
Tita agak kesal dengan Iksa karena Tita berfikir bahwa Iksa akan bersikap cuek dan angkuh terhadapnya, ya tapi hal yang terjadi malah sebaliknya. Iksa menurunkan Tita di depan kamar pengantin mereka yang sudah di hias dengan indah.
Di atas meja kamar pengantin juga nampak beberapa hadiah dari keluarga, yang membuat mereka terheran- heran adalah adanya tiket bulan madu yang sudah di siapkan oleh kedua keluarga.
“ Turun lah, berapa lama kau akan bergelayut, sebenarnya berapa berat badan mu, kenapa terasa begitu berat?” Seraya menurunkan Tita dari gendongannya.
“ Kamu mengejek ku berat?” Tanya Tita dengan nada ketus.
“ Aku tak mengatakan kamu berat, aku hanya bertanya berapa berat badan mu” sambil terkekeh.
“ Memang pandai bersilat lidah” ucap Tita dengan ekspresi cemberut.
“ Ah jangan marah kamu terlihat makin cantik kalau marah, sini ku bantu kamu melepaskan gaun mu ku yakin itu susah kalau di lepaskan sendiri” goda Iksa sambil tertawa.
“ Jangan! Jangan sekali-kali kamu mendekat apa lagi berani menyentuh gaun ku. Ingat perjanjian kita TIDAK ADA SENTUHAN F-I-S-I-K” kata Tita dengan menekan kata- kata terakhirnya.
Tita duduk di kasur di susul Iksa yang ikut duduk di samping Tita. Iksa menggoda Tita dengan makin merapatkan jarak duduknya hingga tidak ada celah. Tita terus bergeser menjauhkan jarak duduknya dengan Iksa, hingga akhirnya Tita tidak bisa berkutik karena posisi duduknya sudah berada di ujung ranjang dan tidak bisa bergeser lagi, hingga tubuh Tita limbung kesamping dan hampir jatuh, tetapi dengan cekatan Iksa berhasil merengkuh pinggang ramping wanita yang telah sah menjadi istrinya itu.
Tak sengaja mata mereka saling bertemu dan bertatapan, namun Tita buru-buru mengalihkan pandanganya ke arah lain, tangan Iksa bergerak ke arah leher jenjang milik Tita dan mengelusnya secara perlahan. Hingga membuat Tita merasa merinding, Tita bisa merasakan nafas Iksa yang berhembus di lehernya. Karena jarak mereka yang dekat aroma parfum Iksa menyeruak dan membuai Tita, dan tanpa sada Tita merasa menyukai wangi tersebut.
“Bruk!” Iksa tiba-tiba mendorong tubuh Tita, hingga akhirnya Tita jatuh ke lantai.
“ Aduh!! Gila ya kamu, mau KDRT di awal berumah tangga ya” kata Tita.
__ADS_1
“ Mari sadarkan dirimu, bahwa aku bukan laki-laki yang mudah di goda” kata Iksa sambil tersenyum sinis.
“ Dasar gila…. Jelas- jelas tadi kamu yang menggoda ku duluan” jawab Tita sambil bangkit dari tempatnya jatuh.
Tita bergegas meninggalkan Iksa lalau menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menghapus riasannya. Sudah tiga puluh menit lebih Tita belum juga keluar dari kamar mandi.
“ Ngapain sih dia dari tadi di kamar mandi gak keluar- keluar, jangan-jangan ketiduran di kamar mandi” gerutu Iksa.
Iksa mengetuk pintu kamar mandi, tapi tidak ada sahutan dari dalam. “ Kamu gak tidur kan di dalam sana?” Tetap tidak ada jawaban dari dalam, hanya terdengar gemericik suara air dari shower yang makin keras.
Iksa mulai merasa kesal dan gemas karena dari tadi Tita terus mengabaikannya, akhirnya terbesit pikiran Iksa untuk mencoba membuka pintu kamar mandi tersebut. Diliriknya kenop pintu kamar mandi, lalu Iksa menekan kenop pintu kamar mandi tersebut dan yah pintu itu terbuka. Tita yang tadi buru-buru masuk kamar mandi hingga lupa untuk mengunci pintu kamar mandi.
Tanpa pikir panjang Iksa langsung menerobos masuk. Iksa pikir terserah kalau Tita mau marah terhadapnya yang tanpa permisi menerobos masuk kamar mandi. Iksa merasa khawatir kalau terjadi apa- apa terhadap Tita karena dari tadi tidak menjawab ketukan dan panggilan dari Iksa.
“ Hey kenapa kamu masuk sembarangan!!!” Teriak Tita dengan mata melotot tajam bak cahaya laser yang bisa menembus benda padat.
“ Sudah tiga puluh menit lebih kamu berada di dalam kamar mandi, dan tidak keluar-keluar. Ku pikir kau jatuh pingsan di kamar mandi” kata Iksa.
Tita membiarkan shower nya tetap menyala, dan ia berendam di dalam bathub, sehingga suara ketukan dan panggilan Iksa tadi tidak terdengar.
“ Kau gila ya dari tadi berendam di dalam bathub seperti ini” Kata Iksa panik.
“ Mau aku berendam sejam, sehari, setahun apa urusannya dengan mu” Jawab Tita ketus.
__ADS_1
“ Sudah lah berbicara dengan mu memang sulit, kalau sudah selsai mandi keluar, sebelum muncul berita di televisi bahwa seorang suami membunuh istrinya di malam pertama pernikahan dengan membiarkannya berendam di kamar mandi” Kata Iksa sembari beranjak keluar dari kamar mandi.
“ Jangan lupa tutup pintu itu, awas kalau kau berani masuk sembarangan lagi” kata Tita.
“ Dasar bocah aku hanya khawatir padanya aku takut kalau-kalau dia pingsan di dalam, tapi malah tidak tau diri ya sudah lah biarkan saja dia mati menggigil di dalam, toh itu pilihannya sendiri bikin kesal saja. Untung saja ini hanya pernikahan kontrak coba kalau tidak bisa naik darah terus aku menghadapi kelakuan kanak-kanak nya itu” Kata Iksa dalam hati.
Ah melihat raut muka dan nada suara Iksa yang menandakan bahwa ia benar- benar khawatir dengan keadaan Tita yang tak kunjung keluar dari kamar mandi itu membuat hati Tita sedikit tergelitik.
Ah lebih baik aku sudahi saja mandinya kasihan juga Iksa, sepertinya benar-benar khawatir dengan ku, ya setidaknya untuk sopan santun aku akan berterimakasih karena dia mengkhawatirkan ku, ah tapi dia juga yang membuatku stres sehingga berlama-lama tinggal di kamar mandi. Tita beranjak dari bathub dan mencari Bathrobe mandi ia mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan tersebut dan sialnya hanya tersedia handuk mandi biasa ukuran medium yang mampu menutup bagian dada sampai pahanya, ya walaupun sebagian pahanya juga tetap terekspos.
Dengan perlahan Tita membuka pintu kamar mandi ia mengintip keluar dari celah pintu di kamar tersebut ia tak merasakan keberadaan Iksa.
“ Ah Sukurlah Iksa tak ada, mungkin dia mandi di kamar mandi lain” Kata Tita dalam hati kemudian Tita pun bergegas keluar kamar mandi.
“ Astagaa!!!!” Teriak Tita yang kaget setelah keluar kamar mandi mendapati Iksa berdiri dan bersandar di samping tembok kamar mandi.
Iksa melirik dan melihat Tita dari ujung rambut sampai ujung kaki, rambutnya yang basah handuknya yang minim dan mengekspos beberapa bagaian tubuh Tita, membuat Iksa sedikit tergoda. Laki-laki mana yang tidak akan tergoda dengan perempuan yang cantik seksi basah habis mansi seperti ini.
“ Hey melihat ke arah mana mata mu itu, mau ku congkel” Kata Tita sambil melotot melihat Iksa.
“ Kau sendiri yang menggoda ku dengan keluar kamar mandi memakai handuk seminim itu, sudah minggir sana pakai baju mu, aku mau mandi juga” kata Iksa buru-buru masuk kamar mandi, Iksa takut mulai goyah jika menatap Tita lama-lama ia ingin segera mandi dan menjernihkan pikirannya.
“ Ingat Iksa kamu sudah punya kekasih, jangan tergoda dengan gadis kecil itu” kata Iksa kepada dirinya sendiri sambil menikmati guyuran air shower yang menimpa tubuhnya.
__ADS_1