
Di alun-alun kota dengan berderet kursi- kursi kebesaran telah duduk putra mahkota dari berbagai kerajaan. Mereka hendak mengikuti sayembara untuk mendapatkan putri kerajaan yang bernama Haiti Singhasari. Raja kebesaran beserta ratu Singhasari sudah duduk di singgasana nya. Raja Singha dengan permaisuri Juwita dengan Gagah dan kecantikan nya duduk di singgasana nya yang penuh kemegahan.
Putri kerajaan Baiti telah duduk di kursi kebesaran nya dengan didampingi tiga orang dayang. Baiti masih diam dan membaca situasi yang ada. Awalnya Baiti sangat kebingungan dengan berpindah nya ke ruang dimensi lain dan berperan sebagai putri kerajaan Singhasari. Namun secara saat kebodohannya membuatnya bingung dengan tempat nya yang baru, ada yang menuntun dan menjelaskan segalanya.
Baiti dengan anggun nya duduk di singgasana menatap semua yang mengikuti sayembara hari itu. Sampai salah satu pemimpin sayembara berdiri untuk memulai acara. Rentetan acara sudah di umumkan dan gong tanda dimulai nya sayembara dimulai.
Satu persatu telah disebutkan namanya dan dua nama telah dipanggil dan maju ke atas panggung. Dia adalah putra mahkota dari Kerajaan tetangga yaitu kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Sunda. Dua putra mahkota kini sudah saling berhadapan. Kedua pangeran itu sudah mulai melakukan peregangan. Sayembara ini adalah keahlian beladiri tangan kosong tanpa mempergunakan tenaga dalam. Bela diri yang murni mengandalkan teknik dan fisik saja. Tidak diperkenankan menggunakan tenaga dalam maupun ajian kesaktian lainnya.
Pangeran Rodes dan juga pangeran Dores telah saling berhadapan. Setelah salah satu wasit memberikan aba- aba, kedua pangeran itu mulai bertanding. Mereka mulai menunjukkan bakat bela diri masing-masing sesuatu yang telah dipelajari nya dari guru beladiri nya. Pangeran Rodes mulai melancarkan tendangan kanannya dan Pangeran Dores dengan cepat menangkap kaki itu. Hingga Dengan mudah pangeran Dores membuat Pangeran Rodes terjatuh. Senyum kemenangan keluar dari sudut bibir pangeran Dores.
__ADS_1
" Ayo majulah!" ucap Dores dengan sombongnya.
" Jangan senang dulu pangeran Dores! Ini masih awal. Aku bahkan belum mengeluarkan teknik yang bisa membuat kamu terjatuh dan tidak bisa bangun lagi." ucap Rodes dengan keyakinan nya.
" Wow, aku takut!" ledek pangeran Dores.
Dugk
Dugk
__ADS_1
Suara tendangan dan pukulan mengenai bagian tubuh mereka yang dalam sayembara ini tanpa ada pelindung bodi atau tubuh. Mereka tanpa pelindung tubuh akan langsung merasakan pukulan maupun tendangan dari lawan tarungnya. Wasit sebagai pemimpin pertandingan pun mulai memberikan aba- aba untuk dimulai kembali pertandingan bela diri dengan tangan kosong dan tanpa tenaga dalam.
" Mulai!" teriak wasit itu lalu sedikit menjaga jarak dan ruang bagi Dua Pangeran itu untuk mulai beradu. Pangeran Dores mulai memberikan tendangan terbang dengan sasaran kepala pangeran Rodes. Namun Pangeran Rodes dengan cepat Bersalto untuk menghindari tendangan yang mematikan itu. Namun sebelum kedua kaki milik Dores turun ke bawah, dengan cepat Rodes menjegalnya hingga pangeran Dores terjatuh dari ketinggian Dua jengkal.
" Aduh pantatku!" ucap Pangeran Dores lirih sembari meringis dan mengelus pinggul nya yang kena hantaman kayu panggung itu. Pangeran Rodes mendekati pangeran Dores dan mengulurkan tangannya hendak menolong pangeran Dores untuk berdiri. Namun tangan itu ditampiknya oleh pangeran Dores.
" Jangan sombong dulu! Kita satu sama." ucap pangeran Dores dengan senyum seringai nya. Namun gemuruh penonton mulai memenuhi stadion alun- alun kota itu. Putri Baiti mulai tertarik melihat pertarungan itu. Baiti tersenyum ketika melihat pertarungan antara pangeran Dores dengan pangeran Rodes.
Baiti yang tersenyum menatap pangeran Rodes yang sudah menang itu ditangkap oleh Raja dan ratu Singhasari. Keduanya saling melemparkan senyuman nya.
__ADS_1
" Putri kita seperti nya menyukai pangeran Rodes." ucap Ratu Juwita.
" Benar! Semoga saja pangeran Rodes bisa memenangkan pertandingan ini." sahut Raja Singhasari.