
" Hal yang ingin kita lihat apa sih maksudnya gak ngerti aku ?" Tanya Tita yang bingung dengan perkataan Iksa.
" Ya kamu sudah bekerja dengan sangat keras dan bagus ".
" Aduh apaan sih malah bikin tambah bingung deh ".
" Dan sangat bagus juga kamu sudah menumpahkan jus nya ".
" Kamu ngomong apa sih dari tadi, kenapa gak bisa ada yang ku pahami ".
Iksa malah bernyanyi mengikuti lagu yang terputar di mobil.
( Apaan sih ni orang dari tadi ngomongnya ngaco, gak ada yang nyambung sama pertanyaan ku jawabannya ) Kata Tita dalam Hati.
" Pak tua lebih baik kamu jujur deh, sebenernya kamu beneran suaka aku kan".
" Gak mana ada".
" Alah jangan pura - pura, engak - engak tapi aslinya suka".
" Lihat tu lampunya sudah hijau cepetan jalan " Kata Tita.
" Bilangnya sih engak tapi kan dari tadi kamu sangat act of service ke aku " Ucap Tita lagi.
Iksa memasang raut wajah agak kesal mendengar ocehan Tita.
( hah.. Bikin capek aja ngomong sama anak kecil ) Kata Iksa dalam hati.
" Kamu kan sampai berlutut, dan membersihkan tumpahannya dengan perlahan dan penuh perhatian, walaupun itu sangat mencurigakan dan menakutkan " Kata Tita lagi.
" Apakah menurutmu itu seru?...." tanya Iksa.
" Ya sangat seru ..".
Iksa pun tersenyum kecil, Tita yang memperhatikan Iksa tersenyum pun berkata.
" Wah gawat ni kamu beneran suka sama aku, kamu kan gak boleh suka sama aku, masa depan ku yang cemerlang setelah bercerai bisa berantakan lagi loh, padahal akau sudah punya rencana untuk lanjut kuliah di luar negri ".
" Jangan ngarang cerita sesuka mu, dan bicara senak mulut mu ".
" Hei!!! Kau gila lihat itu lampu merah berhenti " Kata tita sambil menunjuk ke arah lampu lalu lintas.
" Wah pak tua kamu jadi gak konsen menyetir, karna melihat wajah ku yang sangat cantik ini ya!? " Kata Tita dengan ekspresi menggoda.
" Sudah cukup hentikan bercandanya ".
" Baiklah".
__ADS_1
Setelah acara tersebut selesai mereka pun bergegas menuju rumah bibi Iksa.
" Selamat datang, Wah ini Istrinya Iksa sudah besar ya sekarang cantik juga " Kata Bibi sambil memegang tangan Tita.
" Maaf bibi saya sedikit terlambat karena tadi lumayan macet, bibi gak datang ke acara nikahan kak sam ? " Tanya Iksa.
" Gimana mau datang di rumah ini saja sibuk begini, ada dua bayi juga kalau di ajak ke sana kan merepotkan, ngomong - ngomong kamu sangat ahli memilih istri ya ".
( Ahli gimana sih maksud bibi ini ) Kata Tita dalam hati.
" Oh ya Tita kamu jangan terlalu galak dan keras sama si Iksa ya, walau dia memang sudah tua, nikmati saja wajah tampannya itu " Kata Bibi kepada Tita sambil mempersilahkan mereka berdua untuk masuk dan duduk.
" Garis wajahnya yang tajam itu sangat mempesona kan ? " Kata bibi lagi.
" Eh iya bi, sangat mempesona " Jawab Tita.
" Hei Ibu jangan berlebihan begi tu dong nanti tita jadi takut " Kata Herman.
( Wah bibi darai dulu sampai sekarang masih sama saja ya masih cerewet ) Kata Iksa dalam hati, sambil tersenyum.
" Siapa yang menakutinya, aku ini sedang menasehatinya dengan hal yang berguna, dasar menantu kurang ajar ".
" Terus kenapa ibu mau menuntut ku " Kata Herman sambil tertawa.
" Karena kamu tampan ibu tidak akan menuntut mu ".
" Sudah ku duga " Kata Herman sambil tertawa.
" Ah Hana terimakasih sudah mengundang kami ke sini " Kata Tita.
" Aduh gak usah berterimakasih, kamu belum ada pikiran untuk bercerai dari orang tua ini, kalau ada niatan aku akan dengan senag hati memberi mu konseling gratis " Canda Hana.
" HANA!!" Teriak Iksa.
Tiba - tiba terdengar suara tangisan bayi dari balik pintu kamar.
" Ah apa ini sudah menangis lagi padahal baru selesai menyusu " Hana bergegas berlari ke sumber suara tangisan.
" Mari kita langsung pindah ke ruang makan saja karena makanannya sudah hampir siap semua " Kata Herman.
" Ah apa ada yang bisa saya bantu ? " Tanya Tita.
" Wah benar ni mau bantu, kalau begitu bisa bantu aku potong bawang merahnya ".
" Tentu saja dengan senang hati " Tita mengikuti Herman menuju dapur.
" Oke kalau begitu ini celemeknya " Menyodorkan celemek.
__ADS_1
Celemek tersebut tiba - tiba di rebut oleh Iksa.
" Tita kamu duduk aja ".
" Eh tapi akau kan bisa kalau cuma potong bawang ".
" Gak usah ngeyel kalau orang suruh duduk, ya duduk aja ".
( Sebenarnya aku ngapain sih malah motong bawang segala ) Kata Iksa dalam hati.
" Kau nangis sa? " Tanya Herman.
" Apa sih gak usah perduli kan aku, lebih baik kau cepat selesaikan masakan mu " kata Iksa dengan nada tinggi.
" Wah kau sangat cocok dengan celemek ini ".
" Mereka berdua sangat akur ya? " kata Hana sambil memandangi dua orang laki - laki yang sedang bekerja di dapur.
" Aduh memang ya orang ganteng itu mau pakai celemek begitu pun cocok" Kata bibi sambil menuangkan minuman kedalam gelas.
" Wah Tit mending ku kasih aja suami ku ke Iksa, mereka berdua kelihatan cocok dan sangat mesra, bikin cemburu deh " Kata Hana sambil menenangkan bayi dalam gendongannya.
" Ah begitu ya.. " Tita kemudian menoleh ke arah dapur tempat Iksa dan Herman memasak.
( Wah pak tua itu terlihat seperti suami idaman dan sangat sempurna ya kalau sedang serius begitu ) Kata tita dalam hati sambil memasang ekspresi senang.
" Tit di minum dulu aja sambil menunggu mereka berdua selesai " Kata Hana yang kemudian duduk di kursi depan Tita.
" Ini jus buatan rumah lo seger banget, mangga campur delima, cobain deh ini juga mau di bikin sebagai produk minuman baru di perusahaan suami ku ".
" Wah aku jadi yang pertama mencicipi ni sebelum beredar luas ke pasaran " Tita meneguk minuman di dalam gelas yang telah disediakan.
" Wah bener lo ini enak segar dan manis ".
" Benar kan enak, silahkan tambah lagi kalau mau " Kata Bibi.
" Iya bi, ayo hana juga minum, hana kan lagi menyusui jadi jus ini pasti akan sangat baik untukmu juga" Kata Tita.
" Kamu aja gak papa aku tiap hari sudah meminumnya, tadi pagi juga aku sudah minum dua gelas ".
" Baik lah kalau begitu, aku akan menikmatinya terimakasih banyak lo, oh anakmu kalau di gendong tidak rewel ya kata bibi ada dua anak bayi yang satu mana ? ".
" Memang ada dua, mereka kembar yang satu masih tidur, aku beruntung karna yang nangis tadi hanya satu, coba kalau dua - duanya, gak ngerti lagi aku harus gimana ".
" Wah seru ya kembar cewek cowok ? ".
" Gak mereka cewek semua ".
__ADS_1
" Nanti kalau yang satu sudah bangun aku bisa ciba gendong juga? ".
" Tentu saja boleh ".