
Putri Baiti ternyata diam-diam memiliki ilmu kesaktian yang kuat dan tidak mudah dikalahkan," ucap para dayang-dayang putri Baiti. Para pengawal pribadi pangeran Rodes pun tidak kalah terkejut melihat hal itu. Putri Baiti yang terlihat lembut dan gemulai seperti seorang putri ternyata adalah seorang pendekar wanita. Bahkan putri Baiti memiliki ilmu kanuragan yang tidak main-main.
"Ayo pangeran Rodes! Setelah sayembara itu, dan pemenangnya sudah diumumkan bahwa pangeran Sarunai adalah pemenang nya, dialah calon suami ku. Dan tugas ku adalah melindungi suami aku jika sudah dalam keadaan tidak berdaya." ucap putri Baiti dengan senyuman menyeringai.
"Baiklah! Secara langsung kamu sudah menolak aku putri! Jika aku tidak bisa mendapatkan kamu, pangeran Sarunai pun tidak bisa memiliki kamu, putri. Aku akan menyingkirkan pangeran Sarunai dengan melenyapkan dirinya di muka bumi," ujar pangeran Rodes.
"Putri, menepi lah! Biar aku yang akan melawan pangeran Rodes. Ini sudah menantang harga diri aku sebagai pangeran Sarunai dan juga calon suami dari seorang putri di Kerajaan Singhasari," ucap pangeran Sarunai.
"Tapi pangeran Sarunai! Bagaimana dengan luka dalam kamu yang terkena serangan dari senjata rahasia milik pangeran Rodes?" tanya putri Baiti seolah sangat mengkhawatirkan keadaan pangeran Sarunai yang terkena senjata rahasia milik pangeran Rodes.
"Ini bukan luka yang serius, putri! Seorang putri Baiti layak untuk diperjuangkan," ucap pangeran Sarunai dengan senyumnya. Kini deretan giginya yang putih ditunjukkan kepada calon istri nya, putri Baiti. Pipi putri Baiti kini bersemu merah tatkala mendengar rayuan dari pangeran Sarunai.
__ADS_1
Pangeran Rodes tiba-tiba melancarkan serangan nya ke arah pangeran Rodes. Hal ini membuat putri Baiti dan juga pangeran Sarunai sangat terkejut dengan serangan tiba-tiba yang dikeluarkan oleh pangeran Rodes.
"Hiattt!" teriak pangeran Rodes. Dengan cepat akhirnya pangeran Sarunai menghindari serangan yang tiba-tiba yang mengarahkan kepada nya.
Jurus selempang maut! Hiatt!" teriak pangeran Sarunai.
"Jurus memutar angin! Hiat!!" sahut pangeran Rodes dengan teriakan nya.
Cahaya keemasan kini keluar dari telapak tangan pangeran Sarunai ketika memberikan serangan ke arah pangeran Rodes. Sedangkan pangeran Rodes kini seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya kebiruan. Ini seperti cahaya pelindung dari segala bentuk serangan. Benar saja ketika pangeran Sarunai melancarkan serangan dari telapak tangan nya yang mengeluarkan cahaya keemasan ke arah pangeran Rodes, tubuh pangeran Sarunai terpelanting jauh dengan jarak bekisar dua puluh meter dari posisi Sarunai menyerang ke arah Rodes.
Kembali senjata rahasia mereka, kembali beradu. Setelah kedua pangeran itu mengeluarkan senjata rahasia nya yang tersimpan di dalam ruang dimensi lain.
__ADS_1
Duaggg.
Jeduarr.
Bukkk.
Serangan yang bertubi-tubi dari kedua pangeran itupun mulai dikerahkan. Pertarungan kali ini benar-benar seperti pertarungan hidup dan mati lantaran menjunjung harga diri masing-masing. Perebutan putri Baiti sebagai calon istri dan juga permaisuri seperti benar-benar diperjuangkan. Apalagi dengan pangeran Sarunai yang awalnya pertarungan tadi hanya sekedar melayani emosi dari pangeran Rodes. Kini terlihat serius untuk menyudahi pertarungan itu dengan kemenangan untuk dirinya.
Betapa jantung putri Baiti berdetak dengan sangat kencang. Dia mengkhawatirkan kemenangan dari pertempuran kali ini. Tentu saja Putri Baiti menghendaki kemenangan dari pangeran Sarunai. Namun putri Baiti tidak menginginkan kematian dari pangeran Rodes. Pertarungan seperti ini bukanlah pertarungan yang sesungguhnya yang melawan musuh.
"Aku harap, kemenangan ini akan menjadi kemenangan mutlak dari pangeran Sarunai. Namun demikian aku tidak menghendaki ada nyawa yang melayang dari pertarungan ini," gumam putri Baiti.
__ADS_1