
Nurbaiti melesat ke kota untuk membeli kopi hitam yang diminta oleh kakek Braja Sewu. Selain itu Nurbaiti juga hendak membeli keperluan dirinya dan juga akan membeli makanan yang enak.
Nurbaiti segera ke sebuah kios yang menjual berbagai jenis kopi. Nurbaiti mulai membeli serbuk kopi dengan kwalitas terbaik. Kopi dengan kwalitas terbaik itu tentu memiliki cita rasa dan aroma harum kopinya luar biasa nikmat. Setelah membayar harga kopi yang diminta Nurbaiti, Nurbaiti segera melesat ke suatu warung makan. Nurbaiti ingin membeli beberapa makanan yang lezat itu untuk dibawa pulang supaya kakek Braja Sewu bisa menikmati nya bersama dengan dirinya.
Setelah beberapa yang diinginkan Nurbaiti telah dibeli, kini Nurbaiti mulai berbelanja bahan- bahan kebutuhan sehari-hari seperti keperluan mandi, mencuci bajunya dan juga bahan makanan lainnya. Nurbaiti kini mulai membawa banyak barang- barang belanjaannya.
Nurbaiti segera melesat kembali ke kaki gunung itu di tengah hutan yang dikelilingi oleh pohon- pohon besar seperti pohon jati, trembesi, pohon akasia dan lain-lain nya. Namun disaat sebelum Nurbaiti tiba di gubuk tempat nya menyepi dan berlatih, Nurbaiti di hadang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal dengan mengenakan topeng atau penutup wajah.
Tujuh orang itu mengepung Nurbaiti di perbatasan menuju hutan jati.
" Serahkan harta benda kamu!" gertak salah satu gerombolan yang menghadang Nurbaiti. Suara yang menggertak Nurbaiti itu adalah suara seorang wanita. Nurbaiti meletakkan barang- barang belanjaannya di bawah pohon jati tidak jauh dari sana. Segerombolan itu masih mengepung Nurbaiti dan siap mengancam dan menakuti Nurbaiti dengan senjata tajam yang berada di tangannya. Nurbaiti tersenyum menyeringai.
__ADS_1
" Berani nya main keroyokan!" ucap Nurbaiti. Segerombolan itu seketika tertawa terbahak-bahak. Tampaknya segerombolan itu hampir semuanya adalah laki-laki dan hanya satu saja yang berjenis kelamin wanita. Tampak bagian dada nya yang terlihat membusung dengan penampilan nya yang menunjukkan seorang wanita.
Nurbaiti mulai menyerang satu persatu segerombolan yang menghalangi perjalanan nya untuk kembali ke gubuk nya. Tidak ingin membuang- buang waktu, Nurbaiti segera mengeluarkan jurus Srigunting tingkat satu untuk menjajal jurus nya itu.
" Aku peringatkan kepada kalian! Entahlah dari hadapan ku atau kalian harus tewas dan lebur tubuh kalian di dalam hutan ini." Nurbaiti menggertak segerombolan mereka itu. Kembali segerombolan itu tertawa meremehkan Nurbaiti.
" Aku tidak yakin, gadis cantik dengan kulit halus lembut berkulit kuning langsat seperti kamu ini memiliki jurus dan kemampuan bela diri yang tinggi. Paling kamu hanya bisa bermain dengan pisau dapur kamu saja untuk memasak. Jadi lebih baik kamu serahkan semua uang kamu sebelum kami semua menjamah tubuh kamu dan akan kami jual ke tempat pel@cur@n di kota ini. Hahaha." kata wanita salah satu gerombolan itu.
" Baiklah, aku sebenarnya malas meladeni kalian. Namun apa boleh buat. Orang-orang seperti kalian ini suka meresahkan warga. Jadi kalian harus aku memberikan kalian pelajaran." ucap Nurbaiti.
Duggg
__ADS_1
Boom
" Jurus Srigunting tingkat satu!!!!! Hiat!!!" teriak Nurbaiti.
Duggg
Buggg
Bommmm
Suara menggelegar terdengar dari tenaga yang dikeluarkan oleh Nurbaiti dengan jurus srigunting tingkat satu bertenaga dalam sepuluh persen. Semua gerombolan yang menghadap Nurbaiti semuanya roboh dan terpental hingga sepuluh meter. Semuanya meringis kesakitan. Nurbaiti yang sudah malas meladeni mereka semua segera melesat meninggalkan mereka namun sebelum itu menyambar barang- barang belanjaannya yang diletakkan di bawah pohon jati.
__ADS_1
Segerombolan itu hanya menatap heran dan takjub akan kesaktian dan jurus meringankan tubuh gadis yang masih berusia sangat muda itu.
" Aku tidak mengira, kalau gadis semuda dia sudah memiliki kesaktian yang tinggi." gumam wanita yang merupakan pimpinan dari segerombolan yang menghadang Nurbaiti tadi.