SANG PENAKLUK DUA DIMENSI

SANG PENAKLUK DUA DIMENSI
KE DIMENSI LAIN


__ADS_3

Esok harinya ketika mentari sudah menjalankan titahnya dengan penuh kepatuhan, di sana lah Nurbaiti berangkat menuju goa untuk bermeditasi. Perintah gurunya Braja Sewu untuk melakukan meditasi di tempat itu tanpa protes dikerjakan oleh Nurbaiti tanpa ada ragu dan takut. Nurbaiti mulai berjalan menuju ke tempat goa yang di maksudkan oleh Gurunya. Tanpa bekal sedikitpun, Nurbaiti ke tempat itu yang jarak dari tempat tinggal gurunya itu kurang lebih satu jam perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki secara normal.


Nurbaiti mulai memasuki goa tersebut setelah berucap salam dengan penghuni di sana walaupun dirinya belum tahu dan melihat nya dengan kepala dan mata sendiri. Namun di manapun berada, Nurbaiti harus menjunjung tinggi aturan.


" Wahai penghuni goa, siapapun kalian aku mohon diijinkan untuk melakukan meditasi di tempat ini. Ijinkan aku untuk melakukan meditasi sesuai perintah guruku tanpa gangguan dari kalian." kata Nurbaiti dengan lantang sebelum masuk ke pintu goa tersebut yang sudah terbuka dengan sendirinya ketika Nurbaiti telah tiba di depan pintu goa tersebut.


Tanpa ragu lagi, Nurbaiti mulai melangkah masuk ke dalam goa tersebut dan betapa terkejut Nurbaiti mendapatkan di dalam goa tersebut begitu terang walaupun cahaya matahari dari luar tidak banyak masuk ke dalam goa itu. Dinding- dinding baru yang terdapat di dalam goa itu terlihat menyala dey warna kekuningan. Nurbaiti seakan dimanjakan. dengan warna tersebut di matanya. Nurbaiti mulai mencari batu yang besar dan lebar untuk dijadikan nya untuk melakukan meditasi. Entah berapa lama Nurbaiti melakukan meditasi tersebut. Hanya saja Kakek Braja Sewu telah memberikan pesan, kalau Nurbaiti bisa melewati semaunya di dimensi lain itu, Nurbaiti akan berhasil dan kembali lagi ke dunianya. Cepat lambatnya tergantung dari Nurbaiti sendiri dalam melewati semua masalah yang dihadapi di dunia dengan dimensi lain itu.

__ADS_1


Nurbaiti mulai membaca beberapa mantera sebagai pembuka pintu dimensi lain itu. Nurbaiti kini telah duduk beribadah dengan memusatkan satu pikiran untuk menembus dimensi lain itu. Bibir nya bergetar mengucap mantra sampai berkali-kali hingga Nurbaiti bisa menerobos dinding pemisah antara dimensi nya dengan dimensi lain.


Nurbaiti masih terus berusaha dengan keras, hingga keringat nya sudah mengucur deras. Nurbaiti mulai kepanasan dengan suhu udara yang semakin memanas yang ia rasakan. Nurbaiti terus mengucap mantra dan kedua tangannya tetap di atas pahanya.


Beberapa bayangan berkelebat seperti hendak mengganggu Nurbaiti yang berusaha fokus menembus dinding tebal pemisah antara dimensinya dengan dimensi lain. Tiba-tiba Nurbaiti terpental saat energinya menuju sebuah dinding pemisah tersebut. Mata Nurbaiti terbuka saat dirinya terlempar hingga tiga meter dari tempat duduknya.


" Aku akan mencoba nya kembali. Mantra milik guru Braja Sewu akan aku gabungkan dengan mantra milik Guru nyi Gusti Ruroh." pikir Nurbaiti.

__ADS_1


Nurbaiti mulai duduk kembali dengan mata terpejam dan mulut yang kembali komat- kamit membaca mantra. Sebuah cahaya putih seketika membantu Nurbaiti menembus dinding dimana dinding itu adalah pemisah antara dimensi nya sekarang desa dimensi lain.


Tiba-tiba saja, Nurbaiti terjatuh dan membuka matanya. Kini dirinya sudah berpindah di dimensi lain.


" Eh, di mana aku?" pikir Nurbaiti sembari melihat kanan dan kirinya. Saat ini Nurbaiti sedang berada di dalam sebuah kamar yang terlihat mewah namun seperti kembali ke dimensi lain seratus tahun yang lalu.


" Apakah aku sudah di zaman kerajaan?" pikir Nurbaiti mulai mengintip dibalik jendela kamar. Banyak beberapa prajurit berjaga-jaga di luar kamar Nurbaiti.

__ADS_1


" Eh, Siapa aku di sini? Sebagai siapa aku di tempat ini? Kenapa aku berpakaian aneh seperti ini? Dandanan seperti seorang putri. Ini bukan diriku. Aku seperti menjadi seorang wanita sejati. Ahhhh. Guru, aku tidak mau di sini. Ini terlalu konyol aku melewati semua ini di sini." ucap Nurbaiti sambil menatap dirinya dari pantulan cermin di depannya.


__ADS_2