
Matahari mulai tenggelam, senja sudah menampakkan warna nya. Beberapa orang yang menyaksikan sayembara di stadion itu dengan setia menunggu pangeran yang mengikuti kompetisi berburu di dalam hutan. Perasaan was-was mulai berkecamuk lantaran belum ada satu pangeran pun yang tiba ke stadion tersebut.
Hutan yang digunakan sebagai tempat perburuan itu terkenal angker dan ketika sudah masuk ke dalam hutan tersebut akan sulit untuk ke luar. Namun dengan bantuan beberapa sesepuh yang memiliki kanuragan yang tinggi semua pangeran itu akan tiba dengan selamat ke stadion kembali dengan membawa hasil perburuan nya.
Terlihat putri Baiti telah letih duduk menunggu di kursi nya. Raja dan Ratu Singhasari masih di singgasana nya. Sampai akhirnya terdengar suara gong dibunyikan dengan keras. Suara gong itu adalah sebagai pertanda kalau perburuan itu segera habis waktu nya. Suara gong itu bisa terdengar sampai jauh dengan jarak kilometer.
Kini terdengar suara hentakan kaki kuda secara serentak menuju ke stadion. Sambutan penonton kini mulai riuh terdengar. Mereka sangat lega ketika semua pangeran telah tiba dengan hasil buruan dan dalam keadaan selamat.
Satu persatu pangeran menuju ke dewan juri untuk menunjukkan hasil buruan mereka.. Ada yang terlihat sangat kesulitan lantaran hasil perburuan mereka mendapatkan daging dari hewan buruan mereka yang cukup besar.
__ADS_1
Juru mulai menimbang berat daging dari hewan buruan mereka. Semua menunggu penghitungan dari hasil mereka berburu tersebut yang dilakukan Oleh beberapa juri dalam sayembara tersebut.
Putri Baiti ikut merasa ketegangan siapa gerangan yang mendapatkan hasil berburu mereka yang terbesar. Hasil terbesar itu akan menentukan pemenang dalam sayembara tersebut.
"Kira-kira siapa yang mendapatkan hasil berburu yang terbesar yah?" tanya salah satu dayang yang bernama Domi.
"Tadi aku melihat pangeran Rides sudah sangat kesulitan membawa hasil berburu nya. Mungkin saja pangeran Rodes," ucap dayang yang bernama Miti.
"Benarkah?" sahut Putri Baiti sampai ikut menyahuti. Ketiga dayang tersebut tersenyum.
__ADS_1
"Benar tuan Putri Baiti! Beberapa hewan yang berjenis harimau telah mengikuti Pangeran Sarunai. Saya rasa harimau tersebut sepasang yaitu jantan dan betina. Saya yakin jika pangeran Sarunai lah pemenangnya dalam kompetisi ini," sahut Suria. Putri Baiti tertunduk menyembunyikan wajah nya yang mulai memerah.
"Aku bahkan tidak pernah mengira kalau ditempat ini bakal menikah dan menjadi pengantin. Tidak Kah guru menyelamatkan aku dari ruang ini? Dimana di zaman ini sudah jauh berbeda dengan zaman aku sebelum aku masuk ke dimensi ini," pikir Nurbaiti.
Terdengar suara juri telah membacakan hasil timbangan dari perburuan semua pangeran yang mengikuti kompetisi berburu dalam sayembara itu.
"Dan nilai tertinggi dan ditambah hasil perburuan yang memiliki berat hewan yang paling besar adalah..." ucapan dari salah satu juri di sayembara tersebut.
"Adalah pangeran Sarunai!" teriak juri. Riuh suara penonton terdengar. Tepuk tangan dari semua yang berada di stadion itu serentak terdengar. Demikian juga dengan Putri Baiti dan juga ketiga dayang nya.
__ADS_1
"Benar bukan? Pangeran Sarunai lah yang menjadi pemenang nya," kata Suria. Putri Baiti menatap dari kejauhan Pangeran Sarunai melemparkan senyumnya kepada dirinya.
Tiba akhirnya baginda raja mengalungkan selempang kemenangan kepada pangeran Sarunai. Ditambahkan dengan beberapa bentuk penghargaan dan juga kehormatan. Putri Baiti kini telah berada di dekat baginda raja dan ratu serta beberapa pangeran yang mendapatkan hadiah penghargaan lainnya. Setelah itu putri Baiti kini berada di sisi pangeran Sarunai memberikan ucapan selamat dan penghargaan. Setelah itu baginda raja dan ratu serta Putri Baiti kembali ke tempat duduknya.