Sang Serigala Malam

Sang Serigala Malam
BAB. 9 MEMULAI BISNIS DENGAN GEDUNG PERSATUAN ALKEMIS


__ADS_3

"B4j1n9an beraninya kau memukuli tuan muda ini, apakah kamu tau siapa aku." ucap pemuda itu.


"Aku tidak tau dan tidak ingin tau juga aku tidak peduli padamu." jawab Roju dengan cuek.


"aku adalah teman dari seorang murid dalam sekte Kumbang Terbang." ucap pemuda itu dengan mengancam.


"hei b0doh aku katakan lagi padamu ya. Mau kau murid luar sekte menengah ataupun murid elit sekte tingkat atas aku tidak peduli." Jawab Roju dengan acuh lalu menendang tubuh pemuda itu hingga terlempar hampir keluar gerbang Gedung Persatuan Alkemis.


"Hei kalian penjaga bod0h kenapa kalian membiarkan seorang brandalan masuk kedalam." ucap pemuda itu memarahi para penjaga.


"mohon maaf tuan orang itu merupakan jenius no 1 sekte Daun Emas, kami Gedung Persatuan Alkemis tidak takut dengan Sekte rendah namun pemuda itu kekuatannya berada di atas kami semua." jelas salah seorang penjaga.


"Dasar penjaga tidak berguna." lalu pemuda itu pergi meninggalkan Gedung Persatuan Alkemis dengan menunggak kuda siluman kelas 2 yang terkenal memiliki kecapatan dan mudah untuk di jinakan.


Roju yang melihat pemuda itu pergi dengan kesal sedikit gembira.


"Hahahahahaaha setelah dia kembali maka koin emasku akan bertambah." Roju membatin dan tersenyum.Mata Roju tertuju pada sebuah kertas yang terdapat simbol-simbol aneh yang ada di tangannya. Lalu menyimpannya kembali ke dalam cincin dimensinya.


Roju berjalan menuju ke lantai 3 tempat dimana Gedung Persatuan Alkemis menilai dan membeli herbal.


Di lantai 3 terlihat bebrapa orang mengantri di luar pintu sebuah ruangan yang cukup besar. Mereka adalah orang yang ingin menjual herbal pada Gedung Persatuan Alkemis.


Setelah 1 jam setengah menunggu akhirnya tiba giliran Roju untuk masuk.


Di dalam ruangan tampak terlihat seorang pria sepuh duduk di depan meja sambil meminum teh.


"Permisi tuan Alkemis saya seorang murid kecil dari sekte Daun Emas ingin menjual beberapa herbal apakah tuan alkemis mau membelinya." Roju membuka pembicaraan dengan sopan.


"keluarkan barang yang hendak kamu jual." ucap alkemis sepuh itu.


"Ini semua herbal yang saya ingin jual kepada Gedung Persatuan Alkemis tuan alkemis." Ucap Roju sambil mengeluarkan 1 tangkai Bunga Cahaya, 1 Buah Ketapang Hutan, 3 Tangkai Bunga Kumis Kucing Bulan, 2 buah Akar Kayu Sandrego.


Alkemis sepuh itu terkejut namun berusaha tetap tenang, dia tekejut karena Bunga Kumis Kucing Bulan sulit untuk di temui dan tergolong dalam herbal tingkat Rare atau langka.


"Dimana kamu menemuka herbal-herbal ini?" tanya Alkemis itu dengan menyelidik.


"Tuan Alkemis tenang saja saya mencarinya sendiri disuatu tempat dan bukan mencurinya." jelas Roju.

__ADS_1


Roju yang cerdas seketika tau maksud dari alkemis sepuh itu bertanya seperti itu untuk mengetahui lokasi Bunga Kumis Kuing Bulan. Namun Roju tidak akan memberikan informasi dengan gratis.


"anak muda aku tau maksudmu, mari kita diskusikan masalah itu setelah mengurus harga bahan herbal ini." ucap Alkemis sepuh itu.


Setelah mengamati dan mengecek herbal yang dibawa Roju alkemis tua itu mulai menawarkan harga.


" 1 tangkai Bunga Cahaya aku hargai 20 ribu emas, 1 Buah Ketapanh hutab Aku hargai 10 ribu koin emas, 3 tangkai Bunga Kumis Kucing Bulan aku hargai 4 juta koin emas, 2 buah Akar Kayu Sandrego aku hargai 1 juta koin emas. Total dari herbal yang kamu bawa aku hargai 5 juta 30 ribu koin emas. Bagaimana apakah kamu setuju atau tidak.?" ucap alkemis sepuh itu.


"Apakah harga masih bisa naik lagi tuan Alkemis 3 tangkai Bunga kumis Kucing Bulan aku minta di hargai 4 juta 500 ribu koin emas bagaimana? Pertangkai aku minta harga 1,5 juta koin emas apakah anda bisa menerima permintaan saya yang rendah ini tuan alkemis?" tawar Roju menaikan harga jual.


"Baiklah aku setuju. Lalu bagaimana kamu akan membawa uang sebanyak itu." tanya Alkemis tua itu pada Roju.


"aku memiliki cincin dimensi tuan alkemis sepuh jadi aku tidak khawatir." jawab Roju dengan percaya diri.


Alkemis sepuh itu tampak terkejut dan menjadi lebih lunak pada Roju karena menurutnya pemuda yang memiliki cincin dimensi pastilah dari keluarga ternama.


" baik lah kalau begitu ini uangmu." ucap alkemis sepuh sambil mengekuarkan koin emas dari cicin dimensinya.


"terimakasih tuan alkemis, senang rasanya berbisnis dengan anda." jawab Roju.


Roju buru-buru memindahkan semua koin emas yang ada di atas meja itu kedalam cincin dimensinya.


"Bagaimana jika besok malam saja tuan Alkemis" negosiasi Roju.


Sambil memkirkan apa rencana Alkemis tua di depannya ini.


"Apakah kamu hendak menyiapkan pengawal terlebih dahulu karena kau takut aku menjebakmu?" tanya Alkemis sepuh.


"Tentu saja aku harus berhati-hati, karena ini menyankut tentang harta yang berharga. Bukan begitu tuan Alkemis." jawab Roju.


"Baiklah aku menngerti apa yang kamu khawatirkan anak muda. Namun aku akan bersumpah bahwa aku tidak akan memikirkan rencana buruk padamu. Jika aku melanggar sumpahku ini maka aku akan tersembar petir surgawi dan mati." ucap Alkemis sepuh itu dan bersumpah.


Tiba - tiba Petir menyambar diatas langit pertanda sumpah sang Alkemis sepuh disetujui oleh langit.


"Baiklah tuan Alkemis saya setuju dengan itu." jawab Roju dengan santai.


"Baik setelah Matahari terbenam aku akan menunggumu di Restoran Phonik Surgawi, dan berikan ini pada pelayan maka kau akan di antar menuju ke tempatku." Ucap Alkemis sepuh itu sembari memberikan sebuah batu kristal berwarna hijau bertuliskan "Lang".

__ADS_1


"Terimakasih atas kebaikannya Alkemis sepuh." ucap Roju lalu memasukan Batu kristal itu kedalam cincin dimensinya.


"Sebelum kau pergi perkenalkan dirimu dulu. Namaku adalah Master Alkemis Lang lalu siapa namamu?" tanya alkemis sepuh itu.


"mohon maaf sebelumnya Master Alkemis Lang yang muda ini tidak sopan dengan tidak memperkenalkan dirinya terlebih dahulu, yang muda ini bernama Roju." jawab Roju sambil membungkuk.


"Roju yah, baiklah kamu dapat pergi berjalan - jalan di luar tapi jangan lupa malam nanti datanglah ke Restoran Phonik Surgawi." ucap Master Alkemis Lang meningatkan.


"baik Master Alkemis Lang yang muda ini akan mengingatnya dan tidak mengecewakaan udangan dari Master Alkemis Lang. Yang muda ini mohon untuk undur diri terlebih dahulu." jawab Roju sekaligus berpamitan pada Master Alkemis Lang.


"baiklah silahkan" balas Master Alkemis Lang.


"Terimakasih dan sampai jumpa nanti malam Tuan Master Alkemis Lang" ucap Roju. Lalu bergegas keluar dari ruangab itu.


Setelah keluar dari Gedung Persatuan Alkemis Roju bergegas mencari Penginapan dan Restoran.


Setelah berjalan 30 menit Roju melihat sebuah penginapan sederhana dan terdapat restoran di penginapan itu. Roju segera bergegas ketempat itu.


"Permisi Tuan ada yang bisa saya bantu.?" tanya pelayan dengan ramah kepada Roju.


"Saya mau menginap untuk 2 hari apakah ada kamar yang kosong?" jawab Roju dengan sopan.


"Untuk kamar kosong masih ada tuan harga sewa perharinya 100 koin emas tuan." jawab pelayan.


Roju lantas mengeluarkan 300 keping emas dan berkata pada pelayan itu.


"Sisanya kamu simpan saja untuk kebutuhan hidupmu." ucap Roju.


"Terimakasih banyak tuan atas kemurahan hatinya." ucap pelayan seraya memberika kunci kamar pada Roju lalu membungkuk berterimakasih kembali.


Roju mengambil kunci itu lalu masuk kedalam kamar yang dia sewa dan berencana untuk tidur namun tiba - tiba sebuah suara dari dalam perutnya terdengar di telinganya. (Kruyuk Kruyuk Kruyuk.)


Roju pun turun keluar dari kamarnya dan menuju Restoran yang ada di lantai paling atas.


Roju memilih tempat duduk di dekat dapur kali ini berharap agar pesannya degan cepat disiapkan karena Cacing - Cacing Yang merupakan Biju yang ada di dalam perutnya mulai mengamuk.


Waktu berselang 10 menit dan pesanan Roju sudah berada di atas meja. Roju memakan pesanannya dengan lahap. Selesai makan Roju tidak ngudud seperti biasanya karena dia sudah sangat mengantuk dan akhirnya dia kembali ke kamar yang disewanya lalu tertidur dengan lelap.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2