Same Love You

Same Love You
I


__ADS_3

Tak terasa sudah dua tahun Tita tinggal sendiri di rumah ini, semenjak kepergian Iksa ke luar negri untuk mengurus bisnis keluarganya itu.Tita merasa bebas dan mampu menyelesaikan study nya dengan baik. Namun sayangnya hubungannya dan sang kekasih tidak berjalan mulus. Dio kekasih Tita terpergok sedang bermesraan dengan gadis lain di kamar kosnya, setelah Tita mencari tahu tentang gadis itu. Tita mengetahui bahwa dio telah berkencan dengan gadis tersebut selama kurang lebih satu setengah tahun. Tita merasa kecewa dengan Dio dan memilih mengakhiri hubungan mereka.


" Dasar kamu laki-laki tidak tahu diri, kurang apa aku di bandingkan selingkuhan mu itu!!! " Kata Tita dengan nada emosi.


" Tunggu sayang dengarkan penjelasan ku dulu " Kata Dio mencoba menenangkan Tita.


" Penjelasan apa, itu hanya akan menjadi alasan dan kebohongan yang keluar dari mulutmu, kamu lihat ini di dalam sini sudah ada semua buktinya " Kata Tita sambil melemparkan amplop coklat yang berisi foto- foto Dio dengan selingkuhannya.


" Sudahlah aku muak dengan mu jangan temui aku, lebih baik kita akhiri hubungan kita sampai di sini, ingat jangan pernah muncul lagi di hadapan ku!!! " Kata Tita seraya meninggalkan Dio.


Tita bergegas pulang menuju ke rumahnya, Tita berusaha menyalakan saklar lampu berulang- ulang yang ternyata mati.


Oh lampunya mati aku lupa bilang pada tukang kebun untuk membenarkan lampu ini. Ah para pembantu dan tukang kebun hanya datang jika aku memintanya karena Iksa tidak di rumah jadi aku menyuruh mereka untuk tidak sering-sering datang ke rumah. Aku lebih nyaman tinggal di rumah ini sendiri.


Tita berjalan menuju ruang tengah dengan kondisi cahaya yang cukup minim dari ruang- ruang sekitar yang lampunya menyala, Tita perlahan mulai melepas sepatunya, melepas rok yang ia kenakan, berjalan menuju sofa sambil melepaskan kancing kemejanya. Ia ingin segera merebahkan dirinya di sofa dan menyalakan televisi untuk mengurangi kepenatan yang ia rasakan hari ini.


" Kalau kau melepas semuanya bisa sangat berbahaya loh " Suara yang muncul tiba-- tiba dan menggaet kan Tita.


Ah siapa itu apakah pencuri, terlihat sosok bayangan hitam yang tengah duduk di sofa depan televisi.


" Siapa itu?! " Seru tita yang mulai panik.


Kenapa orang itu bisa masuk ke dalam rumah ini, padahal para pekerja yang sering kemari saja tidak bisa masuk tanpa izin ku. Tita yang mulai ketakutan bergerak mundur menjauhi sofa.


Bagaimana kalau orang itu tiba-tiba mengejar ku dan membunuh ku.


Bayangan hitam tersebut berdiri dan bergerak mendekati Tita, Tita yang tadi berjalan mundur tiba- tiba terjatuh ke lantai.


Bagaimana ini ibu tolong selamatkan aku, Tita meringkuk memeluk kakinya dan membenamkan wajahnya untuk melindungi kepalanya.

__ADS_1


" Evda Titania " Sosok bayangan tersebut berjongkok di depan Tita.


" Sudah lupa ya, ini aku suamimu " Wajah Iksa terlihat samar.


Siapa, suami ku, tidak mungkin.


" Tu...Tunggu...Ka...kamu sudah kembali? " dengan nada terbata- bata dan masih syok.


Kenapa laki-laki ini ada di sini, apa dia hanya sekedar mampir, aku dengar harusnya masih setahun lagi dia kembali ke sini.


" Ya aku sudah kembali"


" A...a..apa kau sudah benar- benar kembali lagi ke sini "


" Ya begitulah "


" Tak akan ke luar negri lagi, semua pekerjaan mu sudah selesai? "


" Bukankah masih ada waktu setahun lagi, katanya memerlukan waktu tiga tahun untuk memulihkan kembali perusahaan itu? ".


" Kenapa kau tidak suka kalau pekerjaan ku selesai lebih cepat " Kata Iksa sambil membantu Tita untuk berdiri.


" Hei gadis gila kamu tinggal dengan keadaan rumah yang gelap gulita dan berantakan seperti ini selama aku pergi? ".


" A...a...aku hanya lupa menyuruh para pekerja untuk membereskan rumah, aku tidak tau jika kau akan pulang hari ini ".


" Jadi kau berencana membiarkan rumah ku terus berantakan selama aku tidak ada ".


" Tidak, aku benar - benar hanya lupa untuk menyuruh para pekerja untuk membereskan semu ini " kata tita sedikit merasa bersalah.

__ADS_1


" Lalu dari mana kau jam segini baru pulang ini sudah tengah malam " tanya Iksa sambil mendekati Tita.


" Tunggu aku mencium bau alkohol dari tubuh mu, kamu minum - minum dengan teman mu? ".


" Ah aku hanya minum sedikit, karena stres, lagipula bukankah umurku sudah legal untuk minum " Kata Tita mencoba menjelaskan.


" Baiklah itu terserah kau, tapi kalau sampai orang tuamu tau kelakuan mu ini aku tidak akan ikut bertanggung jawab. Anak gadis yang mereka anggap patuh dan baik ternyata bersikap sembrono begini ketika suaminya tidak di rumah. Oh atau jangan - jangan kamu minum dengan kekasih kecil mu itu? ".


" Sembarangan saja bicara mu itu, aku hanya minum dengan teman - teman perempuan ku, lagi pula aku juga sudah putus dengan pria brengsek itu " Kata Tita dengan emosi.


" Oh jadi kau minum - minum, karena merasa sedih di putuskan kekasih kecil mu itu " Ejek Iksa.


" Tidak...dasar sok tahu, awas saja kalau ayah dan ibu sampai tau itu berarti kamu yang mengadu " Kata tita sambil menghentakkan kakinya lalu meninggalkan Iksa di ruang yang minim cahaya itu.


Tak selang beberapa lama Tita kembali ke tempat Iksa sambil membawa lilin sebagai sumber cahaya penerangan.


" Hey pak tua kau mau terus berdiri di sana atau duduk kemari " Kata Tita menuju ke arah ruang makan yang kemudian di ikuti oleh Iksa di belakangnya.


Kemudian mereka berdua duduk di meja makan di temani cahaya lilin, mereka duduk berhadapan satu sama lain.


" Bagaimana kabar mu ? " Tanya Tita.


" Hah kau baru ingat menanyakan kabar ku sekarang, basa- basi yang terlambat, seperti yang kau lihat aku baik - baik saja " Jawab Iksa sambil tersenyum sinis.


" Bukan begitu aku tadi panik, karena ada orang asing yang tiba - tiba masuk ke rumah "


" Kau sama sekali tidak mengecek ponsel mu, padahal aku sudah mengatakan kalau akau akan tiba di rumah hari ini, aku juga sudah mencoba menghubungi mu lewat telfon tapi tak kau angkat " Kata Iksa sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


" Ah tadi baterai ponsel ku habis waktu aku sedang berfoto dengan teman - teman, dan belum sempat mengisinya kembali " Jawab tita dengan ekspresi panik.

__ADS_1


" Aku sudah memberi mu kabar dari tadi sore, jam berapa batari ponsel mu habis? " Tanya Iksa menyelidik.


" Baterai ponsel ku benar - benar habis sejak siang tadi setelah aku berfoto dengan teman - teman ku, akau benar - benar bukan sengaja untuk mengabaikan mu, aku lupa mengisi dayanya juga karena memang sibuk dan banyak kegiatan " Kata Tita berusaha memberikan penjelasan yang masuk akal.


__ADS_2