
Kerena cuaca sore itu sudah dingin dan terasa sejuk membuat putri Baiti tertidur. Kini pangeran Sarunai semakin mempererat pelukannya. Pegangan tangan Putri Baiti sudah terlepas kini pangeran Sarunai semakin kesulitan untuk membawa terbang Putri Baiti. Pangeran Sarunai turun sebentar dan akhirnya membenarkan posisi nya dengan menggendong putri Baiti dari belakang. Lalu pangeran Sarunai kembali melesat terbang cepat dengan menggendong putri Baiti yang saat ini sudah tertidur pulas.
Malam telah tiba, semakin larut akhirnya pangeran Sarunai menghentikan perjalanan nya. Kini pangeran Sarunai berada di sebuah pinggiran kota. Dengan menggendong putri Baiti, pangeran mencari penginapan kecil di tempat itu. Beruntung pangeran mendapatkan satu kamar di penginapan itu. Kini pangeran Sarunai membaringkan tubuh putri Baiti yang masih tidur. Dan kini pangeran Sarunai pun ikut memejamkan mata dan mengistirahatkan dirinya.
Keesokan harinya, Baiti membuka matanya. Baiti benar-benar terkejut ketika mendapati seorang pria tidur terlelap bahkan mendengkur di sebelahnya. Serta merta Baiti berteriak keras. Hal itu membuat Pangeran Sarunai terkejut dan terperanjat dari tidur nya.
"Ada apa putri?" tanya pangeran Sarunai masih merasa tidak bersalah karena pangeran Sarunai saat ini satu tempat tidur bersama dengan Baiti.
"Kamu! Kenapa pangeran Sarunai berada di sini?" tanya Baiti namun tatapan matanya mengandung sangkaan buruk terhadap pangeran Sarunai.
__ADS_1
"Jangan khawatir, putri! Aku di sini hanya menjaga tuan putri. Aku tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan," sahut pangeran Sarunai dengan memainkan matanya. Baiti menyipitkan bola matanya.
Teriakan Baiti tanpa disadari nya mengundang pelayan penginapan datang dan mengetuk pintu kamar mereka. Baiti dan Pangeran Sarunai saling melihat.
"Ada apa ini pangeran? Siapa yang mengetuk pintu kamar kita?" tanya Baiti.
"Mungkin saja pelayan penginapan ini," jawab pangeran Sarunai seraya turun dari tempat tidur kayu yang mereka duduki sejak tadi. Pangeran Sarunai menarik lengan Baiti untuk segera mengikuti dirinya. Serta merta pangeran Sarunai membuka pintu kamar itu dan mendapati seorang pelayan memasang wajah penasaran karena dirinya mendengar suara teriakan yang keras dari kamar pangeran Sarunai bersama dengan Baiti.
"Maaf, jika suara teriakan istri saya mengundang ketidaknyamanannya pengunjung penginapan di tempat ini. Maaf, kami ini adalah pasangan pengantin baru dan baru saja kami sedang melakukan kegiatan indah untuk pasangan suami istri. Jadi istri saya tadi berteriak ketika melihat barang panjang dan tumpul yang tidak pernah ia lihat," jelas pangeran Sarunai berbohong. Pelayan penginapan itu seketika menjadi memerah wajahnya lantaran malu mendengar penuturan dari pangeran Sarunai.
__ADS_1
"Oh, maaf jika saya menjadi mengganggu kegiatan tuan dan nona dalam melakukan hal indah itu. Saya permisi dan mohon maaf! Silahkan anda melanjutkan kembali kegiatan indah itu," ucap pelayan penginapan itu dengan menutup pintu kamar itu.
Baiti tentu saja menjadi merona warna wajahnya. Dirinya tidak menyangka jika pangeran Sarunai bisa mesum seperti itu.
"Pangeran Sarunai, maaf! Lepaskan pelukan pangeran!" ucap Baiti seraya menundukkan kepalanya. Pangeran Sarunai terkekeh melihat ekspresi yang menggemaskan dari Baiti.
"Mandilah kamu, kita akan segera melanjutkan perjalanan kita ke kerajaan Sarunai. Ayahanda dan ibunda pasti sudah menantikan kedatangan kita, putri," kata pangeran Sarunai.
"Eh, em baiklah!" sahut Baiti seraya dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Pangeran Sarunai yang menatap Baiti yang gugup dan canggung menjadi semakin gemas. Rasanya pangeran Sarunai sudah susah payah menahan dirinya untuk segera menikahi putri Baiti.
__ADS_1
"Putri Baiti! Aku akan segera menikahi kamu," gumam Pangeran Sarunai dengan tersenyum lebar.