Same Love You

Same Love You
XIV


__ADS_3

" Sudah lah tidak usah banyak bicara lebih baik sekarang kita berangkat" Kata Tita sambil memakai sepatu hak tingginya.


" Eh sebentar - sebentar itu bibir mu ?" Taya Iksa sambil memandangi bibir berlipstik Tita yang terlihat seksi dan menggoda.


" Kenapa cantik kan ini kak Rendi yang membelikan lipstiknya ".


" Hah cantik, dari mananya?, gak cocok dan kelihatan norak warnanya " kata Iksa ketus.


" Ah masak sih norak padahal kata temen - temen ku bagus kok warnanya" Sambil melihat pantulan wajahnya di cermin.


" Sudah di bilang gak cocok itu norak banget, hapus sekarang juga, lihat kan kelihatan sangat mencolok di wajah mu itu".


" Ah begitu ya, baiklah kalau begitu" Tita langsung mengambil beberapa lembar tisu di atas meja dan menghapus lipstik nya.


" Nah sudah kan, kalau begitu ayo kita berangkat".


Tempat acara pesta di gelar.


" Akhirnya kalian datang juga ".


" Nak sini nak ".


" Ayah, Ibu sudah lama kita tidak bertemu bagaimana kabar kalian? " kata Tita sambil tersenyum kepada kedua mertuanya itu.


" Kami baik, sering - seringlah datang ke rumah mengunjungi ayah dan ibu mertua mu ini " Kata ayah Iksa.


" Aduh menantu ku ini jadi makin cantik ya semenjak masuk kuliah" Kata sang ibu mertua sambil memegang tangan Tita dan tersenyum.


" Ah ibu ini bisa saja ' Kata Tita dengan tersipu malu.


" Hahaha tentu saja ini bukan omong kosong belakang lihat dirimu dan Iksa karna kamu makin terlihat dewasa kalian jadi nampak makin serasi dan membuat orang iri, iya kan pa? ".


" Iya - iya benar kata ibu mu ".


Tita mengedarkan pandanganya untuk mencari keberadaan kedua orang tuanya.


" Ah sayang itu kayaknya mama dan papa baru sampai " Kata Tita yang membuat Iksa kage, Tita menunjuk ke arah pintu masuk sambil tersenyum.


Iksa menoleh ke arah pintu masuk di sana Iksa melihat kedua mertuanya, Iksa kemudian tersenyum dan melambaikan tangannya mengisyaratkan kedua mertuanya itu agar bergabung dengan mereka.


" Wah besan baru sampai ya bagaimana kabarnya? " Kata ibu Iksa.

__ADS_1


" Ah kami berdua baik mbak, mbak dan keluarga sendiri bagaimana kabarnya?.


" Kami juga baik ".


" Sudah lama ya kita gak ketemu mbak, kalau gak ada acara begini pasti kita susah banget buat ketemu " Kata mama Tita sambil tersenyum.


" Iya kan kalian orang yang sibuk, kalau aku sama suami sih sudah banyak waktu di rumah, maklum sudah tua, sudah saatnya di gantikan sama yang muda " Kata ibu Iksa sambil tertawa kecil.


" Oh Tita itu ada mamanya Sam " Menunjuk seorang wanita paruh bayah yang berjalan menghampiri kerumunan keluarga tersebut.


" Mbak coba lihat Ini tita udah dewasa dan tambah cantik kan " Kata ibu Iksa sambil menunjukan Tita kepada kakaknya.


" Ah halo tante " kata Tita agak gugup.


" Wah iya, Tita apa kabar ?".


" Baik Tante ".


" Ah kalau begitu para bapak - bapak silahkan ikut saya pindah ke sebelah sana biarkan para ibu ini mengobrol " Kata Ayah Iksa.


" Baik - baik, mari nak Iksa juga ikut ".


" Iya pa mari " kata Iksa sambil tersenyum.


" Hai semua maaf aku terlambat, harus ke salon dulu tadi " Kata Hera yang langsung duduk di antara ibunya dan Iksa.


" Loh Iksa beneran udah pulang ? ".


" Iya kak, oh iya kak ini Tita istri ku ".


" Oh iya sampai lupa belum kenalan, aku Hera kakak sepupu Iksa, maaf ya kemarin waktu nikahan mu kau gak sempat datang, karna lagi belajar di luar negeri, kebetulan waktu itu juga aku sedang sakit jadi tidak bisa datang " Jelas Hera.


" Iya kak salam kenal, gak papa kok kak mas Iksa juga sudah cerita " Kata tita sambil tersenyum.


" oh iya ngomong - ngomong katanya kamu bikin proyek baru di perusahaan ? " Tanya hera kepada Iksa.


" Iya ".


" Wah aku heran sebenarnya apa sih yang membuat kamu pulang lebih awal kesini, apa lagi tiba - tiba langsung ngehendel proyek baru lagi ".


" Ya gak pap sih kak, cuma kemarin tugas ku yang di luar udah selesai lebih cepat, aku juga jadi pulang lebih epat ".

__ADS_1


" Sut sudah kecilkan suara kalian jangan brisik ".


" Apaan sih ma orang lagi ngobrol sama Iksa juga karna jarang ketemu " .


" Anak ini ya kalau di bilangin pasti ngeyel, tu lihat upacara pernikahannya sudah hampir selesai.


Setelah upacara pernikahan selesai, tibalah waktunya untuk menyantap suguhan hidangan di pernikahan.


" Loh tit suami mu kemana ? " Kata papa Tita.


" Oh si pak tua itu sedang ke toilet sebentar " Kata Tita keceplosan.


" Kamu manggil suami mu, dengan sebutan pak tua " Kata sang ayah heran dan kaget.


" Ah enggak gitu kok pa " Kata Tita panik karena takut dimarahi.


" Walaupun kamu belum terbiasa, kamu harus bisa menghormati suami mu, apa lagi panggilan kepada suami mu itu setidaknya perbaiki yang baik jangan memangilnya dengan sebutan pak tua, untung hanya ayah yang dengar bagaimana kalau orang lain yang dengar, bisa - bisa keluarga kita yang kena imbasnya karena dikira tidak bisa mendidik anak dengan baik " Kata Papa Tita panjang lebar.


" Iya - iya pa ".


" Kau harus mengganti panggilannya, mengerti ? ".


" Iya pa ".


Aduh kenapa juga sih aku harus keceplosan di depan papa jadi kena omel kan, bodoh banget sih kok bisa - bisanya aku keceplosan. Kata Tita dalam hati.


Sedangkan itu di ruang ganti pakaian.


" Kamu ini kenapa gak pernah pulang sih "


" Aduh ibu kenapa ngomel terus sih " Kata Hera sambil membetulkan riasannya.


" Ingat ya kamu ini sudah ber umur mau sampai kapan kamu terus main - main di luar, temen - temen mu itu lo udah pada nikah semua, kamu mau jadi perawan tua ".


" Apa sih ibu, ini ni yang buat aku males ada di rumah ibu selalu saja memaksa ku agar cepat menikah, bikin aku kesel aja tiap pulang ke rumah ".


" kamu ini, ada anak teman ibu yang cukup oke kamu mau ibu kenalkan dengan nya?".


" Ih apaan sih bu gak mau ya, akau gak mau nikah kalau di suruh apalagi kalau di jodohkan, pasti ibu akan menjodohkan ku dengan anak orang yang menguntungkan bagi kita kan? , itu sama saja dengan menjual ku! ".


" Kamu ini ngomongnya ngawur aja, siapa yang akan menjodohkan mu karena harta, aku tidak akan menyuruh mu menikah karena harta " Kata sang ibu sambil memukul punggung Hera.

__ADS_1


" Oh iya, Ibu gak lihat si Iksa sama Istrinya kelihatan dingin, dan acuh - tak acuh, ibu mau aku menjalankan pernikahan yang seperti pernikahan mereka ?".


" Iya kan ibu juga merasa begitu, ibu merasa sikap mesra mereka hanya mereka tunjukan saat di depan keluarga besar saja........ maka dari itu ibu tak akan menyuruh mu melakukan pernikahan politik, sebagai perempuan yang sudah cukup mapan kita tak perlu banyak harta dan uang yang kita perlukan hanya limpahan cinta dan kasih sayang dari laki - laki yang akan kita nikahi " Kata ibu Hera seolah menertawakan rumah tangga Iksa dan Tita.


__ADS_2