
Pangeran Sarunai kini telah mendapatkan penghargaan karena memenangkan sayembara yang diadakan oleh baginda Raja Singhasari. Kini pangeran Sarunai sedang menghadiri perjamuan makan malam bersama baginda raja dan permaisuri Singhasari. Putri Baiti sudah duduk di perjamuan itu.
Selama perjamuan berlangsung, tidak henti-hentinya Pangeran Sarunai mencuri pandang putri Baiti. Baiti yang merasa selalu diperhatikan oleh Pangeran Sarunai hanya menunduk malu. Tentu saja baginda raja dan Permaisuri Singhasari tersenyum melihat putri nya malu-malu dengan calon suaminya.
"Selain berburu, apakah ada keistimewaan dari pangeran Sarunai yang belum kami ketahui?" tanya ratu Singhasari. Putri Baiti mulai mendongakkan kepala ikut melihat pangeran Sarunai yang ingin menjawab pertanyaan dari ratu Singhasari.
"Mohon ampun, ratu! Saya masih terus belajar dalam mengasah kemampuan saya. Saya sendiri juga belum mengetahui kelebihan saya. Bagi saya kelebihan yang paling penting adalah bisa menghargai orang lain dan tidak meremehkan orang. Tidak merasa sudah memiliki kemampuan dan keistimewaan itu sendiri. Padahal sesungguhnya, dia memiliki segudang pengetahuan dan potensi dalam segala bidang," ucap Pangeran Sarunai. Ratu Singhasari tersenyum lebar sambil melirik ke arah Putri Baiti yang masih selalu menundukkan kepalanya.
"Setelah ini kalian akan menjadi pasangan suami istri. Kalian akan menduduki suatu pulau kecil dan belajar memimpin negeri itu. Sebagai seorang pemimpin kalian harus bisa mengayomi dan membuat rakyat tenang," kata baginda raja Singhasari.
__ADS_1
"Mohon bimbingan nya, baginda raja! Saya masih awam dalam memimpin suatu negeri yang masih bernaung di Kerajaan ini," sahut Pangeran Sarunai.
"Aku yakin, kamu dan putri ku bisa menjadi pasangan yang saling melengkapi dalam memimpin negri. Aku akan lebih sering mengunjungi kalian setelah kalian memimpin," kata baginda raja.
"Ayahanda! Jika diijinkan saya akan membawa ketiga dayang pribadi saya ke pulau itu. Saya sudah merasa dekat dengan ketiga dayang pribadi saya. Mereka sudah saya anggap sebagai saudara saya sendiri," kata putri Baiti. Ketiga dayang pribadi Putri Baiti dengan cepat bersujud.
"Bangunlah! Kalian tidak bersalah! Putri Baiti lah yang menghendaki kalian selalu ikut dirinya. Kalian berterimakasih lah dengan putri Baiti yang telah menganggap kalian seperti saudara nya. Jadi, jangan sia-siakan kepercayaan dan kasih sayang dari putri Baiti," ucap Baginda raja Singhasari. Putri Baiti tersendiri kepada ketiga dayang pribadi nya.
"Terimakasih putri Baiti! Anda begitu mulai dan menganggap kami saudara anda, Kami sangat berterimakasih atas kepercayaan putri kepada kami. Kami tidak akan mengkhianati putri sampai kapan pun," ucap salah satu dayang pribadi putri Baiti.
__ADS_1
"Benar putri! Kami akan selalu berada di sisi putri Baiti dan akan melayani putri sampai nyawa kami menjemput kami," ucap dayang yang lain.
"Sudahlah dayang! Ini semua karena kemurahan baginda raja yang memberikan ijin kalian untuk mengikuti aku, kalian bangunlah!" kata Putri Baiti.
Pangeran Sarunai tersenyum melihat putri Baiti tidak memandang rendah pelayan maupun budak. Bahkan semua dianggap sebagai saudaranya. Karena mereka lah yang setiap waktu selalu berada di dekat Putri Baiti dan mengabdikan dirinya dengan tulus.
"Baginda raja! Besok pagi, saya mohon ijin untuk membawa putri Baiti ke kerajaa Sarunai. Saya ingin memperkenalkan putri Baiti kepada ayahanda dan ibunda saya di Kerajaan Sarunai," ucap Pangeran Sarunai.
"Tentu saja! Dan sampaikan kepada baginda raja Sarunai bahwa saya akan segera menyusul kalian beberapa hari kemudian untuk membicarakan pesta pernikahan kalian," sahut Baginda raja Singhasari. Pangeran Sarunai dan juga Putri Baiti saling pandang dan akhirnya melemparkan senyuman nya.
__ADS_1