SANG PENAKLUK DUA DIMENSI

SANG PENAKLUK DUA DIMENSI
KEINDAHAN ITU


__ADS_3

"Mandilah kamu, kita akan segera melanjutkan perjalanan kita ke kerajaan Sarunai. Ayahanda dan ibunda pasti sudah menantikan kedatangan kita, putri," kata pangeran Sarunai.


"Eh, em baiklah!" sahut Baiti seraya dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Pangeran Sarunai yang menatap Baiti yang gugup dan canggung menjadi semakin gemas. Rasanya pangeran Sarunai sudah susah payah menahan dirinya untuk segera menikahi putri Baiti.


"Putri Baiti! Aku akan segera menikahi kamu," gumam Pangeran Sarunai dengan tersenyum lebar.


🦂🦂🦂🦂🦂


Cukup lama Baiti berada di dalam kamar mandi.. Dengan gelisah pangeran Sarunai menunggu putri Baiti keluar dari dalam. Karena sudah tidak sabar, pangeran Sarunai mengetuk pintu kamar mandi dan meneriakkan nama putri Baiti.


"Putri Baiti! Apakah ada masalah? Kenapa putri sangat lama sekali berada di dalam?" ucap pangeran Sarunai dengan keras. Putri Baiti yang berada di dalam tentu saja bisa mendengar nya dengan jelas karena saat ini putri Baiti sudah hampir selesai.

__ADS_1


Benar, tidak lama putri Baiti keluar sudah dalam keadaan bersih. Putri Baiti sudah mengganti kain yang melekat di badannya dengan lain warna. Hijau adalah warna kesukaan putri Baiti. Namun hal ini lah yang menyebabkan pangeran Sarunai melebar bola matanya saat melihat penampilan putri Baiti yang baru dengan kain yang melekat di badannya sangat ketat sehingga terlihat lah bentuk indah nan seksi yang dimiliki putri Baiti. Putri Baiti tentu saja heran ketika pangeran Sarunai menatapnya tanpa berkedip dan dirinya seperti salah.


"Ada apa pangeran? Apakah ada yang salah dengan penampilan saya?" tanya Baiti yang tidak sadar diri ketika merubah penampilannya itu menyebabkan pikiran seorang laki-laki dewasa akan mengkhayalkan yang bukan-bukan.



Pangeran Sarunai melangkah mendekati putri Baiti dan menutupi bagian dada Baiti dengan kain tipis berwarna hijau. Baiti menatap lekat pangeran Sarunai yang seperti nya sangat menjaga penglihatannya dari keindahan yang ditampilkan Baiti di depannya.


"Em, aku.. aku tidak bermaksud demikian pangeran," sahut putri Baiti yang seketika tidak berani menatap ke bola mata pangeran Sarunai. Pangeran Sarunai tersenyum melihat putri Baiti malu atas penampilan sebelum nya.


"Atau putri memang sengaja mengenakan kain hijau yang terbuka itu untuk menggoda saya?" sahut pangeran Sarunai menggoda. Sontak saja putri Baiti memerah wajahnya dengan tuduhan pangeran Sarunai demikian.

__ADS_1


"Eh, em tidak, pangeran!" sahut putri Baiti berusaha membela dirinya. Pangeran dengan berani mendekati putri Baiti dan mengambil sedikit rambut panjang putri Baiti yang terurai panjang. Pangeran Sarunai mencium wanginya rambut putri Baiti dan menikmatinya.


"Putri Baiti memiliki keindahan seperti bidadari. Jika sedikit saja putri menunjukkan keindahan itu, siapapun pria yang melihat nya pasti akan menjadi gila. Demikian halnya dengan diriku yang hanya berada di dekat putri Baiti saja sudah sangat kecanduan dengan wangi rambut, tubuh dan juga senyuman itu," ucap pangeran Sarunai.


"Apakah saat ini saya sedang mendengar rayuan dari pangeran Sarunai?" sahut putri Baiti yang seketika merona wajahnya. Pangeran Sarunai terkekeh melihat putri Baiti tiba-tiba menjadi sangat malu ketika mendapatkan rayuan dari pangeran Sarunai.


"Baiklah putri! Sudahkah putri bersiap? Kita akan segera meninggalkan penginapan ini dan melanjutkan perjalanan ke kerajaan Sarunai.


"Hem, saya sudah siap dari tadi pangeran," sahut putri Baiti.


Pangeran Sarunai segera mengajak putri Baiti meninggalkan penginapan itu dan kembali melanjutkan perjalanan ke kerajaan Sarunai.

__ADS_1


__ADS_2