Same Love You

Same Love You
XI


__ADS_3

Setibanya Tita di kampus.


" Kamu kenapa Tit pagi - pagi gini kok wajahnya udah di tekuk kayak gitu?" Tanya Ria.


" Huft...aku capek banget Ri".


" Makanya kan kemarin aku udah bilang jangan ambil kelas yang jamnya pagi begini, emang harunya kemarin kita ambil kelas jam siang aja!!!".


" Bukan karna kelas Ri, bukan.." Kata Tita memasang ekspresi memelas.


" Semua ini karena si pak tua itu".


" Emangnya dia kenapa?".


Tita menjelaskan panjang lebar, waktu kelas sudah selesai dan memasuki jam istirahat.


" Hah Gila banget, pak tua itu beneran suka sama kamu Tit" Pertanyaan yang dikeluarkan Ria dengan ekspresi kaget tak percaya setelah mendengar cerita Tita.


" Hah?" Tita bingung dengan ucapan Ria.


Ini anak kenapa sih ngomong begitu jangan - jangan dia belum sadar, masak pak tua itu beneran suka sama aku, capek banget deh. Kata Tita dalam hati sambil menyeruput minumannya.


" Tuh kan bener tebakan ku, dia emang udah suka sama kamu sejak awal!!!".


" Mungkin sejak kalian di jodohkan dia memang sudah tertarik ama kamu, jadi dia sering menggangu mu edan membuat mu kesal".


" Tapi karena waktu di jodohkan dengan mu dia masih punya kekasih, dan dia belum bosan dengan kekasihnya, jadi dia bersikap seperti itu, supaya kamu mau menjalankan pernikahan kontrak ini".


Aduh pikiran anak ini emang berisi kisah sinetron ya kenapa dari tadi mengoceh tak jelas begitu. Kata Tita dalam hati.


" Bener kan Tit tebakan ku, dia mengikat mu dengan pernikahan kontrak ini supaya pas kalian sama - sama jomblo bisa langsung gas gitu" Imbuh Ria sambil mengguncang - guncangkan bahu Tita.


" Haduh Ri halu mu akibat nonton sinetron itu udah parah banget deh" Kata tita.


" Halu gimana?, Buktinya setelah tau kamu putus dengan kekasih mu dia langsung berniat untuk tinggal di sini dan menjalani kehidupan pernikahan dengan serius, apa lagi...apa katanya tadi dia akan menjadi suami yang baik kan?".

__ADS_1


" Itu iya juga sih, tapi kan dia pulang kesini dengan tujuan lain".


" Gimana sih kamu orang udah jelas begini, dan ini kan timingnya serba pas banget".


" Terus bagaimana akhir - akhir ini dia memperlakukan mu?".


" Akhir - akhir ini dia banyak menggangu ku, selalu marah - marah dan menelfon ku setiap saat entah tanya lagi dimana, pulang kapan, sampai mana".


" Tuh kan dia marah - marah dan menghawatirkan mu, walau di tutupi dengan kemarahannya tapikan kalau dia menelfon mu dan menanyakan hal - hal tersebut tandanya perhatian bukan?".


" Iya juga sih kalau di pikirkan lagi, tapi pagi ini dia sudah membuat ku naik darah dia menyuruh ku makan roti, tapi dia marah ketika aku menghabiskan rotinya, tapi dia bilang ya sudah lah terus memaksa mau mengantar ku ke kampus".


" Ya karena itu dia meledak Tita"


" Aduh gak ngerti kenapa meledak".


" Kan kamu tadi kamu cerita kalau kak Rendi dateng buat nganterin oleh-oleh, maka dari itu dia meledak".


" Iya tau, padahal kan cuma kak Rendi yang datang kenapa dia musti meledak gitu lo?".


" Hah pak tua itu cemburu?".


" Iya dia langsung meledak cemburu setelah melihat kak rendi datang ke rumah, dan bahkan ia masih merasa cemburu sampai hari ini".


Tita yang kaget dan tak habis pikir dengan penjelasan yang diberikan oleh Ria bengong sekejap.


Ah mask sih si pak tua itu sedang cemburu pada ku?!. Kata tita dalam hati.


" Aduh udah deh Ri kayaknya kita kalau ngomongin itu gak bakalan selesai, lebih baik kita jalan - jalan dulu sebelum pulang ke rumah nanti" Kata Tita.


" Memang kamu ada rencana mau pergi ke mana?" Tanya Ria.


" Mau ke toko buku buat nyari bahan referensi untuk tugas, mata kuliah sejarah ekonomi".


" Loh emang sejarah ekonomi ada tugas apa kok aku gak tau?".

__ADS_1


" Loh tugas itu yang bikin makalah kasus ekonomi itu lo yang tiap satu paragraf ada minimal tiga sumber itu lo".


" Bentar - bentar mikir dulu, oh iya itu kan harus di kumpul dua hari lagi ya" Kata Ria yang baru ingat dengan ekspresi panik.


" Aduh gak usah banyak omong deh Tit, mendingan kita langsung cus cari sumber aja".


" Ya sudah ayo...ayo".


Mereka berdua pun pergi ke toko buku terdekat dengan menaiki kendaraan umum.


Malam hari di sebuah restoran.


" Kaka bagaimana persiapan pernikahan mu apakah lancar?" Tanya Iksa.


" Ya lumayan berjalan lancar, bukankah tak perlu kau ragukan lagi pernikahan perjodohan seperti ini di keluarga kita, aku hanya berharap aku bis hidup bahagia dengan calon istri ku, sepeti kau dan istri mu, yah walaupun memang tak ada cinta sebagai landasan dari pernikahan ini" Kata Sam sambil menyantap makanannya.


" Aku melihat kehidupan mu yang menyenangkan dengan istri yang begitu muda dan cantik, membuat ku jadi ingin melakukanya juga".


Iksa merasa bingung tapi kesal dengan perkataan sang kakak sepupu tersebut namun ia membiarkannya dan tetap menikmati makanya sambil mendengarkan ocehan sang kakak.


Ah dasar apakah orang ini minum- minum dulu tadi sebelum kesini, kenapa perkataan yang ia keluarkan dari mulutnya itu terasa menjengkelkan, ingin ku pukul saja dia agar diam. Kata Iksa dalam hati.


" Selera mu cukup lumayan sih untuk anak semuda itu, tubuhnya juga oke, bukankah pernikahan kalian juga dilakukan tanpa rasa cinta, jadi bagaimana rasanya gadis itu?" Perkataan Sam yang membuat Iksa terkejut, karna itu adalah pertanyaan yang ringan namun terasa sarkas.


Saking sudah kesalnya Iksa mendengar ucapan sang kakak sepupu yang makin ngawur dan tak karuan, Iksa pun menjawab pertanyaan tersebut, dengan ekspresi senyuman yang jengkel;.


" Wah pertanyaan kakak sedikit mengejutkan ya, apa kakak tadi minum dulu sebelum pegi kesini, sehingga bicara melantur begitu?" Kata Iksa.


" Apa maksud mu?".


" Melihat seorang Sam yang terhormat bicara melantur begitu, sepertinya ku benar - benar mabuk, kalau begitu lebih baik kita lakukan makan malamnya lain kali saja, sekarang mari kita pergi" Kata Iksa sambil beranjak meninggalkan tempat tersebut.


Sam menatap kepergian Iksa dengan perasaan kesal, pada akhirnya bahkan tidak akan ada cinta di kehidupan rumah tangga kalian, kau dan istri mu hanya saling bertukar kekuatan untuk menguasai perusahaan ini, dasar pasangan suami istri licik. Kata sam dalam hati.


Apa itu sikap mu yang kau tunjukan sekarang ini, kau pura - pura tidak tertarik dengan kekuasaan, tapi kalau sampai kau berani melewati batas dan menaiki tangga yang lebih tinggi lagi, sampai mana kau akan menaiki anak tangga di situ lah aku akan menarik mu sampai ke dasar. Kata Sam dalam hati dengan wajah penuh emosi.

__ADS_1


__ADS_2