SANG PENAKLUK DUA DIMENSI

SANG PENAKLUK DUA DIMENSI
KEMBALI KE PESANGGRAHAN


__ADS_3

Satu persatu pangeran itu telah menjawab dan menyelesaikan semua pertanyaan yang digunakan sebagai kompetisi. Belum ada pengumuman dengan babak itu. Kini akan dilanjutkan babak selanjutnya di mana masing-masing pangeran akan melakukan perburuan di dalam hutan dengan waktu dari mulai matahari terbit sampai tenggelam nya matahari.


Perlombaan berburu tersebut akan dilaksanakan besok pagi. Semua peserta atau pangeran akan berangkat berburu dengan start di stadion tersebut. Semua pangeran di anjurkan mengendarai kuda atau keledainya masing-masing.


Sistem perburuan tersebut akan dinilai dari beberapa jumlah yang didapatkan dari hasil berburu tersebut lalu ditimbang berat badannya hewan yang didapatkan.


Acara sayembara hari itu kini telah selesai. Semua peserta dan penonton meninggalkan stadion itu. Putri Baiti beserta ketiga dayang nya kini mulai meninggalkan stadion itu untuk kembali ke kamarnya. Dalam perjalanan pulang ke pesanggrahan nya, ketiga dayang membicarakan sayembara yang telah di selenggarakan tadi. Baiti, menyimak obrolan mereka sambil tersenyum.


"Semua pangeran-pangeran yang mengikuti sayembara kali ini sangat tampan. Jika aku boleh memilih, aku akan memilih pangeran Purbaya. Sudah gagah, pandai juga." ucap salah satu datang tersebut.


"Tidakkah kalian lihat, aku sangat menyukai pangeran Rodes. Seandainya saja pangeran Rodes menjadi suami aku.. hihihi." ucap pelayan yang kedua. Baiti tersenyum mendengar percakapan para pelayan-pelayannya.

__ADS_1


Kini mereka telah semakin dekat dengan pesanggrahan Baiti. Namun sebelum mereka tiba di pesanggrahan tersebut ada sosok yang mengikuti mereka. Baiti terdiam dan berhenti sejenak. Ketiga dayang Baiti pun juga ikut berhenti.


"Siapa gerangan tuan putri?" tanya salah seorang dayang yang kini mulai ketakutan.


"Entahlah! Sepertinya orang ini tidak akan berbuat jahat. Namun apa maksud mengikuti kita?" ucap Baiti.


"Kalau begitu kalian bertiga! Tinggalkan aku! Aku akan memancingnya supaya mau keluar dari persembunyiannya." kata Baiti.


Baiti mulai melihat sekelilingnya dan dengan indra keenam nya Baiti mulai menemukan keberadaan orang tersebut yang mengikutinya. Baiti kini tersenyum dan kembali melangkah meninggalkan tempat itu. Ketiga pelayan nya menjadi sangat kebingungan.


"Ayo kita kembali ke pesanggrahan!" perintah Baiti yang dengan cepat meninggalkan ketiga pelayan nya. Baiti mempergunakan ilmu meringankan tubuhnya. Kini ketiga pelayan tersebut menjadi tercengang mereka tidak ingin kehilangan tuan putri nya.

__ADS_1


"Apa maksud pangeran itu mengikuti aku?" gumam Baiti yang kini telah tiba di kamarnya. Ketiga pelayan nya mengetuk pintu kamar Baiti dan memastikan kalau Baiti sudah tiba di kamarnya.


"Tuan putri! Tuan putri!?" panggil pelayan itu. Baiti membuka kamar tempat nya beristirahat.


"Ada apa? Aku baik-baik saja! Kalian beristirahatlah dan tidak perlu menunggu di depan pintu kamarku. Aku akan berendam dan mandi sendiri tanpa kalian." ucap Baiti.


"Tapi tuan putri! Ini sudah tugas kami." sahut ketiga pelayan itu. Baiti menghela nafasnya lalu membuangnya dengan kasar.


"Terserah kalian saja! Pelayan! Aku menginginkan kopi, apakah di sini ada kopi yang aromanya enak." kata Baiti.


"Tentu saja, tuan putri! Saya akan membuatkan untuk anda." sahut salah satu pelayan itu. Kedua pelayan yang lain kini mulai membantu membuka gaun yang dikenakan oleh Baiti dan membantu nya membersihkan tubuh nya.

__ADS_1


__ADS_2