SANG PENAKLUK DUA DIMENSI

SANG PENAKLUK DUA DIMENSI
MENGUASAI JURUS SRIGUNTING


__ADS_3

Kakek Braja Sewu telah memberikan beberapa jurus kepada Nurbaiti. Betapa gembira nya Kakek Braja Sewu itu mendapati Nurbaiti dengan cepat dan mudah menerima jurus- jurus yang telah diajarkan oleh kakek Braja Sewu. Satu, dua, tiga jurus itu telah dimainkan oleh Nurbaiti, namun kekuatan nya sudah mulai keluar dari telapak tangan ketika Nurbaiti memainkan jurus dan mengeluarkan tenaganya.


" Nurbaiti! Kamu jangan boros memakai energi dan tenaga dalam yang kamu miliki. Jangan beri tenaga dalam terlebih dahulu saat kamu berlatih dan mencoba jurusnya. Nanti saja kalau sudah aku perintahkan untuk mempergunakan beberapa persen dari tenaga kamu, baru kamu masukkan energi itu ketika kamu mulai memainkan jurus Srigunting ini." ucap kakek Braja Sewu.


Nurbaiti menganggukkan kepalanya. Nurbaiti tetap memainkan jurus yang sudah diberikan oleh kakek Braja Sewu itu. Kembali kakek Braja Sewu melanjutkan beberapa gerakan untuk menyempurnakan jurus srigunting tingkat satu itu. Nurbaiti kembali menirukan gerakan tersebut. Hingga lengkap sudah jurus srigunting itu diberikan oleh kakek Braja Sewu.


" Sekarang coba mainkan jurus srigunting tingkat satu tersebut, Nurbaiti! Namun jangan kau gunakan tenaga dalam kamu." perintah kakek Braja Sewu. Nurbaiti kini mulai melakukan apa yang diperintahkan oleh kakek Braja Sewu. Dari gerakan pertama sampai terakhir telah diperagakan oleh Nurbaiti tanpa ada satu gerakan pun yang salah. Kakek Braja Sewu benar-benar dibuat terpukau oleh gerakan itu. Nurbaiti sudah seperti hapal tanpa banyak berpikir ketika melakukan gerakan jurus srigunting tingkat satu tersebut. Kakek Braja Sewu tersenyum melihat nya.


" Sekarang beri sedikit energinya dan tenaga dalam mu ketika melakukan gerakan jurus srigunting tingkat satu itu. Lalu arahkan pada pohon kelapa yang jauh itu." perintah kakek Braja Sewu itu. Nurbaiti tanpa banyak bertanya-tanya segera melakukan gerakan jurus srigunting itu dengan fokus.


" Beri tenaga dalam kamu lima persen saja, bocah! Jika lebih dari itu bisa hancur gubuk milik kakek ini. Lalu kita akan tinggal di mana kalau gubuk kita ini hancur?" ucap Kakek Braja Sewu.


Dengan menyahut Nurbaiti segera mengerahkan sasaran itu ke pohon kelapa. Dan semua buah- buah kelapa yang masih muda pun ikut terjatuh. Hingga berserakan dan salah satunya mengenai kepala kakek Braja Sewu.

__ADS_1


" Aduh! Bocah bandel! Kamu dengan sengaja mengarahkan buah kelapa itu ke tempat kakek rupanya?" tuduh Kakek Braja Sewu.


" Tidak kek! Jangan berprasangka buruk kek! Sesungguhnya orang yang berprasangka buruk akan terkena imbas jomblo seumur hidup. Seperti kakek Braja Sewu ini, selalu ditolak cinta nya pada wanita yang disukainya." sahut Nurbaiti. Kakek Braja Sewu meradang dan kini mulai melancarkan jurusnya menyerah Nurbaiti.


Bug


Duaaar


Jurus srigunting tingkat satu kini beradu dari milik kakek Braja Sewu dengan milik Nurbaiti. Walaupun gerakan itu sama namun tenaga dalam yang dikeluarkan antara kakek Braja Sewu dengan Nurbaiti memiliki tenaga yang berbeda. Dua ledakan itu bersatu menyuarakan suara yang keras di sekitar itu. Kakek Braja Sewu menggiring Nurbaiti jauh dari gubuk tempat tinggal nya selama ini.


Tanpa disadari Nurbaiti telah berada di pinggiran hutan jauh dari gubuk tempat tinggal mereka. Kakek Braja Sewu terkekeh atas keberhasilan Nurbaiti dalam menerima jurus srigunting tingkat satu tersebut.


" Bagus! Kamu sudah bisa menguasai jurus srigunting tingkat satu Nurbaiti! Kamu benar-benar murid Nyi Gusti Ruroh yang pantas dibanggakan. Aku ikut bangga kini kamu pun telah menjadi murid ku." ucap Kakek Braja Sewu. Nurbaiti segera bersujud di kaki gurunya itu memberikan penghormatan nya.

__ADS_1


" Jurus srigunting tingkat 2 sampai ke 10 kamu akan lebih mudah untuk menguasai nya. Ini mungkin saja tidak akan memakan waktu sampai sepuluh tahun. Kamu bisa mencapai jurus itu kurang lebih satu tahun jika kamu lebih bekerja keras lagi." ucap Kakek Braja Sewu.


" Terimakasih banyak, guru! Aku tidak akan mengecewakan guru!" sahut Nurbaiti.


" Kalau begitu pergilah ke kota dan belikan aku kopi hitam yang super harum aromanya. Kamu boleh membeli apa saja yang kamu inginkan." perintah kakek Braja Sewu seraya melemparkan satu kantong yang berisi uang kepada Nurbaiti. Nurbaiti menimang lalu membuka kantong uang tersebut.


" Dari mana kakek, memiliki uang sebanyak ini?" tanya Nurbaiti yang heran ketika diam- diam kakek Braja Sewu memiliki banyak simpanan uang.


" Itu masih belum seberapa. Kakek masih memiliki banyak uang. Yang penting guru mu ini tidak jual diri untuk mendapatkan berkantong- kantong yang berisi uang." ucap kakek Braja Sewu. Nurbaiti terkekeh mendengarkan ucapan dari gurunya itu.


" Bagus! Selama kamu bersama dengan kakek, kamu akan banyak tersenyum dan tertawa. Tidak seperti dengan Nyi Gusti Ruroh yang pembawaannya selalu serius. itu." kata Kakek Braja Sewu. Nurbaiti segera undur diri lalu melesat ke kota untuk membelikan pesanan kakek serta dirinya ingin membeli sesuatu.


" Aku mau membeli makanan yang lezat- lezat." gumam Nurbaiti dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2