SANG PENAKLUK DUA DIMENSI

SANG PENAKLUK DUA DIMENSI
BABAK PENYISIHAN


__ADS_3

Pangeran Rodes mendekati pangeran Dores dan mengulurkan tangannya hendak menolong pangeran Dores yang kini terlempar dari panggung cukup jauh. Sorak- sorak penonton yang menyaksikan pertunjukan sayembara itu mulai riuh terdengar. Beberapa orang yang mendukung pangeran Rodes menyebut dan meneriakkan nama pangeran Rodes.


" Hidup pangeran Rodes!"


' Hidup pangeran Rodes!" teriakan para penonton menggema menyebutkan nama pangeran Rodes. Bakti tersenyum melihat kemenangan sementara dari pangeran Rodes. Wasit pun mulai memerintahkan kedua pangeran itu untuk naik ke panggung. Pengumuman pemenang kompetisi pertama segera diumumkan oleh Wasit.


" Dan pemenangnya adalah Pangeran Rodes!" teriak wasit sambil mengangkat satu tangan milik pangeran Rodes. Kembali suara penonton berteriak-teriak menyebutkan nama pangeran Rodes. Pangeran Dores yang kalah itupun akhirnya dengan lapang dada mengakui kekalahannya dan memberikan selamat kepada pangeran Rodes.

__ADS_1


" Selamat pangeran Rodes! Teruskan perjuangan anda." ucap Dores seraya keduanya berjabatan tangan dan kembali ke tempat duduknya masing-masing.


Pangeran Rodes sekilas melirik ke arah tuan putri Baiti yang sama halnya memperhatikan dirinya. Senyuman manis kini sama- sama dilemparkan antara keduanya. Setelah nya mereka kembali menyaksikan babak penyisihan yang kedua.


Pembawa acara telah memanggil dua nama yaitu pangeran Tidar dan pangeran Sarunai. Keduanya naik ke panggung dan telah bersiap- siap melakukan kompetisi. Tanpa pengaman tubuh dan yang lainnya, keduanya sudah melakukan sedikit pemanasan. Wasit sudah memanggil keduanya untuk lebih dekat dan ketika wasit memberikan aba- aba dimulai nya pertandingan mereka mulai melakukan kuda- kuda.


" Mulai!" teriak wasit itu diiringi suara gong berbunyi. Suara tepuk tangan penonton memadati ruangan stadion itu. Semua mata mulai menyemangati dia pangeran yang sudah bertarung itu. Pangeran Tidar dan pangeran Sarunai mulai melakukan gerakan pukulan, tendangan, tangkisan. Proporsional tubuh mereka sama- sama imbang. Mereka benar-benar pangeran yang tidak hanya tampan namun memiliki tubuh yang kekar dan atletis. Kemampuan bela diri yang mumpuni menambah nilai yang tinggi bagi kedua pangeran itu. Keahlian beladiri keduanya masih terlihat imbang. Beberapa kali pangeran Tidar melakukan serangan, dan beberapa kali itu juga pangeran Sarunai bisa menahan dan menangkis serangan itu. Demikian juga ketika pangeran Sarunai melakukan penyerangan, pangeran Tidar pun bisa menahan dan menangkisnya. Keduanya saling tatap dan melemparkan senyuman nya.

__ADS_1


Saat pangeran Sarunai mulai melayangkan serangan nya tepat di leher pangeran Tidar, dengan cepat pangeran Tidar menunduk dan menyerang bagian kaki. pangeran Tidar. Keduanya sama-sama melakukan koprol dan berjongkok. Keduanya kembali melakukan kuda- kuda dan siap melakukan serangan demi serangan. Saat pangeran Sarunai mulai menendang dan mengenai leher Pangeran Tidar, pangeran Tidar terjatuh telentang. Sorak sorak penonton kembali terdengar. Suara tepuk tangan kini mulai ramai terdengar.


Beberapa kali wasit menghitung dan pangeran Tidar sudah enggan meneruskan pertandingan. Pangeran Sarunai tersenyum dan mendekati pangeran Tidar.


" Aku tahu pangeran, kalau kamu tidak sepenuhnya serius bertarung dengan aku. Kenapa?" ucap pangeran Sarunai sambil mengulurkan tangan nya membantu pangeran Tidar untuk berdiri.


" Aku pikir, pangeran Sarunai sangat pantas untuk menjadi suami putri Baiti." sahut Pangeran Tidar seraya terkekeh dan bangun dari posisi tidur nya.

__ADS_1


" Ini kompetisi pangeran Tidar! Seharusnya kamu benar-benar bertarung dengan aku." kata pangeran Sarunai sambil mendengus kesal.


Wasit telah mengumumkan pemenangnya dari pertandingan babak penyisihan kali ini. Pemenang nya adalah pangeran Sarunai. Dengan demikian dalam pertandingan sayembara kali ini telah mendapatkan dua pemenang nya yaitu pangeran Sarunai dan pangeran Rodes.


__ADS_2