mengembangkan dan membangun setiap bisnis yang dimilikinya " Kata Ayah sambil tersenyum bangga dengan menantunya itu.


Setelah lama berbincang - bincang dengan sang ayah akhirnya Tita masuk ke rumah pukul setengah sebelas malam. Tita membuka pintu rumah dan masuk dengan perlahan ia berusaha masuk tana menimbulkan suara, ia menengok ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Iksa.


Tampak cahaya lamu yang masih terang dari ruang kerja Iksa, Cahaya tersebut membuat Tita penasaran dan menghampirinya, di lihatnya Iksa masih nampak sibuk dengan layar komputernya.


Seberapa banyak pekerjaannya itu, sehingga di rumah pun ia masih sangat sibuk dengan urusan kantor. Sepertinya benar apa yang ayah katakan tadi kalau ayah mertua sudah melimpahkan semua kepemimpinan perusahaan kepada Iksa. Ayah tadi juga blang bahwa Iksa adalah orang yang berbakat, ia memiliki insting yang kuat dalam setiap pekerjaan, jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan dan di arahkan secara benar. Kata ayah aku harus mampu memposisikan diriku sebagai istrinya, menjadi istri yang baik dan penuh pengertian itu haru.


Kenapa aku perlu memposisikan di riku dan menjadi istri yang pengertian, tanpa aku yang pengertian pun semuanya akan berjalan lancar kalau dia orangnya. Tita yang dari tadi memperhatikan Iksa yang sedang fokus dengan pekerjaannya.


" Tita " Terdengar suara Iksa yang membuat tita kaget, Tita yang melamun dari tadi pun sampai tak sadar bahwa Iksa sudah berdiri tepat di depannya.


" Kau masih marah dengan ku? " Tanya Iksa.


" Aku gak tau rasa marah mu itu sudah membaik atau belum, tapi aku yakin sekarang pasti kau tak ingin bertemu dengan ku lagi kan? " Tanya Iksa lagi.


Apa pendapat ku dan perasaan ku itu penting, bagi semua orang yang mementingkan keuntungan seperti keluarga kita, bahkan kamu sekalipun mungkin aku hanya sebuah syarat dan alat untuk saling mendapatkan keuntungan. Kata tita dalam hati.


" Ah entah lah, toh pendapat ku juga tak akan penting, bukan kah aku cuma alat yang kau perlukan untuk mendapatkan sebuah keuntungan dalam transaksi pernikahan politik seperti ini".


Perkataan Tita membuat Iksa kaget, Iksa tak habis pikir bahwa tita akan berbicara seperti ini.

__ADS_1


Pernikahan Politik \= Adalah pernikahan tanpa rasa cinta/suka dari kedua belah pihak pria maupun wanita, yang didasarkan pada kesepakatan kedua keluarga untuk mendapatkan sebuah, atau beberapa keuntungan yang besar, dalam jangka panjang.


__ADS_2