Same Love You

Same Love You
VII


__ADS_3

Pagi hari di kantor Iksa. Dalam ruang rapat Iksa sedang memimpin rapat pagi.


" Kemasan produk kopi baru yang di usung oleh tim sua, yang lebih di tujukan kepada golongan atau anak milenial cukup kreatif, kita akan mulai dengan melakukan survei pasar terhadap kaum muda yang akan di lakukan di MN Store, setelah itu akan ada tindak lanjut mengenai laporan yang masuk, jika di rasa sudah oke kita bisa langsung melakukan peluncuran produk tersebut sesuai rancangan yang telah di usulkan oleh tim dua" Kata Iksa.


" Mungkin akan memerlukan waktu sedikit lebih lama dalam melakukan survei, tapi saya yakin dari tim dua mampu memberikan solusi yang lebih efisien agar peluncuran prodak baru ini bisa segera di realisasikan".


" Saya berharap di akhir bulan ini semua rencana sudah terlaksana dengan baik, kalau kita lihat dari grafik penjualan bula kemarin dari beberapa prodak makanan dan minuman kemasan banyak yang di targetkan untuk ibu rumah tangga, tapi dalam bulan ini saya berharap gebrakan baru dari tim dua mampu membawa MN FOOD (MEGA NUSANTARA FOOD) lebih maju dan berkembang lagi".


Ruang kerja Samuel.


" Sialan!!!" Samuel membanting dokumen rapatnya ke meja.


" Ternyata aku belum bisa menyingkirkannya, walaupun sudah perna ku kirim ke luar negri" Dengan ekspresi marah.


Rio sekertaris Samuel kaget dan sedikit takut dengan Sam yang marah - marah dan menghancurkan beberapa barang.


" Padahal dia terlihat seperti tak tertarik dengan perusahaan induk, ternyata dia sudah mempersiapkan semua ini sebelum kepulangannya".


" Saya juga tidak menyangka, padahal dulu pak Iksa seperti lebih nyaman dan lebih tertarik untuk mengurus anak cabang perusahaan di luar negri" Kata Rio sedikit takut.


Dari dulu anak itu memang seperti itu selalu berpura - pura tak tertarik dengan berbagai urusan perusahaan, tapi ternyata selama ini dia sudah bersiap-siap untuk memonopoli perusahaan secara utuh. Kata Sam dalam hati.


" Direktur bagaimana dengan rencana, yang sudah kita persiapkan?" Tanya Rio.


" Gak usah tanya!, Tetap laksanakan semua sesuai rencana!".


" Baik pak".


Dia yang melemparkan dirinya kedalam pusaran, tentu saja aku harus menyambutnya dengan meriah, dan berbagai hadiah yang pantas sesuai dengan yang ku rencanakan. Kata Sam dalam hati.


" Kau tau kan apa yang harus kau dan yang lainya lakukan, hancurkan peluncuran produk dari awal, kalau kita lebih aktif dan agresif akan lebih baik dan mempersingkat waktu" Kata Sam dengan senyuman licik.


Bukankah ini akan menjadi hadiah menarik bagi mu yang merupakan penghalang bagi ku. Kata Sam dalam hati.


Sementara siang itu di kantin kampus Tita.

__ADS_1


" Iya saya masih harus mengurus Kartu rancangan study untuk semester ini, saya masih menunggu ACC nya nanti jam tiga sore " Kata tita yang mengobrol entah dengan siapa lewat ponselnya.


Siapa yang telfon suaminya lagi. Kata Ria dalam hati.


" Ah saya sedang makan siang di kantin dengan teman saya " Kata tita sambil memandang Ria, ria hanya tersenyum.


" Ah baik lah, saya nanti akan pulang tepat waktu, saya gak akan keluyuran dulu saya janji setelah selesai semua langsung pulang ".


Tita menutup telfonnya, tampak Ria yang menertawakan Tita.


" Kenapa tertawa, ada yang lucu?" Tanya tita.


" Kamu tu ya kemarin habis ngeluh, sekarang jadi istri penurut yang baik, kayaknya hubungan mu akan berjalan lebih baik deh mulia sekarang" Jawab Ria.


" huft... apa yang mulai membaik, aku hanya bersikap sopan dan sudah malas kalau harus ribut dengannya setiap hari" Kata tita sambil sedikit tersenyum.


" Hay Ria, ah ada Tita juga halo" Kata lelaki jaket merah yang tiba- tiba menghampiri meja mereka itu.


" Oh kalian habis ini ikut kuliah umum yang tentang pelestarian budaya dan tradisi gak?, oh BTW kami boleh ikut duduk disini kan?" Kata lelaki yang memakai jaket merah sambil menarik kursi dan duduk.


Tita hanya diam memperhatikan karena tidak tau dua orang laki - laki yang menghampiri mereka ini siapa.


" Tau kami kan?, jangan bilang kalian gak kenal?" Kata lelaki yang memakai jaket merah, lelaki yang mengenakan kemeja hitam dari tadi hanya diam saja.


" Kalau tidak salah senior Rey dan senior Abi?" Kata Ria.


" Wah ingatan mu masih bagus ya ria, BTW panggil kami kak saja" kata Abi.


" Oh baiklah kalau begitu" Kata Ria.


Tita dari tadi hanya memperhatikan Ria dan Abi yang mengobrol.


" Ah karna kemarin aku dan sohib ku ambil cuti jadi mungkin di semester ini akan banyak kelas yang bareng kalian deh" Kata Abi.


Lihat ni anak matanya udah kayak mau lepas aja liatin kakak senior, kata Tita dalam hati sambil meneguk minumannya.

__ADS_1


" Oh karna kita akan ada kelas yang barengan bagaimana kalau sekarang kita berteman lebih akrap" Kata Abi.


" Berteman lebih akrab?" Tanya Ria.


" Iya nanti juga kalau ada ujian yang susah atau mau cari materi kita berempat bisa kerjakan bersama" Kata Abi.


" Wah terimakasih, suatu keberuntungan bagi kami kalau kakak - kakak mau membantu kami kedepannya" Kata Ria.


Lih dia sepertinya sudah kecantol sama si senior Abi ini, tapi kenapa ini kakak senior di sebelah diam aja sih dari tadi. Kata Tita dalam hati sambil melirik ke arah Rey.


Rey yang dari tadi hanya fokus dengan makanya tanpa menggubris ocehan Abi.


Ah tapi kalau di lihat lagi kakak senior ini cukup tampan, kalau di banding pak tua itu juga mungkin jauh ya sayang suami ku tampan tapi sudah tua, ah aku ngomong apa sih kenapa tiba - tiba kepikiran dia apa karna mereka kelihatan mirip ya, haha versi muda dari suami ku. Kata tita dalam hati yang kemudian mengalihkan pandanganya ke arah Ria.


Rey yang sadar dari tadi di perhatikan Tita pun memandang ke arah Tita sambi tersenyum.


Sore hari di rumah Iksa.


Iksa nampak sedang sibuk dengan beberapa dokumen - dokumen kerja yang ia bawa pulang ke rumah. Di tatapnya layar ponsel menunjukan pukul setengah enam, di gesernya layar ponsel tersebut untuk melakukan sebuah panggilan.


" Halo" Sahut suara dari sebrang ponsel.


" Kau di mana?" Tanya Iksa.


Suara riuh dan berisik dari sebrang ponsel.


" Saya ada di bus".


" Cepat pulang".


" Ah di sini lumayan berisik, saya tidak dengar' Sahut Tita.


" Halo pak, pak halo suaranya gak ke dengeran kayaknya sinyalnya jelek, sampai ketemu di rumah" Tita mematikan telfonnya buru- buru.


Apan sih ini juga udah jalan pulang dia pikir naik kendaraan umum kayak naik kendaraan pribadi, yang bisa langsung sampai tujuan, gerutu Tita.

__ADS_1


__ADS_2