
Pangeran Sarunai melesat terbang membawa Putri Baiti hingga meninggalkan semua pengawal dan juga dayang-dayang pangeran Sarunai dan juga putri Baiti. Kini pangeran Sarunai berhenti di sebuah hutan yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman buah-buahan segar yang bisa dimakan. Putri Baiti sangat takjub melihat hutan belantara itu yang jenis tumbuhan nya adalah buah-buahan dengan bermacam-macam jenisnya.
"Wow apakah buah-buahan ini semuanya bisa dimakan dan tidak beracun pangeran?" tanya putri Baiti yang kini hendak memetik buah yang kulitnya hijau mulus. Namun karena sulit menjangkau nya lantaran tinggi akhirnya putri Baiti menggunakan jurus peringan tubuh untuk memetik buah jenis itu yang membuatnya ingin memakannya.
"Hem ini sangat enak dan manis sekali. Apakah pangeran tahu ini buah apa?" tanya Putri Baiti sambil menggigit buah yang baru saja diambilnya. Pangeran Sarunai tersenyum melihat Putri Baiti memakan buah apel itu.
__ADS_1
"Itu namanya buah apel, putri Baiti!" sahut pangeran Sarunai.
"Hem, sama juga namanya. Aku pikir berbeda nama nya buah ini," batin Putri Baiti.
"Baiklah! Kalau begitu kita segera lanjutkan perjalanan kita supaya kita tiba lebih awal," sahut Putri Baiti. Pangeran Sarunai tersenyum menatap senyuman putri Baiti yang sangat manis. Pangeran Sarunai mulai mendekati putri Baiti dan mengajaknya terbang segera. Pangeran Sarunai mengulurkan tangannya kepada putri Baiti. Dengan cepat Pangeran Sarunai memeluk pinggang Putri Baiti dan mulai membawanya terbang dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya. Putri Baiti sangat takjub dengan ilmu meringankan tubuh yang dimiliki oleh pangeran Sarunai. Diam-diam pangeran Sarunai masih menyimpan banyak kelebihan nya. Padahal ketika bertarung dengan pangeran Rodes seolah-olah pangeran Sarunai hanya memiliki beberapa kanuragan dan tingkat kemampuan nya terkesan lebih unggul pangeran Rodes daripada pangeran Sarunai.
__ADS_1
Dalam perjalanan di udara tersebut putri Baiti diam-diam memperhatikan pangeran Sarunai wajahnya dari dekat. Walaupun terbang sangat cepat namun Putri Baiti bisa menikmati ketampanan pangeran Sarunai. Hingga pangeran Sarunai dalam diam tersenyum ketika melihat putri Baiti memperhatikan wajah tampan nya.
Kerena cuaca sore itu sudah dingin dan terasa sejuk membuat putri Baiti tertidur. Kini pangeran Sarunai semakin mempererat pelukannya. Pegangan tangan Putri Baiti sudah terlepas kini pangeran Sarunai semakin kesulitan untuk membawa terbang Putri Baiti. Pangeran Sarunai turun sebentar dan akhirnya membenarkan posisi nya dengan menggendong putri Baiti dari belakang. Lalu pangeran Sarunai kembali melesat terbang cepat dengan menggendong putri Baiti yang saat ini sudah tertidur pulas.
Malam telah tiba, semakin larut akhirnya pangeran Sarunai menghentikan perjalanan nya. Kini pangeran Sarunai berada di sebuah pinggiran kota. Dengan menggendong putri Baiti, pangeran mencari penginapan kecil di tempat itu. Beruntung pangeran mendapatkan satu kamar di penginapan itu. Kini pangeran Sarunai membaringkan tubuh putri Baiti yang masih tidur. Dan kini pangeran Sarunai pun ikut memejamkan mata dan mengistirahatkan dirinya.
__ADS_1