
Esok harinya semua orang telah berkumpul di stadion baik yang ingin menyaksikan sayembara maupun yang mengikuti sayembara. Semua pangeran yang mengikuti sayembara telah bersiap untuk mengikuti babak berikutnya yaitu berburu. Semua pangeran telah mengendarai kuda mereka.
Satu orang juri telah memanggil nama-nama pangeran yang akan mengikuti acara sayembara berikutnya. Pangeran yang ikut melanjutkan sayembara sudah di atas kudanya masing-masing.
Setelah juri itu memberikan aba-aba siap dan suara gong berbunyi semua peserta sayembara itupun telah berlari membawa kudanya menuju hutan untuk melakukan perburuan.
Putri Baiti sudah duduk di tempat duduk nya di dampingi oleh ketiga dayang pribadinya. Baiti harap-harap cemas dengan siapa yang akan menjadi pemenang nya nanti. Siapa yang akan menjadi pemenang sayembara akan menjadi pendamping putri Baiti dan akan menduduki tahta bagian timur kerajaan.
Raja dan ratu duduk di singgasana nya terlihat memperhatikan putri nya yang sepertinya juga harap-harap cemas akan siapa pangeran yang akan memenangkan sayembara tersebut.
__ADS_1
"Tenang saja putri, kami para dayang berdoa. Siapapun pemenang nya nanti, semoga pangeran itu adalah pangeran yang baik dan bijaksana." ucap salah satu dayang pribadi putri Baiti.
"Sebenarnya bukan hal itu saja yang aku takut kan. Setelah sayembara ini dan aku menjadi istri dari pangeran yang memenangkan sayembara ini. Apakah aku akan terkurung di dimensi ini? Apakah Aku tidak akan kembali lagi. Aku tidak akan bisa bertemu dengan guruku Nyi Gusti Ruroh dan juga Kakek Braja Sewu." pikir Baiti.
"Di sini aku memiliki ilmu pengobatan. Apakah dengan ini aku bisa menjalankan tugas guru yang harus melakukan kebaikan sebanyak seribu kali? Harus berapa lama aku di tempat ini? Sedang dengan guru kakek Braja Sewu aku belum menyelesaikan jurus tingkat ke tujuh Srigunting." pikir Baiti lagi.
"Minumlah ini terlebih dahulu, putri!" kata dayang lagi sambil memberikan gelas yang berisikan minuman buah yang menyegarkan tenggorokan. Putri Baiti menerimanya dengan tersenyum.
"Teman? Tidak tuan putri! Kami ini pelayan anda. Jadi sudah selayaknya kami mengabdi kepada tuan putri." kata dayang tersebut.
__ADS_1
"Apakah kalian nanti akan ikut serta dengan aku ketika aku diboyong bersama salah satu pangeran itu. Pangeran yang memenangkan sayembara ini?" tanya Baiti. Semua dayang itu saling berpandangan.
"Semua itu terserah titah anda tuan putri!" sahut dayang- dayang itu.
"Ikutlah dengan aku. Aku sudah merasakan dekat dengan kalian. Aku tidak ingin dayang baru yang lainnya." kata Putri Baiti.
"Terimakasih tuan putri! Kami semua akan mengikuti putri dan mengabdi kepada putri kemana pun putri pergi." ucap ketiga dayang tersebut.
"Aku akan membicarakan ini kepada Ayahanda dan ibunda untuk bisa membawa kalian ikut bersama ku nanti." kata Putri Baiti.
__ADS_1
"Terimakasih banyak tuan putri." ucap semua dayang tersebut. Putri Baiti tersenyum sangat manis.
Kembali putri Baiti menatap jauh ke depan. Di mana semua pangeran saat ini telah melakukan perburuan di dalam hutan. Mereka akan melakukan perburuan sampai matahari akan tenggelam. Di dalam hutan itu tidak semua orang bisa keluar dari sana. Hutan itu dikenal terdapat beberapa monster yang akan mengambil jantung orang untuk dijadikan makanan mereka. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran putri Baiti jika ada pangeran yang terjebak di dalam hutan itu dan tidak bisa keluar dari sana.