
Serangan yang bertubi-tubi dari kedua pangeran itupun mulai dikerahkan. Pertarungan kali ini benar-benar seperti pertarungan hidup dan mati lantaran menjunjung harga diri masing-masing. Perebutan putri Baiti sebagai calon istri dan juga permaisuri seperti benar-benar diperjuangkan. Apalagi dengan pangeran Sarunai yang awalnya pertarungan tadi hanya sekedar melayani emosi dari pangeran Rodes. Kini terlihat serius untuk menyudahi pertarungan itu dengan kemenangan untuk dirinya.
Betapa jantung putri Baiti berdetak dengan sangat kencang. Dia mengkhawatirkan kemenangan dari pertempuran kali ini. Tentu saja Putri Baiti menghendaki kemenangan dari pangeran Sarunai. Namun putri Baiti tidak menginginkan kematian dari pangeran Rodes. Pertarungan seperti ini bukanlah pertarungan yang sesungguhnya yang melawan musuh.
Pangeran Rodes menyerang bagian paha milik pangeran Sarunai dengan senjata rahasia nya yang berupa toyo. Dengan cepat pangeran Sarunai melompat ke atas untuk menghindari pukulan ke arah kaki bagian atas itu. Dengan cepat pangeran Sarunai menyerang balik dengan tendangan melingkar yang menyebabkan dada pangeran Rodes terkena tendangan kaki milik pangeran Sarunai.
"Agggghhh!" teriak pangeran Rodes yang kini terpental hingga sejauh sepuluh meter dari pangeran Sarunai berdiri. Pangeran Rodes kini menyemburkan darah kental yang berwarna kehitaman. Kini pangeran Rodes memegang bagian dadanya yang tadi terkena tendangan mematikan oleh pangeran Sarunai. Dengan sudah payah pangeran Rodes bangkit berdiri dan kembali melakukan penyerangan.
Pangeran Rodes kini mengeluarkan ajian pamungkas nya dengan kekuatan full power. Seberkas cahaya yang membentuk lingkaran sebesar bola api kini keluar dari kedua tangan pangeran Rodes. Setelah semakin lama semakin membesar kini bola api dengan cahaya biru kemerahan itu diarahkan nya kepada pangeran Sarunai.
__ADS_1
"Rasakan ajian bola api penghancur jiwa!" teriak pangeran Rodes dengan memusatkan sasaran nya tepat di jantung pangeran Sarunai. Semua mata melebar dan menjadi panik. Demikian halnya dengan putri Baiti dan pangeran Sarunai itu sendiri. Dengan mundur satu langkah pangeran Sarunai membuat lingkaran besar melebihi bola api milik pangeran Rodes yang kini sudah menyerang nya. Lingkaran bundar yang besar itu berwarna kebiruan menangkis bola api yang mematikan jiwa bagi yang terkena serangan.
Duarrr..
Boom.
Dua benturan energi yang maha dasyat itu saling bertemu mengakibatkan ledakan yang maha hebat. Orang-orang yang ada di sekitar mereka saat ini terpelanting jauh. Demikian juga dengan Putri Baiti. Namun dengan cepat pangeran Sarunai menyambar tubuh putri Baiti supaya tidak terpental hingga beberapa meter. Pangeran Rodes menetap marah dengan pemandangan itu, dimana pangeran Sarunai kini menggendong tubuh putri Baiti hingga begitu dekat diantara keduanya.
Pangeran Sarunai dan putri Baiti saling berpandangan. Kedua mata mereka saling beradu. Detak jantung mereka kini terpacu dan berirama tak menentu. Kesempatan itu tidak dibiarkan oleh pangeran Rodes untuk menyerang situasi itu yang membuat pangeran Rodes seketika meradang dalam api kemarahan nya.
__ADS_1
"Kurang ajar! Di saat seperti ini kalian bisa bermesraan! Rasakan ajian pamungkas ku ini, Hiattt!" teriak pangeran Rodes sambil kembali mengeluarkan bola api penghancur jiwa untuk yang kedua kalinya.
Namun dengan cepat putri Baiti melesat dari gendongan pangeran Sarunai dan mengembalikan serangan dari pangeran Rodes, hingga serangan itu kembali mengenai dirinya. Pangeran Rodes kini terpental hingga beberapa jauh, luka dalamnya semakin parah. Kini kembali pangeran Rodes menyemburkan darah kental yang pada akhirnya pangeran Rodes terkulai pingsan tidak berdaya. Bersamaan dengan itu, beberapa pengawal pribadi pangeran Rodes menyambar tubuh pangeran Rodes dan lari meninggalkan pangeran Sarunai dan putri Baiti beserta rombongan nya.
Pangeran Sarunai bernafas dengan lega. Kali ini pangeran Rodes untuk sementara waktu tidak bisa mengganggu dirinya beserta putri Baiti. Luka dalam yang mengenai tubuh pangeran Rodes akan kembali pulih hingga lima bulan lamanya. Ini karena jurus pamungkas yang dimiliki oleh pangeran Rodes sendiri menghancurkan ilmu dan tenaga dalam yang dimiliki oleh pangeran Rodes. Untuk mengembalikan kekuatan itu sendiri, pangeran harus menghimpun berbagai jenis energi alam baik energi bumi maupun matahari untuk memilihkan semua kekuatan nya.
"Pangeran Sarunai! Kamu tidak apa-apa pangeran?" tanya Putri Baiti. Pangeran Sarunai tersenyum manisnya.
"Semua berkat putri Baiti! Jika tidak? Akulah yang akan terkena serangan dari jurus pamungkas milik pangeran Rodes," sahut pangeran Sarunai sambil menyeka keringat di kening putri Baiti lantaran udara di sekitar sana tiba-tiba menjadi sangat panas karena ledakan dari dua energi dan kekuatan yang berbeda.
__ADS_1