Same Love You

Same Love You
VI


__ADS_3

Sambil makan Tita jadi teringat kejadian sua hari yang lalu saat ia pulang terlambat untuk yang kedua kalinya.


" Kau telat karena keluyuran gak jelas, sambil mabuk- mabukan bareng teman- teman mu lagi" Kata Iksa yang menghadang Tita di depan pintu.


" Nggak kok aku gak keluyuran sambil mabuk- mabukan" Kata Tita panik.


" Bukan kah kau ahlinya dalam minum- minum".


" Beneran aku gak mabuk kok, cuma minum satu gelas saja" Kata Tita yang keceplosan karna panik, ups Tita menutup mulutnya.


" Ah pokonya aku gak mabuk, aku akan mengontrol diri ku untuk tidak mabuk" Teriak Tita.


" Wah keren sudah sampai harus di kontrol pula" Kata Iksa menatap Tita tajam.


Tita kembali dari lamunannya.


" Ah dia daripada seorang suami, sekarang ini lebih tampak seperti bodyguard yang mengawasi dua puluh empat per tuju" Kata Tita sambil menghela napas.


" Ya aku tau kamu sangat tertekan akhir- akhir ini" Kata Ria yang merasa kasihan dengan Tita.


" Ya begini lah kalau punya suami yang seperti bodyguard tinggal di rumah".


Malam hari tiba Tita pulang ke rumah.


Ah sepi dan sunyi, dia bilang akan pulang telat karena ada urusan, sepertinya sampai sekarang belum pulang juga, untunglah setidaknya aku bisa bebas walau sebentar. Ayo kita nonton TV sambil makan snack, selama ini kan aku hanya diam di dalam kamar, setidaknya hari ini bisa bebas sebentar. Tita berjalan sambil bernyanyi riang.


karena dia belum pulang aku mau pakai baju yang nyaman, aku mau paki baju tipis ah lumayan panas juga udara malam ini, Tita menggeluarkan baju dari lemarinya dan menuju kamar mandi. Saat Tita memasuki kamar mandi nampak bagian belakang tubuh laki- laki yang tengah telanjang bulat.


Tunggu sebentar Tita memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki, Pak tua!?, Serius ini Iksa telanjang di depan mata ku Kata Tita dalam hati tak percaya. Tita yang membeku sejenak itu kemudian berteriak.


" Aaaaaaaa......, Kau gila cepat pakai baju mu" Teriak Tita sambil menutupi mata dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Aduh gimana ini mata ku sudah ternoda aku sudah melihat semuanya.


" Bersuara dong seharusnya kalau sudah pulang" Kata Iksa dengan santai sambil mengenakan pakaian ya satu per satu.


" Main buka pintu sembarangan, kayak orang gak punya sopan santun" Imbuh Iksa lagi.


" Aku kira kan kamu belum pulang, kami sendiri tadi yang menelfon ku dan bilang akan pulang terlambat, maafkan aku jika ini tak sopan" Berbicara sambil terus menutup matanya.


" Baiklah berhenti menutup mata mu itu, aku sudah pakai baju" Kata Iksa sambil menurunkan tangan Tita yang menutupi kedua matanya.


" Aku pulang cuma untuk mandi dan ganti bajau, aku akan pergi lagi, karena ini sudah malam jangan keluyuran sembarangan bahaya" Sambil merapikan pakaian dan rambutnya.


" Aku pergi dulu jangan lupa nanti kunci pintunya" Kata Iksa sambil meninggalkan Tita.


Tuta masih membeku tanpa kata- kata, ia masih memulihkan kesadaran.


Ya ampun bisa- bisanya dia sesantai itu, aku sudah melihat tubuh telanjangnya bahkan bokongnya yang padat itu sudah melihatnya. Ahhh apa ini kenapa dia sesantai itu jangan - jangan dia sengaja mau menggoda ku. Dalam khayalan Tita menampakan Iksa yang sengaja menggoda Tita.


" Wah kebetulan sekali Tita sudah pulang akan ku goda dia, lihat lah tubuh belakang laki- laki yang seksi ini aku yakin kau akan goyah".


Malam hari saat Tita sudah bersiap untuk tidur bayangan tubuh Iksa masih terus muncul di kepalanya.


Pantas saja dia pakai baju apa pun bagus, otot- otot di tubuhnya itu bukan main, kenapa ya tubuh laki - laki bisa seindah itu, wah Tita hanya dengan sekali melihat tubuh laki- laki saja akal sehat mu sudah putus, tidak aku harus menyegarkan diri ku aku butuh air. Tuta berlari menuju dapur untuk mengambil air.


Ah kenapa aku kepikiran terus sih, besok pasti hilang sendiri kan, Tita meraba tembok dan menyalakan lampu, saat lampu menyala nampak fatamorgana Iksa yang telanjang sambil menawarkan segelas air yang membuat Tita kaget.


" Tita mau minum air? " Tanya bayangan Iksa tersebut.


Tita memejamkan matanya kemudian membuka lagi matanya dan bayangan Iksa tersebut telah menghilang.


Dasar aku mulai gila sampai lihat bayangan juga kemudian Tita berbalik untuk bergegas menuju kamarnya, dan tidak jadi minum air.

__ADS_1


Bayangan Iksa itu kembali nampak di depan Tita.


" Kok belum tidur ini sudah malam lo, cepat tidur sana" Sambil mengelus kepala Tita dengan senyuman ramah.


Hua sinting bayangan... bayangan sialan pergi lah, aduh aku benar - benar gila pokonya aku harus tidur sekarang juga, Tita berjalan menuju kamar tidur. di samping kamar tidur pintu kamar mandi terbuka.


Nampak sosok Iksa yang basah keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit pinggang, dan handuk di kepala untuk mengeringkan rambutnya.


" Maaf ku kira kamu sudah tidur, kenapa jam setengah tiga begini kamu belum tidur? " Tanya Iksa yang melihat Tita.


Tita berjalan mendekati Iksa dam meraba dada Iksa.


" Kamu ngapain? " Tanya Iksa.


Tunggu kok yang ini bisa di pegang, Jangan-jangan jangan yang ini asli.


" Aaa... Udah tau kita tinggal bareng kenapa keluar kamar mandi kayak gitu sih" Kata Tita yang masih syok dan tak percaya.


" Sudah kebiasaan " Jawab Iksa.


" Emang kamu begini juga kalau tinggal sama orang lain!?, biarpun pisah kamar juga harus tetap hati- hati kalau keluar dari kamar mandi".


" Iya.. Iya jangan berisik jam segini, tidur sana" Kata Iksa melewati Tita.


Ah wangi sabu, kata Tita dalam hati.


" Oh maaf juga untuk hari ini" Kata Iksa.


" Iya" Kata Tita singkat sambil membuka pintu kamarnya.


Sadar lah jangan di pikirkan pokonya hari ini kamu harus tidur nyenyak, jangan pikirkan laki- laki itu, Tita duduk di ranjangnya dan meringkuk kemudian membalut dirinya dengan selimut. Rumah ini benar benar berbahaya kalau hanya di tinggali kami berdua.

__ADS_1


Sementara itu Iksa nampak puas karena bisa mengganggu, dan membuat Tita kelimpungan.


Ah lucu juga ekspresi nya yang terkejut tadi, tadi sore dan hari ini entah itu suatu kebetulan yang menguntungkan baginya, atau malah kesialan baginya tapi seru juga melihatnya seperti itu. Ya aku memang tak sengaja karena ku pikir dia sudah tertidur jadi aku bisa sedikit bebas dan leluasa di rumah, tak ku sangka kalau dia belum tidur, apa dia tak mendengar aku mandi tadi kenapa ekspresi nya seperti itu saat melihat ku keluar dari kamar mandi, seperti orang yang baru saja melihat arwah gentayangan. Kata Iksa dalam hati.


__ADS_2