
" A...a...apa ada yang mau kau sampaikan, tak perlu sedekat ini kan untuk berbicara" Kata Tita panik.
Ah lucu sekali anak ini, terlihat panik. Kata Iksa dalam hati sambil kembai berdiri ke posisinya semula.
" Apa yang kau khawatirkan?" Tanya Iksa.
" Itu mengenai kamar tidur?" Sambil menggaruk lehernya.
" Ah kau khawatir tentang itu, tenang saja kau bisa terus memakai kamar itu sesuka mu, aku akan lebih banyak menggunakan ruang kerja untuk saat ini".
" Bukankah tidak nyaman kalau kau tidur di rung kerja juga?".
" Lalu mau bagai mana, kau mau memakai kamar itu bersama ku, mau tidur dengan ku dan merasakan kehangatan ku?"
" Ng...nggak lah" Kata Tita panik dengan wajah memerah.
Karena ini rumah pengantin yang telah di siapkan oleh keluarga jadi hanya ada satu kamar tidur berbeda dengan rumah pribadi milik Iksa yang pernah mereka tinggali dulu. Keluarganya memang sengaja memberikan rumah ini karena keluarga mereka berharap mereka berdua bisa semakin dekat.
Aduh kalau aku tiba-tiba menyerangnya begini, pasti dia tidak akan nyaman. Kata Iksa dalam hati.
Iksa kemudian berjalan menuju sofa dan duduk di sana.
" Kau mau berdiri di depan pintu terus tidak lelah, kemari lah"
"Ah..baik" Kata Tita yang kemudian duduk di sebelah Iksa.
" Kalau kau sedang tidak ada acara atau kegiatan kita bisa sering meluangkan waktu untuk makan bersama, kalau sibuk kita bisa makan secara terpisah' Kata Iksa.
" Iya" Jawab Tita singkat.
" Karena kau sibuk dengan kuliah mu, dan kulihat rumah sangat berantakan. Aku akan sering memanggil asisten rumahtangga untuk datang seperti biasanya".
" Iya".
Gak perlu ada yang aku khawatirkan, ini akan berjalan sesuai biasanya. Kata Tita mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja.
" Apa ada yang ingin kau tanyakan?" Tanya Iksa yang melihat Tita seperti ingin menanyakan sesuatu.
" Tidak ada" Jawab Tita singkat.
" Aku tau kau pasti sedih dan khawatir tidak akan bisa bermain dengan teman- teman mu karena suami mu telah kembali? ".
__ADS_1
" Apa aku gak akan di bolehin pergi main- main? ".
" Aku larang pun akan percuma kau akan melakukannya semau mu, ah kau mau cari pacar lagi ya? sayang sekali padahal aku benar-benar serius untuk mengajar mu" Goda Iksa.
" Biar pun begini aku bukan anak pembangkang, yak gak mau nurut di kasih tau sama orang tua ya, lagi pula untuk apa aku cari pacar lagi, bukankan suami ku sudah ada di sini, dan dia bilang dia akan berusaha untuk mengejar ku".
Iksa tersenyum tipis mendengar kata-kata Tita.
" Wah kau gak boleh lupa dengan kata-kata mu hari ini ya, ingat baik-naik kau sudah mengakui kalau aku ini suami mu, kalau ada orang lain yang tanya juga kau harus mengakuinya juga" Kata Iksa tegas.
" Iya.. iya akan ku ingat dengan baik, aku bicara begini bukan karena aku sudah benar- benar mengakui mu sebagai suami ku ingat itu, perjanjian pernikahan kita tetap berlaku untuk saat ini, untuk ke depannya kita akan lihat nanti".
" Aku tidak masalah dengan itu, akan ku pastikan bahwa kau tidak akan mengajukan perceraian sesuai kese pakatan awal kita, untuk ke depannya mari kita hidup sebagai pasangan suami istri yang normal demi kebaikan bersama" Kata Iksa sambil mengulurkan tangannya sebagai tanda kesepakatan antara mereka berdua.
" Dasar laki-laki narsis, baik lah sepakat" Tita menyambut uluran tangan Iksa.
" Baiklah karena ini sudah larut lebih baik kau pergi tidur" Kata Iksa.
" Baik" Jawab Tita singkat.
Iksa berdiri dari tempatnya duduk berjalan menuju ruang kerjanya.
" Selamat Tidur" Kata Iksa sembari menutup pintu ruang kerjanya.
Siang hari suasana di kampus Tita cukup ramai dalam kelas entah kemana perginya pikiran Tita sehingga tidak memperhatikan penjelasan dosennya.
Aku harus menjadi istri yang baik mulai sekarang, agar semuanya berjalan cepat dan sesuai rencana jangan sampai rencana pak tua itu berhasil, entah itu karna uang atau perusahaan, asal bisa menjalankannya sesuai kesepakatan awal semua akan baik-baik saja, aku tak perlu terperangkap pada pernikahan ini seterusnya.
" Asiknya kelas sudah selesai, aku mau makan ke tempat yg baru buka itu apa ya namanya" Kata Ria mengagetkan lamunan Tita.
" Oh iya aku mau ke sana juga" Kata Tita yang tersadar bahwa kelasnya audah selesai dan dia tidak memperhatikan.
Mereka berdua pun keluar meninggalkan ruang kelas.
" Bentar R pegangin tas ku dulu aku mau ke toilet bentar" Kata Tita sambil menyerahkan tasnya kepada Ria, dan berlari menuju toilet karena sudah kebelet.
" Ya udah cepetan aku tunggu di sini" Kata Ria.
Beberapa menit kemudian barang hidung Tita belum terlihat.
Aduh si Tita lama banget sih ke toiletnya keburu habis nanti menu promo nya. Kata Ria dalam hati.
__ADS_1
Terdengar deringan ponsel dari dalam tas Tita.
Ah hapenya Tita bunyi terus gak mati- mati dari tadi siapa sih ini. Ria mencoba mencari ponsel Tita dan melihatnya, tertera nama suami Tita di sana.
Hah suaminya Tita, kenapa ya, ada apa?, apakah terjadi hal yang penting tumben sekali dia telfon. Ria pun mengangkat telfon tersebut.
" Halo pak, anu.... ".
" Tita kenapa lama banget cuma ngangkat telfon aja, bukan kah sekarang jam istirahat" Kata Iksa tanpa basa-basi.
"Ah... Anu pak... ".
" Kamu di mana sih kok berisik banget".
" Kami sedang ada di lorong, mau ke tempat makan pak".
Iksa yang baru sadar bahwa suara tersebut bukan suara Tita melihat kembali layar ponselnya dan memastikan bahwa yang di telfon benar- benar nomor istrinya.
" Kamu siapa? ".
" Ini saya Ria pak".
" Di mana Tita? ".
Ria yang melihat Tita sudah berada si depannya pun menyodorkan ponsel tersebut kepada Tita, Tita memasang ekspresi bingung namun tetap menerimanya.
" Ha... Halo.... Iya, Ini baru saja selesai.... Hah makan apa?.... Mau makan Geprek Cheese" Kata Tita panjang lebar.
Ria menghela napas, pantas anak ini selalu mengeluh suaminya benar- benar brutal, besok lagi kalau suaminya telfon gak akan ku angkat deh hih mengerikan. Kata Ria dalam hati memandang Tita yang masih mengobrol dengan suaminya itu.
Tak beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai di tempat makan.
Makanan yang mereka pesan pun tiba, sambil makan mereka mengobrol sedikit.
" Huh aku takut banget tau gak denger suara suami mu tadi, kayak T-Rex kelaparan" Kata Ria.
" Kamu pikir aku gak takut".
" Aku pikir kamu sudah terbiasa karna dia suami mu".
" Mana ada dia aja telfon baru kali ini, selama di luar negri dia cuma kirim foto aja tanpa ngomong apa-apa, tapi sekarang dia mau bersikap jadi suami sungguhan" Kata Tita sambil memasukan sendok yang berisi makanan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
* T-Rex dibaca Tirex ya kawan ku, CMIIW.