Same Love You

Same Love You
VIII


__ADS_3

Tut...tut..Suara sambungan telfon terputus.


Padahal suaranya jelas begini masak iya sinyalnya jelek, jangan - jangan karna takut aku marahi. Tumben juga dia ngomongnya sopan. Kata Iksa dalam hati.


Udah lumayan gelap juga jam segini apa aku nanti bilang ke satpam komplek aja, suru nganterin dia sampe rumah, ah jangan kayaknya terlalu berlebihan, nanti dia malah kabur lagi. Iksa melihat ke luar jendela.


PIP..PIP..PIP..Terdengar suara kunci pin rumah dibuka.


Loh cepat sekali sampainya katanya tadi masih di dalam bus, sekarang kok sudah sampai.


Terdengar suara orang yang sedang sibuk di dapur, Iksa menghampirinya. Tep... Tep... Tep terdengar suara langkah kaki Iksa.


" Oh Tit ini oleh- oleh dari mama ku, ku taruh di rak kulkas nomor dua" Kata Rendi tetangga depan rumah.


" Sedang apa kau di rumah orang?, bagai mana kau bisa masuk? " Iksa kaget melihat Rendi yang tengah menaruh camilan di kulkasnya.


" Eh... " Rendi yang mendengar suara Iksa juga kaget.


Sementara itu Tita baru sampai di halte bus, dah harus berjalan lumayan jauh untuk sampai ke rumah.


Aduh telat lagi deh ini, kalau gak cepat sampai rumah bakalan kena omel lagi ni, aduh capek juga padahal aku sudah bukan anak SMP atau SMA lagi, masak harus terus di awasi dan ada jam malem juga sih, ah kehidupan bebas di masa kuliah yang hanya mimpi semata. Kata Tita dalam hati.


Dalam perjalanan pulang nya Tita merasa ada yang mengikutinya dari belakang, Tita yang penasaran pun menengok ke belakang, di lihatnya sosok Rey.


" Kak Rey? " Kata Tita spontan.


" Ah.... Ketemu lagi ya kita" Rey sambil Tersenyum.


Kenapa kak Rey bisa ada di sini jangan- jangan dia mengikuti ku. Tita merasa merinding.


" Kita tinggal di komplek yang sama, aku di rumah nomor 306 " Kata Rey menjelaskan takut Tita salah paham.


" Ah, tapi aku gak pernah liat kakak tu " Kata Tita.


" Aku sering melihat mu sejak awal kamu pindah " Kata Rey.


" Tapi tadi kakak gak bilang apa- apa waktu makan di kantin, jadi aku kan gak tau".

__ADS_1


" Si Abi terlalu banyak omong dan berisik, jadi aku gak sempat untuk ngajak kalian ngobrol, kamu beneran gak pernah liat aku?, padahal kita tetangga dan satu universitas tapi kamu benar-benar gak pernah melihat ku sekali pun? ".


" Sama sekali gak pernah, hari ini hari pertama aku melihat kakak, dan hari pertama kita kenal" Kata Tita polos.


" Aduh aku jadi sedih deh, padahal aku termasuk anak yang populer di kampus, masak tetangga sekaligus junior ku malah tidak kenal" Kata Rey dengan sok terlihat sedih.


Ah benar juga kalau di lihat- lihat kak Rey tampan sih, jadi gak mungkin kalau gak terkenal di jurusan. Ah tapi aku memang tidak tau karna gak tertarik dengan para senior, masak aku mau bilang gitu ke kak Rey. Kata Tita dalam hati.


" Kak Rey emang ganteng, enak di liat juga. Kalau begitu saya masuk duluan ya, karna sudah sampai, sampai jumpa di kampus" Kata Tita sambil berlari memasuki rumah karena takut di marahi kalau pulang terlambat.


Sebelum Tita sempat masuk ke dalam rumah Rey memanggil.


" Tita ".


" Ya.. Apa? ".


" Kamu..... Punya pacar? ".


Di dalam rumah Iksa.


" Coba Jelaskan kenapa masuk rumah orang sembarangan? " Kata Iksa.


" Aku Tau" Jawab Iksa ketus.


" Saya kesini di suruh Ibu untuk kasih oleh- oleh ke Tita, saya hanya menaruhnya di kulkas, dan akan langsung pergi lagi kalau sudah " Kata Rendi menjelaskan.


" Apa kau merasa ini adalah rumah mu sendiri ya ".


" Ya mungkin bisa di bilang begitu, karena ini bukan pertama kalinya saya masuk sendiri ke rumah ini " Jawab Rendi.


Apa anak ini gila mau membuat ku marah. Kata Iksa dalam hati.


" Katanya ada gak akan kembali selama tiga sampai lima tahun, kenapa anda pulang lebih cepat? ".


Iksa kaget dan makin kesal mendengar pertanyaan dari Rendi.


" Bagai mana.... " Belum sempat Iksa menyelesaikan perkataannya sudah di potong oleh Rendi.

__ADS_1


" Anda meninggalkan istri yg masih kecil, yang baru anda nikahi sehari, bagaimana dia bisa hidup usia yg masih muda dan baru lulus sekolah begitu masih memerlukan bimbingan.. ".


" Lalu kenapa, terus kau bisa seenak nya keluar masuk rumah ini? " Tanya Iksa yang sudah emosi.


" Karena saya peduli pada Tita dan tidak bisa untuk pura- pura tidak tahu, dan melepaskan tanggung jawab seperti seseorang " Rendi menatap Iksa tajam.


Melepas tanggung jawab, sebenarnya apa yang bocah ini pikirkan, dan apa yang Tita katakan sampai bocah ini bisa berbicara begitu.


" Huft.... Ini rumah ku, dia istri ku aku akan menjaganya, suaminya sudah pulang, apa kau pikir karna aku meninggalkan nya jadi aku tidak bisa bertanggung jawab, apa jangan - jangan kau berfikir Tita adalah anak kecil yang perlu di awasi dua puluh empat jam oleh keluarganya? " Kata Iksa sambil menunjuk foto Tita dan dirinya yang di pajang di dinding.


Rendi hanya tertawa mendengar kata- kata Iksa.


" Baiklah aku tidak ingin berdebat dengan mu, kita akhirnya saja sampai di sini" Kata Rendi.


Apa dia bahkan tertawa dan meminta mengakhiri sampai di sini, padahal dia yang cari gara- gara dan masuk rumah orang sembarangan.


" Cepat keluar, keluar dari rumah ku dan Tita!!! " Teriak Iksa.


" Kalau begitu saya permisi " Ucap Rendi.


Brak terdengar suara pintu tertutup.


Tita yang masih berada di halaman rumah sangat kaget dengan pertanyaan Rey.


" Hah? " Kata Tita bingung dan tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


" Sebenarnya aku belum pernah bertanya hal seperti ini kepada perempuan, tapi akan ku ulangi sekali lagi apakah kamu sudah punya pacar? " Kata Rey yang mengulangi pertanyaan nya tadi secara jelas.


" Gak... Saya gak punya pacar... tapi su.... " Belum sempat Tita menyelesaikan perkataanya tiba -tiba ada suara yang memanggil Tita.


" Tita " Panggil Rendi yang baru saja keluar dari rumah Iksa.


" Oh kak Rendi, Katanya kakak pergi ke rumah nenek dengan tante" Jawab Tita yang terkejut dengan kehadiran Rendi.


" Tadi sore sudah pulang, mama nyuruh aku nganterin oleh- oleh buat kamu sudah ku taruh di kulkas" Kata Rendi.


" Wah beneran, asik makasih kak" Kata Tita kegirangan.

__ADS_1


Melihat kedekatan dia orang di depannya ini Rey sedikit bingung dan canggu, karena takut menganggu obrolan mereka Rey pun pamit pulang.


"Ah kalau begitu aku pulang dulu Tit, sampai ketemu besok" Kata Rey yang buru - buru.


__ADS_2