
Rey berjalan pulang dan masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
Orang itu adalah kakak Tita tapi sepertinya dia adalah orang yang beberapa bulan lalu pindah ke komplek ini yang rumahnya di dekat pos satpam komplek.
“ Ah baik lah kak, sampai jumpa besok” Kata Tita.
Aku tadi belum selesai menjelaskan aku gak punya pacar tapi akau punya suami, ya sudah lah jelaskan saja besok.
“ Siapa dia?” Tanya Rendi.
" Yang tadi? ".
" Iya".
" Senior ku di kampus, Oh iya si pak tua itu bukanya ada di rumah kak? " Tanya Tita yang baru sadar dan panik.
" Iya tadi aku masuk dan tanya pin rumah karena ku kira di rumah gak ada orang, ternyata suami mu benar - benar sudah pulang ya".
" Ah iya dia sudah pulang, maaf tadi aku lupa bilang kalau suami ku ada di rumah, tapi kakak gak papa kan? " Tanya Tita yang khawatir kalau kakak sepupunya ini kena amukan suaminya.
" Hah Tadi aku ketu dia di dapur".
" Pasi kaget ya? ".
" Siapa aku atau suami mu? ".
" Apa? ".
" Bukan apa- apa, sana masuk".
" Ah oke kak, makasih oleh - olehnya ".
" Iya".
" Dah hati - hati di jalan kak" Tita melambaikan tangan dan memencet tombol kunci rumah.
Sekarang dia sudah terlihat dewasa ya padahal aku sudah menunggu masa- masa ini sejak lama, ah tapi kenapa malah sudah ada laki- laki itu di sampingnya.
Tita terus memencet tombol kunci rumah tapi berulang kali gagal.
Ah kenapa ini apa aku salah memasukan nomor pin, kok dari tadi gak bisa kebuka, coba sekali lagi deh. Belum sempat menekan tombol pintunya sudah terbuka dari dalam.
__ADS_1
" Cepat masuk" Kata Iksa.
Tita pun masuk mengikuti Iksa.
" Kita makan malam dulu, aku lapar dari tadi menunggu mu" Kata Iksa.
" Ah tapi saya gak bisa masak" Kata Tita.
" Aku tau makanya aku sudah memesan makanan" Kata Iksa.
Mereka pun duduk dieja makan, sambil makan mereka mengobrol kan beberapa hal.
" Ah bagaimana pendapat mu tentang, laki-laki lain yang masuk ke rumah pasangan suami istri sembarangan tanpa bilang apa- apa, apa menurut mu orang yang sedang ada di rumah itu tidak bingung dengan hal tersebut? " Pertanyaan Iksa yang hampir saja membuat Tita tersedak.
" Maafkan aku aku tadi lupa kasih tau kalau kak Rendi bakalan mampir ke rumah sebentar" Kata Tita panik.
Iksa menatap tajam Tita.
" Katanya kakak tadi bawa oleh- oleh dari rumah nenek, bagaimana kalau habis makan, kita makan camilan bareng" Tanya Tita untuk mencairkan suasana yang tegang ini, Tita tersenyum.
" Apa ada yang lucu sehingga kau masih bisa tersenyum seperti itu? ".
Iya sih mungkin kalau aku ada di posisi pak tua aku juga akan marah seperti ini, sepertinya aku harus menjelaskan dengan lebih baik dan minta maaf.
" Sakit? " Tanya Iksa.
" Iya waktu aku sakit kebetulan Ria juga sedang pulang kampung, saya kira saya cuma demam biasa ternyata terkena tipes".
" Kenapa kamu gak bilang pada orang rumah, atau aku".
" Aku takut kalau aku cerita aku sakit semua orang akan khawatir dan panik".
" Jadi, sejak kau sakit dia suka keluar masuk rumah dengan alasan untuk merawat mu? ".
" Iya saat itu kebetulan juga kak Rendi pindah ke rumah depan, jadi dia banyak membantu ku saat aku dama kesulitan".
" Saat sulit? ".
" Ah dia selalu membawakan saya makanan, dan membantu memperbaiki beberapa bagian rumah yang rusak, seperti mengganti lampu, membetulkan keran air, jadi sedikit bisa membantu saya dibandingkan saya harus selalu repot memanggil pengurus rumah".
"selain itu? " Tanya Iksa.
__ADS_1
" Ada lagi saat saya stres karena banyak tugas kuliah kak Rendi sering membawa saya pergi jalan- jalan ke pantai".
🌊☀Pantai
" Wah pantai memang tempat paling menyenangkan untuk mengusir stres" Kata Tita sambil tertawa.
" Kenapa kau berfikir begitu? " Tanya Rendi.
" Ya pemandangan yang indah, udara yang hangat dan sejuk, ah aku benar - benar senang kakak mau menemani ku pergi ke pantai".
" Dasar kau ini seperti anak kecil yang belum pernah ke pantai saja" Kata Rendi yang melihat Tita berlari dan bermain ombak.
" Ah kakak kan sebentar lagi akan ujian akhir semester, bagaimana kalau setelah ujian selesai kita pergi ke pantai lagi bersama Ria".
" Baiklah tiap kau stres dan tiap kai selesai ujian semester aku akan menemani mu pergi ke pantai kalau kamu mau " Jawab Rendi.
" Kak Rendi adalah orang yang sangat baik yang mau membantu ku dan Ria pada saat kami kesulitan, kalau tidak ada kak Rendi mungkin aku akan banyak menangis dan mengeluh, di tinggalkan oleh suami ku ke luar negri bertahun- tahun, dan di tinggalkan oleh kekasih ku" Kata Tita sambil mengingat - ingat masa lalu.
" Bagi saya kak Rendi sudah seperti kakak kandung saya sendiri, dia bahkan lebih banyak memperhatikan aku di bandingkan keluarga ku sendiri".
" Terus karena kau menganggap dia sebagai kakak kandung, aku harus menganggapnya sebagai kakak ipar begitu? " Tanya Iksa dengan nada kesal.
" Ah... buk...bukan".
" Dia memang kakak yang benar benar baik ya!!! " Iksa kesal dan meninggalkan Tita di ruang makan.
" Satu hal lagi yang perlu kau tau aku sudah mengganti sandi rumah dengan yang baru, awas saja kalau kau memberitahukan kepada orang lain! , selain pengurus rumah yang akan datang seminggu sekali".
" Ah... baik aku tau" Tita yang takut dan panik melihat Iksa yang memasang ekspresi marah dari tadi.
Aduh apa aku salah bicara ya kenapa ekspresi dan nada suaranya begitu sih.
Ternyata anak itu begitu menyukai saudara jauhnya ya padahal tidak ada hubungan darah tapi mau menganggapnya sebagai kakak kandung. Iksa makin kesal memikirkan ucapan Tita tadi,Iksa pun berbalik dan berteriak.
" Di dunia ini tidak ada laki- laki yang baik tanpa alasan, kau harus ingat semua laki - laki adalah serigala!!! ".
" Iya" Kata Tita yang kaget dengan Iksa yang tiba - tiba berteriak.
Tita pun menyelesaikan makan malam dan membereskan meja makan, setelah itu Tita bergegas menuju kamarnya.
" Huh dasar pak tua gila, kenapa sih dia marah - marah terus, mana wajahnya serem banget lagi tadi kayak mau makan orang, harusnya kan bicara baik - baik bisa gak usah pakai teriak - teriak segala" Gerutu Tita setelah memasuki kamarnya dan menutup pintu kamar.
__ADS_1
"Apa - apan lagi tadi kata - katanya itu, Di dunia ini tidak ada laki- laki yang baik tanpa alasan, kau harus ingat semua laki - laki adalah serigala" Gerutu Tita sambil menirukan ekspresi Iksa.