SANG PENAKLUK DUA DIMENSI

SANG PENAKLUK DUA DIMENSI
PERTARUNGAN


__ADS_3

Kembali pangeran Sarunai dan Pangeran Rides melancarkan serangan nya. Kini jurus yang mereka keluarkan ditambah energinya hingga lima puluh persen dari kekuatan yang tersimpan. Baiti segera mundur di posisi nya berdiri.


"Jurus selempang maut! Hiatt!" teriak pangeran Sarunai.


"Jurus memutar angin! Hiat!!" sahut pangeran Rodes dengan teriakan nya.


Cahaya keemasan kini keluar dari telapak tangan pangeran Sarunai ketika memberikan serangan ke arah pangeran Rodes. Sedangkan pangeran Rodes kini seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya kebiruan. Ini seperti cahaya pelindung dari segala bentuk serangan. Benar saja ketika pangeran Sarunai melancarkan serangan dari telapak tangan nya yang mengeluarkan cahaya keemasan ke arah pangeran Rodes, tubuh pangeran Sarunai terpelanting jauh dengan jarak bekisar dua puluh meter dari posisi Sarunai menyerang ke arah Rodes.

__ADS_1


Pangeran Sarunai tiba-tiba menyemburkan darah kehitaman dari mulutnya. Saat ini pangeran Sarunai seperti lemah dan tanpa daya. Putri Baiti berlari dan menghambur ke arah pangeran Sarunai.


"Pangeran Sarunai! Pangeran, apakah engkau baik-baik saja?" tanya Baiti.


"Sepertinya tenaga dalam ku sudah terkuras hampir tujuh puluh persen. Ini sangat sulit jika harus melawan pangeran Rodes. Putri, aku mengakui kekalahan ini. Lebih baik putri Baiti ikutlah bersama dengan pangeran Rodes. Pangeran Rodes akan melindungi putri Baiti dari segala tindak kejahatan yang berniat mencelakai putri," ucap pangeran Sarunai dengan suara yang makin melemah.


"Tidak putri! Jangan membuang-buang energi mu kepada ku, putri!" ucap Pangeran Sarunai. Putri Baiti menggelengkan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


"Diam lah pangeran! Jangan putus asa seperti itu! Duduklah bersila dan aku akan menyalurkan energi ku kepada pangeran Sarunai,"


Putri Baiti kini menyentuh punggung pangeran Sarunai lalu mulai menyalurkan energi nya sebanyak lima puluh persen dari semua yang di miliki oleh putri Baiti. Cahaya putih itu mulai keluar dari telapak tangan putri Baiti. Pangeran Sarunai duduk bersila sambil memusatkan dirinya dalam pemulihan tenaga dalamnya. Pangeran Sarunai menyerap energi yang di salurkan oleh Putri Baiti ke dalam tubuh nya. Pangeran Sarunai menarik nafasnya dan mencoba mengatur serta menstabilkan aliran darahnya yang sedari tadi melemah. Hampir sepuluh menit akhirnya pangeran Sarunai menghela nafasnya. Putri Baiti menyudahi kegiatan transfer energi itu terhadap pangeran Sarunai.


Tidak jauh dari pangeran Sarunai dan juga putri Baiti melakukan transfer energi, pangeran Rodes memperhatikan kedekatan keduanya yang semakin dekat. Ada api kecemburuan di matanya, namun pangeran Rodes tidak ingin gegabah dan menyerang pangeran Sarunai ketika mendapatkan bantuan dari Putri Baiti.


"Pangeran Sarunai, sekarang tenaga pangeran sudah kembali pulih," ujar putri Baiti lalu menjauh dari arena pertarungan di antara mereka tadi. Putri Baiti mendekati para dayang nya yang masih setia menyaksikan pertandingan yang diluar sayembara. Namun pertandingan yang mengeluarkan kesaktian diantara kedua pangeran tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana pangeran Sarunai? Apakah kamu masih bersikeras melanjutkan pertempuran ini melawan aku? Apakah kamu belum ingin mengakui kekalahan kamu? Seorang pria sejati yang sudah kalah dan mengalami luka dalam, akhirnya diobati oleh seorang putri. Apakah ini tidak membuat kamu malu? Hahaha," pangeran Rodes mencoba memancing emosi pangeran Sarunai. Namun pangeran Sarunai paham apa yang diinginkan oleh pangeran Rodes. Jika pangeran Rodes sejatinya masih menginginkan dan melanjutkan pertarungan dengan pangeran Sarunai.


__ADS_2