SANG PENAKLUK DUA DIMENSI

SANG PENAKLUK DUA DIMENSI
MELAWAN PENCURI KECIL


__ADS_3

Kakek Braja Sewu sudah masuk ke dalam kamarnya. Orang sepuh dengan jenggot putih nya itu sudah tidur dan beristirahat di kamarnya. Dirinya benar-benar kelelahan memberikan pelatihan kepada Nurbaiti gerakan dari jurus Srigunting tingkat ke lima. Nurbaiti benar-benar cepat menguasai semua yang diajarkan oleh gurunya itu. Dalam waktu yang sangat singkat, Nurbaiti kini sudah menguasai jurus srigunting hingga di tingkat ke lima. Sehingga kurang empat jurus lagi akan dikuasai oleh Nurbaiti.


Nurbaiti pun sudah tertidur di dekat pawon atau tempat untuk memasak dan mengolah bahan makanan dari yang mentah menjadi matang. Namun ketika kedua tokoh pendekar yang keahlian dan kesaktian nya tidak diragukan lagi itu tertidur, ada segerombolan orang dengan menutup wajahnya berada di atas atap dan ada juga yang mengepung gubuk itu.


Sekelompok orang dengan topeng itu seperti berniat jahat terhadap penghuni gubuk itu. Atau mungkin saja hanya menghendaki harta benda penghuni rumah itu. Satu orang telah menyusup masuk ke dalam gubuk kakek Braja Sewu itu dan mulai menggeledah kotak- kotak kayu untuk penyimpanan. Satu orang itu mengeluarkan kain- kain yang ternyata baju- baju milik kakek Braja Sewu tersebut. Terlihat di dalam gubuk itu mulai berantakan. Suara gaduh seorang dari sekelompok yang datang ke gubuk kakek Braja Sewu itu tanpa diundang telah membangunkan kakek Braja Sewu. Guru Nurbaiti itu lantas mengintip dari dalam kamarnya.


" Rupanya ada yang sedang bermain- main di dalam gubuk ku. Mereka tamu yang tidak di kehendaki oleh aku. Tapi dengan senang hati aku akan melayani kalian." gumam kakek Braja Sewu. Kini kakek Braja Sewu keluar dari dalam kamarnya dan segera melempar suatu benda yang ada di dekatnya ke seorang yang mengobrak-abrik gubuk nya. Benda yang berupa kayu balok kecil mengenai kepala orang itu.


" Aduh duh duh.. ow.. ow.. ow.. ow.. ow.. ow." keluh orang itu sambil mengusap kepala nya yang terkena benda lemparan dari kakek Braja Sewu.


" Sedang apa kau berada di gubuk ku?" tanya kakek Braja Sewu. Orang itu segera melempar senjata rahasianya ke arah kakek Braja Sewu. Namun dengan cepat kakek Braja Sewu bisa menangkis nya. Suara di dalam gubuk itu mulai gaduh. Kakek Braja Sewu segera menendang orang tersebut hingga keluar dari dalam gubuk nya.

__ADS_1


Kakek Braja Sewu sangat terkejut, ternyata diluar gubuk nya telah dikepung segerombolan orang yang menggunakan topeng. Mereka tidak ingin menunjukkan identitas dan wajah mereka. Kakek kini berada di tengah-tengah lingkaran sekelompok orang-orang itu. Satu lawan tujuh orang. Kakek Braja Sewu tidak ada rasa takut sedikitpun. Kini mereka mulai melakukan serangan baik dengan senjata pedang, tangan kosong maupun clurit. Kakek Braja Sewu akhirnya mengeluarkan tongkat sakti nya yang ia simpan di kantong celananya.


Kakek Braja Sewu mengucapkan mantra supaya tongkat sakti nya berubah ukuran menjadi lebih besar. Tidak berapa lama tongkat yang panjangnya hampir tiga meter itu mulai menangkis serangan lawan dan memukul ke arah depan dan belakang lawan kakek Braja Sewu.


Bugkkk


Bakkkkk


Prangg


Prankkk

__ADS_1


Suara benda-benda saling beradu disertai tendangan, pukulan di antara keduanya. Cukup lama kakek Braja Sewu bermain- main dengan ketujuh orang yang melawan nya itu. Namun Nurbaiti masih belum juga bangun dari tidurnya.


Hingga satu persatu lawan dari kakek Braja Sewu itu tumbang dengan kaki dan tangan patah, Nurbaiti belum juga bangun dari tidur nya.


Kakek Braja Sewu menarik nafasnya dalam- dalam. Dia benar-benar sudah letih bermain dengan ketujuh orang yang masih muda dan gesit. Akhirnya sampai beberapa jam, akhirnya ketujuh segerombolan itu terkapar dikalahkan oleh kakek Braja Sewu.


" Enyalah kalian di hadapan ku, sebelum kesabaran ku habis!" teriak kakek Braja Sewu. Ketujuh kelompok orang yang hendak mengambil harta benda alias pencuri kelas kecil itu akhirnya berlari tunggang langgang meninggalkan gubuk kakek Braja Sewu.


Pandangan Braja Sewu kini mulai kesal melihat Nurbaiti yang tidak membantu dirinya ketika melawan ketujuh orang pencuri kelas PAUD itu. Kakek Braja Sewu melemparkan tongkat sakti nya ke pintu kamar Nurbaiti hingga Nurbaiti terperanjat kaget dan keluar dari kamarnya menjumpai gurunya.


" Ada apa guru?" tanya Nurbaiti merasa tidak bersalah.

__ADS_1


" Tidak apa- apa! Tidurlah lagi! Teruskan mimpi kamu!" sahut kakek Braja Sewu dengan tersenyum kecut.


__ADS_2