
Hari ini adalah hari pengumuman hasil ujian masuk SMA N, Tita sudah tidak sabar dengan hasil pengumuman tersebut, dari pagi Tita sudah sibuk sedang segala kegiatannya, mulai dari olahraga pagi joging mengelilingi komplek. Mamanya sendiri pun heran dengan kelakuan Tita hari ini.
Tumben sekali anak ini mau joging keliling komplek, biasanya saja kalau hari minggu di ajak untuk olahraga susahnya minta ampun, ini kesambet apa kok tiba-tiba mau joging pagi segala. Kata mama Tita dalam hati.
“Apa mama mau bilang tumben aku olahraga gitu?” Perkataan yang keluar dari mulut Tita saat melihat ekspresi mamanya yang keheranan.
“Bener kok kamu tau kalau mama mau naya itu?”
“Tau lah aku kan bisa baca pikiran mama, hehehe…” kata Tita dengan nada bercanda.
Padahal Tita sendiri sekarang ini sedang harap-harap cemas, karena nanti siang akan ada pengumuman mengenai hasil ujian masuk SMA N. Tita terus menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan agar waktu cepat berlalu.
Selesai joging Tita langsung sarapan, tanpa menganti baju olah raga yang ia kenakan untuk joging tadi. “Tita kalau gak mau mandi, paling gak ganti baju dulu, baru sarapan kata sang mama”
“Gak ah ma habis ini Tita mau berenang dulu baru mandi, loh papa gak ikut sarapan ma?” Tanya Tita sambil melahap nasi goreng di piringnya.
“Papa udah berangkat waktu kamu joging, hari ini kan papa ada acara keluar kota”
__ADS_1
“Oh gitu” sahut Tita sambil terus melahap nasi gorengnya.
“Abis makan jangan langsung berenang tunggu beberapa menit dulu” celoteh mama Tita.
“Oke” jawab Tita singkat. Selesai dengan mananya Tita bergegas naik ke kamarnya untuk ganti baju dengan baju berenag, tapi sebelum itu Tita menyempatkan dirinya untuk berbaring di ranjang. Tak selang lama akhirnya tita malah tertidur.
Tita terbangun pada pukul sebelas siang. Ya ampun aku malah ketiduran padahal tadi mau berenang, aduh udah jam sebelas siang lagi, kalau mau berenang sekarang pasti bakal panas banget, sembari menengok ke luar jendela yang menampakan matahari yang sudah tinggi dan terik.
Akhirnya Tita tidak jadi berenang. Aduh mana mau mandi males lagi ya udah lah mending aku balik tidur lagi aja deh masih agak ngantuk soalnya. Tita pun kembali menyambung tidurnya, dan kembali terbangun pada pukul setengah dua siang.
Tita bergegas mandi, ganti baju dan segera turun ke bawah, Tita melihat sekeliling ternyata rumahnya sudah sepi itu artinya ibunya juga sudah berangkat kerja, Tita menjatuhkan pantatnya ke sofa ruang TV, Tita mengambil remote TV dan menyalakan. “Mbak Na tolong bikinin jus mangga, sama bikinin cemilan apa aja” Kata tita dengan nada sedikit berteriak takut mbak Nani gak denger apa yang Tita bicarakan.
“Saosnya mau nambah juga gak mak Tita?” Tanya mbak Nani kepada Tita.
“Gak usah mbak ini aja cukup” kata Tita sambil terus menganti chanel saluran TV nya karena belum menemukan acara yang asik untuk dia tonton, tak selang beberapa lama mbak Nani kembali menghampiri Tita dengan membawa makan yang Tita inginkan tadi.
Tak terasa waktu cepat berlalu jam sudah menunjukan pukul lima belas kosong-kosong itu artinya pengumuman ujian masuk SMA N sudah diumumkan. Tita bergegas berlari menuju kamarnya untuk menyalakan laptop, Tita segera login akan tetapi beberapa kali Tita login ternyata eror, mungkin karena server sedang penuh sehingga akses juga sulit.
__ADS_1
Tita bersabar untuk beberapa menit dan kembali mencoba untuk masuk kedalam akun miliknya dan ternyata sekarang sudah berhasil, Tita mencari ke bagian kontak masuk dan kemudian mengklik surat pengumuman tersebut. Sayang seribu sayang surat milik Tita ternyata berwarna merah. Itu menandakan bahwa Tita tidak lolos atau tidak masuk ke SMA N. Seketika itu juga air mata Tita tumpah tak terbendung.
Tita masih engan keluar dari kamarnya, ia masih larut dalam kesedihan, ibunya sudah beberapa kali membujuk Tita untuk keluar kamar tapi Tita engan untuk menanggapi ucapan ibunya. Makan malam yang dibawakan oleh ibunya pun belum di tentu oleh Tita.
Ibunya yang panik dan tidak tau harus berbuat apa lagi agar Tita semangat. Menghubungi ayah Tita yang sedang tugas di luar kota, ayah Tita bergegas segara pulang ke rumah. Ayah Tita yang mendengar cerita darai istrinya pun ikut merasa cemas.
Jam dua dini hari ayah Tita baru sampai di rumah, rumah sudah dalam ke adaan sepi dan pencahayaan sudah redup, ayah Tita berpikir semua orang sudah tidur, ia bergegas naik ke lantai dua menuju ke kamarnya untuk segera beres-beres dan ganti baju, ketika membuka kamar ternyata istrinya tidak ada di kamar itu. Ayah tita segera meletakan barang-barang bawanya tadi, kemudian mandi dan berganti baju.
Selesai mandi dan berganti baju ayah Tita berjalan menuju kamar Tita dilihatnya sang isti sedang tidur dengan memeluk sang putri. Ayah Tita pun mendekati ranjang itu dan membangunkan istrinya. Dilihatnya mata Tita yang bengkak akibat banyak menangis.
Ibu Tita yang sudah bangun itu kemudian beranjak menuruni ranjang tempat tidur Tita dan beralih ke sofa yang berada di pojok kamar Tita, ia mulai menceritakan apa yang terjadi kepada putri semata wayangnya itu. Ayah Tita yang mendengarkan dengan serius penjelasan istrinya tersebut, mulai menarik garis kesimpulan, dan memberikan beberapa saran kepada sang Istri.
Pada keesokan paginya Tita sudah bangun namun Tita tidak mendapati sang ibu yang memeluknya semalam, Tita engan beranjak dari tempat tidurnya, rasa sedih itu masih menghinggapi benak Tita.
Ibu Tita masuk ke kamar Tita, sambil membawakan segelas susu hangat dan dua lembar roti tawar. Dipandangnya putri semata wayangnya itu, dibelainya rambutnya dengan penuh kasih sayang, sambil tersenyum ibu Tita berkata kepada sang putri “gak papa kok kalau hari ini Tita mau sedih, mau nangis, males bangun dari tempat tidur, ingat jangan lupa makan. Kan sedih juga butuh tenaga. Nanti kalau sedihnya udah selesai, kita ngobrol tuk Tita, mama, sama papa kita ngobrol bareng” Tita pun hanya diam seribu bahasa dan meneteskan air matanya.
Sang ayah yang terus memperhatikan dari balik pintu, tiba-tiba ikut masuk ke kamar dan duduk di samping ranjang Tita. “Bener kok apa yang di katakan mama. Tita boleh nangis, boleh sedih sepuas-puasnya Tita. Nanti kalau sudah tidak sedih barulah kita ngobrol lagi”.
__ADS_1
* Kesambet \= Kerasukan