SANG PENAKLUK DUA DIMENSI

SANG PENAKLUK DUA DIMENSI
PANDAI MASAK


__ADS_3

Nurbaiti melesat membawa Siria ke gubuk tempat tinggal kakek Braja Sewu. Mereka berdua melewati hutan- hutan belantara untuk sampai di tempat kakek Braja Sewu itu. Setiba nya di sana, kakek Braja Sewu dibuat terkejut oleh Nurbaiti yang datang bersama dengan seorang gadis muda.


" Siapa dia Nurbaiti?" tanya kakek Braja Sewu seraya menarik lengan Nurbaiti menjauh dari Siria. Suaranya dibuat pelan agar Siria tidak bisa mendengar nya.


" Dia Siria, kek! Tadi ketika aku perjalanan pulang mendengar suara meminta tolong, dan ternyata adalah suara Siria yang saat itu diganggu oleh beberapa orang pria bandit." terang Nurbaiti.


" Setelah kamu menolong dan menyelamatkan gadis itu, lalu kamu membawanya ke gubuk kakek? Apakah kamu tidak pernah berpikir jika gadis itu ternyata hanyalah seorang mata- mata yang sengaja menjebak kamu supaya bisa ikut bersama mu di gubuk ini." sangka kakek Braja Sewu.

__ADS_1


" Tidak, kakek! Itu tidak mungkin! Gadis seperti Siria tidak seperti itu. Bahkan beberapa laki-laki yang sudah mengganggu Siria tadi, semuanya aku ringkus hingga tidak berdaya. Kakek tahu? Aku mengeluarkan jurus srigunting tingkat lima sekaligus untuk memusnahkan mereka." kata Nurbaiti penuh semangat. Untuk sesaat kakek Braja Sewu tersenyum senang lantaran Nurbaiti telah menggunakan jurusnya untuk melawan orang-orang yang suka berbuat onar.


" Tetapi aku tetap saja tidak suka, jika kamu membawa Siria ke gubuk ini! Kembalikan gadis muda itu ke habitatnya! Pokoknya aku tidak mau tahu!" ucap kakek Braja Sewu.


" Tetapi kenapa, kek? Bahkan gadis itu masih sangat muda, dia bisa kakek angkat sebagai murid kakek Braja Sewu setelah aku. Lagipula aku di sini tidak akan lama lagi, kek. Kakek bisa melatih Siria beberapa jurus dan kanuragan untuk menjaga dirinya dari orang-orang yang berbuat jahat." ucap Nurbaiti. Kakek Braja Sewu sesaat terdiam memikirkan apa yang dikatakan oleh Nurbaiti.


Tidak jauh mereka berbincang-bincang antara Nurbaiti dengan Kakek Braja Sewu, Siria sudah meninggalkan saung itu dan berada di pawon atau tempat memasak di samping gubuk kakek Braja Sewu. Siria kini sudah sibuk mengolah makanan daru bahan- bahan yang masih tersedia di sana. Apalagi Nurbaiti tadi pulang juga membawa belanjaan. Aroma masakan kini sudah menusuk hidung Nurbaiti dan juga kakek Braja Sewu. Kakek Braja Sewu mencari- cari sumber bau yang telah menggugah selera makannya.

__ADS_1


" Siapa yang memasak? Sepertinya masakan ini sangat enak dan lezat. Bau daging dengan rempah- rempah yang komplit benar-benar membuat perut semakin keroncongan.


" Aku pikir, Siria kek! Gadis muda itu pasti yang telah memasak." sahut Nurbaiti.


Tidak berapa lama, Siria tiba dengan beberapa piring dari tanah liat ditangannya. Di atasnya makanan yang bagi kakek Braja Sewu dan Nurbaiti adalah jenis masakan yang belum pernah dilihat nya. Siria meletakkan piring- piring itu di dalam saung. Siria kembali berjalan ke ruang masak untuk mengambil makanan hasil masakan nya. Kakek Braja Sewu dan juga Nurbaiti sudah penasaran akan rasa jenis makanan yang dimasak oleh Siria.


Kakek Braja Sewu dan juga Nurbaiti segera melahap makanan yang sudah tersaji di atas meja itu sebelum Siria kembali datang.

__ADS_1


" Rasanya benar- benar enak Kek! Aku pikir, Siria harus tinggal di sini supaya bisa memasak setiap hari di sini." ucap Nurbaiti sambil mengunyah makanan nya yang sudah masuk ke dalam mulut nya.


__ADS_2