
Babak penyisihan kembali dimulai. Wasit telah memanggil dua nama pangeran untuk naik ke atas panggung. Dia adalah pangeran Yuda dan Pangeran Purbaya. Kedua pangeran itu kini sudah naik ke atas panggung dan mulai melakukan sedikit pemanasan. Kini wasit telah memanggil kedua pangeran tersebut untuk mendekat dan segera wasit memberikan aba- aba dimulai. Suara gong tanda bunyi dimulainya pertandingan kembali terdengar.
Pangeran Yuda dengan badan yang gemuk itu segera menyerang pangeran Purbaya. Serangan Yuda kini mulai diarahkannya ke bagian bawah perut Pangeran Purbaya. Seketika wasit memberikan peringatan kepada pangeran Yuda bahwasanya tidak boleh melakukan serangan bagian vital secara sengaja.
" Pangeran Yuda! Dilarang melakukan serangan di daerah vital di mana serangan tersebut dilakukan secara sengaja. Jadi anda mendapatkan satu peringatan dan nilai anda dikurangi dua." ucap Wasit. Pangeran Yuda dengan amarahnya memprotes keputusan wasit.
" Tidak bisa! Aku tidak sengaja melakukan itu. Sasaran ku adalah bagian perut. Wasit apa kamu? Apakah mata kamu sudah rabun? Tidak bisakah melihat jika itu serangan tidak aku sengaja? Mengapa seenaknya mengurangi nilai aku, hah?" ucap Pangeran Yuda dengan api amarahnya.
"Tidak sopan dengan wasit dan menentang peraturan atau memprotes peraturan yang sudah dibuat dikurangi lima poin. Sehingga nilai anda dikurangi tujuh poin, pangeran Yuda." kata Juri yang duduk di deretan depan.
__ADS_1
" Apa? Kompetisi apa ini? Ini tidak adil?" ucap Pangeran Yuda.
" Silakan kembali ke tempat anda pangeran! Anda ingin mengikuti kompetisi dan melanjutkan pertandingan ini atau tidak?" ucap Wasit dengan tegas. Akhirnya dengan berat hati, Pangeran Yuda mulai melakukan kuda- kuda untuk meneruskan pertandingan dengan melawan pangeran Purbaya.
Pangeran Purbaya dan pangeran Yuda sudah bersiap untuk melakukan pertandingan. Wasit kini sudah meneriakkan aba- aba dimulai dan dengan suara bunyi gong. Kedua pangeran itu mulai melakukan serangan dan tangkisan. Pangeran Yuda kembali menyerang duluan di bagian leher. Namun dengan cepat pangeran Purbaya menangkap kaki pangeran Yuda. Kaki pangeran Yuda kini telah ditangkap oleh pangeran Purbaya dan dilemparkan ke samping, sehingga tubuh berat, padat, berisi pangeran Yuda ikut terjatuh ke samping.
Sorakan suara penonton memadati stadion itu. Tepukan tangan terdengar ramai. Wasit segera menyuruh kedua pangeran itu untuk kembali melanjutkan pertandingan. Kedua pangeran itu kini sudah kembali bersiap dengan serangan nya. Pangeran Yuda mulai emosi dan ingin mengejar poin. Kini Pangeran Yuda dengan teknik licik nya mulai mencuri start, namun kembali wasit tahu aksi kecurangan yang dilakukan oleh Pangeran Yuda. Akhirnya wasit meminta kedua pangeran itu merapat. Wasit itu segera mengumumkan pemenangnya dari pertandingan itu.
"Pangeran Purbaya!"
__ADS_1
" Kemenangan di tangan Pangeran Purbaya!"
" Kesuksesan di tangan pangeran Purbaya!"
" Hidup pangeran Purbaya!"
Kembali Haiti tersenyum melihat siapa pemenang dari babak penyisihan itu. Pangeran Purbaya dengan badan kekar, tinggi besar dan berbadan bersih, dengan wajah yang tidak kalah tampan.
Kedua pangeran itu saling memberikan hormat dan saling bersalaman. Akhirnya keduanya kembali ke tempat duduknya Masing-masing.
__ADS_1
Setelah mendapatkan pemenangnya kini telah mengantongi tiga nama pangeran yang akan melanjutkan babak berikutnya yaitu pangeran Purbaya, pangeran Rodes dan pangeran Sarunai.
Wasit kembali memanggil dua nama pangeran untuk menaiki panggung pertandingan.