SANG PENAKLUK DUA DIMENSI

SANG PENAKLUK DUA DIMENSI
MENUNJUKKAN JATI DIRI


__ADS_3

"Bagaimana pangeran Sarunai? Apakah kamu masih bersikeras melanjutkan pertempuran ini melawan aku? Apakah kamu belum ingin mengakui kekalahan kamu? Seorang pria sejati yang sudah kalah dan mengalami luka dalam, akhirnya diobati oleh seorang putri. Apakah ini tidak membuat kamu malu? Hahaha," pangeran Rodes mencoba memancing emosi pangeran Sarunai. Namun pangeran Sarunai paham apa yang diinginkan oleh pangeran Rodes. Jika pangeran Rodes sejatinya masih menginginkan dan melanjutkan pertarungan dengan pangeran Sarunai.


Pangeran Sarunai dan pangeran Rodes kini kembali mengerahkan ilmu kanuragan nya. Keduanya mulai melakukan ancang-ancang untuk melakukan pergerakan jurus-jurusnya.


"Ayo keluarkan semua kemampuan kamu, pangeran Sarunai! Sejatinya aku tidak pernah takut melawan siapapun," ujar pangeran Rodes dengan sombongnya.


Pangeran Sarunai mulai mengeluarkan senjata rahasianya. Mulutnya mulai komat-kamit membaca mantra. Sebuah bilah tombak keluar dari telapak tangannya dan berangsur-angsur mengeluarkan cahaya jingga dari senjata tersebut. Kini tombak sakti yang merupakan senjata rahasia pangeran Sarunai mulai membesar dengan ukuran diameternya tujuh sentimeter dengan panjangnya satu koma sembilan puluh sentimeter. Sesaat pangeran Rodes terpana melihat senjata rahasia yang berupa tombak diameternya tujuh sentimeter dengan panjangnya satu koma sembilan puluh sentimeter tersebut.


Pangeran Rodes tersenyum menyeringai tatkala melihat pangeran Sarunai mengeluarkan senjata rahasia nya. Kini pangeran Rodes tidak mau kalah. Pangeran Rodes mulai duduk bersila dan mulai menyatukan kedua tangannya ke serta mengarahkannya ke atas. Kedua ujung tangannya kini mengeluarkan benda yang berukuran kecil yang mengeluarkan cahaya kebiruan. Benda kecil itu berangsur-angsur mulai membesar dan mulai terlihat bentuknya tongkat dengan dua mata yang bercabang. Senjata rahasia ini biasa disebut dengan toyo. Setelah ukuran senjata rahasia milik pangeran Rodes membesar secara normal dengan panjang hampir dua meter dengan diameter lebih besar daripada ukuran tombak yang merupakan senjata rahasia milik pangeran Sarunai.


Dengan senyuman yang menyeringai, pangeran Rodes berdiri dengan mengangkat senjata rahasia nya yang berupa toyo. Putri Baiti beserta dayang-dayang nya dan juga pengawal pangeran Rodes mulai terpana dengan semua yang dilihatnya. Mereka semua benar-benar tidak menyangka jika kedua pangeran itu antara pangeran Rodes dengan pangeran Sarunai memiliki senjata rahasia, selain ilmu rahasia yang dimilikinya.


"Silahkan kerahkan kemampuan kamu, pangeran Rodes!" teriak pangeran Sarunai yang kini sudah melakukan kuda-kuda untuk menyerang pangeran Rodes.

__ADS_1


Bugkkk.


Duakk.


Duagg.


Kedua senjata rahasia mereka kini telah beradu. Suara teriakan dari kedua pangeran itu mulai memenuhi alam sekitar. Pohon-pohon mulai bergoyang-goyang tatkala terkena serangan energi yang dipantulkan dari senjata rahasia milik kedua pangeran tersebut. Awan yang awalnya putih cerah kini berangsur-angsur mulai gelap. Petir mulai menggelegar menyuarakan tanda alam yang saat ini dalam kemarahan nya. Dua senjata rahasia dari kedua pangeran itu beradu saling bergesekan tatkala hendak melukai tubuh si pemilik senjata rahasia tersebut.


Duarrr.


Kembali suara petir terdengar tatkala senjata kedua pangeran saling menangkis serangan.


"Ayo pangeran Sarunai! Aku tidak ingin kita seperti bermain-main dalam pertarungan kali ini. Aku ingin di pertarungan ini adalah pertarungan hidup dan mati," ucap pangeran Rodes dengan sombongnya. Keyakinannya bahwa dirinya akan memenangkan pertarungan melawan pangeran Sarunai membuat dirinya menantang pertarungan itu sampai hidup dan mati. Sedangkan bagi pangeran Sarunai ini adalah pertarungan yang harus ia perjuangkan untuk mempertahankan putri Baiti sebagai calon istri nya. Namun begitu tidak harus sampai menghilangkan nyawa lawannya.

__ADS_1


Ketika pangeran Rodes mulai lengah, pangeran Sarunai mengarahkan tombak nya ke bagian jantung pangeran Rodes. Nyaris tombak itu mengenai jantung pangeran Rodes. Dengan secepat kilat Toyo. yang dipegang oleh pangeran Rodes menyabet kedua kaki pangeran Sarunai hingga terpelanting jatuh.


"Pangeran Sarunai!" teriak putri Baiti bersama dengan para ketiga dayang nya. Pangeran Sarunai menatap ke arah calon istrinya dan tersenyum seperti mengisyaratkan kalau dirinya baik-baik saja.


"Hahaha," suara tawa pangeran Rodes mulai menggema di sana. Sorot matanya mulai meremehkan pangeran Sarunai.


"Pangeran Sarunai! Apakah kamu masih belum mengakui kekalahan kamu, pangeran? Kalau begitu jangan salahkan aku jika hari ini aku akan melenyapkan kamu dari muka bumi ini," ucap pangeran Rodes. Pangeran Rodes segera melancarkan serangannya dengan jurus tangan kosong setelah senjata rahasia nya telah ia simpan nya. Namun sebelum serangan nya ia arahkan ke pangeran Sarunai kini putri Baiti berdiri diantara pangeran Sarunai dengan pangeran Rodes. Kini Putri Baiti menangkis serangan dari pangeran Rodes hingga keduanya mulai mengeluarkan semua energi yang ada di dalam tubuh nya.


Pangeran Rodes melebarkan matanya sambil mengeluarkan semua serangan ke arah pangeran Sarunai namun ditahan oleh putri Baiti. Kedua tenaga dalam mereka berada disertai kesakitan yang mereka miliki.


"Putri Baiti! Tolong menyingkirkan dari sini! Ini pertarungan antara aku dengan pangeran Sarunai. Jadi jangan ikut campur dalam pertarungan ini," ujar pangeran Rodes. Keduanya mulai saling serang dan mengeluarkan jurus-jurusnya dari kesaktiannya. Pangeran Sarunai dan juga pangeran Rodes tentu saja sangat terkejut ketika mengetahui kalau putri Baiti memiliki ilmu bela diri yang tidak bisa diragukan lagi. Bahkan putri Baiti juga memiliki jurus-jurusnya yang bisa mematikan lawan.


"Putri Baiti ternyata diam-diam memiliki ilmu kesaktian yang kuat dan tidak mudah dikalahkan," ucap para dayang-dayang putri Baiti. Para pengawal pribadi pangeran Rodes pun tidak kalah terkejut melihat hal itu. Putri Baiti yang terlihat lembut dan gemulai seperti seorang putri ternyata adalah seorang pendekar wanita. Bahkan putri Baiti memiliki ilmu kanuragan yang tidak main-main.

__ADS_1


"Ayo pangeran Rodes! Setelah sayembara itu, dan pemenangnya sudah diumumkan bahwa pangeran Sarunai adalah pemenang nya, dialah calon suami ku. Dan tugas ku adalah melindungi suami aku jika sudah dalam keadaan tidak berdaya." ucap putri Baiti dengan senyuman menyeringai.


__ADS_2