Sang Serigala Malam

Sang Serigala Malam
BAB.10 RESTORAN PHONIK SURGAWI.


__ADS_3

Roju tertidur sangat pulas karena dia memeang sudah kelelahan dan ditambah makan cukup banyak hingga kekenyangan. Dalam mimpinya Roju tak kalah bahagia dari kenyataannya dimimpinya Roju sedang makan bersama kedua sahabatnya Zan dan Rosy, Daging sapi guling sendirian sedangkan Rosy memasang wajah kesal karena hanya mendapatkan satu potong ayam guling saja, sedangkan Zan mendapatkan Satu ekor Kambing Guling.


Dalam mimpi Roju mereka bertiga mengadakan kompetisi karambol dan dimenangkan oleh Roju, sedagkan peringkat kedua di tempati oleh Zan.


Hadiahnya adalah juara satu mendapatkan Sapi guling, juara dua mendapatkan kambing guli dan juara tiga mendapatkan ayam guling - guling hahahahahaha.


Roju terbangun dari mimpinya manakala perutnya sudah berbunyi lagi yang menandakan Roju sudaha kelaparan lagi. Pada saat Roju terbagun matahari sudah hampir tenggelam.


Roju turun dari kamar penginapan dan berjalan - jalan mencari jajanan untuk mengganjal perutnya.


Disebuah jalan nampak sebuah gerobak dorong bertuliskan * SEMPOLAN AYAM SAOS ASAM PEDAS * Roju menghampiri pedagang itu.


"Pak berapa harga sempolan ayamnya" Tanya Roju.


"10 keping perak untuk 1 tusuk anak muda." Jawab penjual itu dengan ramah.


"Baiklah Paman berikan aku 10 tusuk sempolannya." Pinta Roju.


"Baik anak muda silahkan duduk dan tunggu sebentar, paman akan siapkan pesananmu." jawab sang penjual Sempolan Legend.


Setelah beberapa menit kemudin pesanan Roju sudah siap.


"ini anak muda totalnya seratus koin perak." ucap Paman pedagang Sempolan Legend sambil menyerahkan pesanan Roju.


"Ini uangnya paman, terimakasih." ucap Roju seraya menyerahkan uang sebanyak 100 koin emas.


"ini terlalu banyak uangnya anak muda" ucap pedagang sempolan legend.


"anggap saja itu hadiah dariku paman." ucap Roju sambil mengunyah Sempolan ayam yang lembut itu.


"baiklah terimakasih anak muda, tolong tunggu sebentar biarkan aku memberimu bonus sempolan juga." ucap pedagang itu menghentikan Roju yang hendak melangkah pergi.


"sudah paman sudah cukup terimakasih aku ingin melanjutkan jalan - jalanku." ucap Roju menolak tawarab paman itu dengan sopan.


"baiklah anak muda jika kamu berkeinginan seperti itu, hati - hati dijalan" ucap pedagang sempolan Legend itu.


Roju menganggukan kepala lalu kembali berjalan melanjutkan Tour Kulinernya. Setelah beberapa menit berjalan dan sempolan Legendnya sudah habis dia melihat ada seorang pedagang Putu Ayu dengan Gerobak pikulnya dan suara pluit khas pedagang Putu Ayu (*Ngung............*).


"Paman berapa harga Putu Ayunya?" tanya Roju.


"10 keping perak untuk satu buah putu anak muda." ucap paman itu.


"baik paman aku pesan 10 buah kue Putu Ayu paman." ucap Roju lantas Roju menyerahkan 100 keping emas pada penjual putu ayu itu.

__ADS_1


"Ini 10 buah atau berapa anak muda uangmu terlalu banyak." tanya penjual itu pada Roju.


"Paman tidak salah itu lebihnya untuk paman saja, aku tetap memesan 10 buah kue putu ayu." jawab Roju dengan ramah.


"Terimkasih anak muda semoga Tuhan memberikanmu Rizqi yang lebih banyak dari sebelumnya. Baik tunggu sebentar paman akan siapkan kue Putunya." jawab penjual kue putu itu dan juga mendoakan Roju.


"Amiin Paman semoga Tuhan mengabulkan doa paman." Balas Roju dengan santai.


Setelah puas berjalan-jalan berwisata kuliner dikaki lima Roju melangkah kembali menuju ke penginapan. Di jalan dia melewati sebuah Restoran berlantai 5 yang terlihat paling megah setelah Gedung Persatuan Alkemis.


"Bagunan Restoran ini terlihat jauh lebih mewah daripada Restoran Daun Jati di dekat sekte Daun Emas." Guman Roju.


Tiba - tiba dari arah belakangnya ada seorang wanita berseragam gedung alkemis berlari dan menabrak Roju.


"Maaf tuan saya tidak sengaja." ucap wanita Alkemis itu.


"Ada apa anda lari terburu - buru seperti itu?" tanya Roju.


"Maaf tuan saya di kejar oleh sekelmpok penagih hutang." jelas wanita alkemis itu.


"Kenapa bisa anda sampai terlibat hutang dengan lintah darat?" Tanya Roju lagi.


"Sebenarnya itu karena ayahku gil@ jud1 dan memiliki banyak hutang pada lintah darat, dan rentenir itu ingin aku menjadi istrinya jika aku tidak bisa membayar hutang ayahku. Ayahku berhutang sebanyak 2,5 juta koin emas dan hari ini sudah jatuh tempo pembayaran." ucap Wanita Alkemis itu.


Wanita itu tiba - tiba menjadi waspada.


"maafkan saya tuan namun jika tuan menginginkan saya menjadi istri tuan saya tidak bisa, saya sudah memiliki kekasih." ucap Wanita Alkemis itu berjaga - jaga.


"Tenang saja Nona saya memiliki kesepakatan berbisnis dengan anda." ucap Roju.


"Apa bisnis yang anda inginkan tuan." ucap wanita Alkemis itu dengan memasang wajah waspada.


"Anda seorang Alkemis bukan?" ucap Roju.


"Benar yang tuan maksud, namun saya hanya seorang Alkemis tingkat 3." jawab wanita itu.


"Tidak masalah saya akan meminta anda untuk menyuplai pil buatan anda kepada saya untuk bahan - bahan saya sediakan dan untuk bayaran per per pil tetap saya bayarkan dan untuk pembayaran hutan ayahmu anggap saja sebagai uang muka kontrak kerjasama kita." Ucap Roju.


"Baiklah aku setuju dengan kerjasama ini, Namaku Dini anda bisa mencari saya di Gedung Persatuan Alkemis." ucap wanita itu.


"Baiklah namaku Roju. Mari antarkan aku menemui penagih hutan itu." ucap Roju.


"Baiklah mari tuan ikuti saya." jawab Dini.

__ADS_1


"silahkan pimpin jalan" Jawab Roju.


Lalu Dini berjalan di depan Roju kembali ke arah rumahnya. Di tengah jalan mereka bertemu dengan para penagih hutang. Beladiri para penagih hutang itu tidak terlalu tinggi dari 4 orang hanya 1 orang saja yang berada di ranah beladiri tingkat kuning tahap 3. Melihat itu Roju menyeringai.


"Akhirnya kamu kembali wanita s1alan." ucap pemimpin penagih hutang itu.


"Hei - hei tidak usah banyak omong berapa hutan wanita ini pada bosmu?" jawab Roju dengan santai.


"Hei b4j1ngan apa hubunganmu dengan wanita itu?" ucap pemimpin penagih hutan itu dengan waspada menyadari jika ranah beladiri pemuda berjubah hitam itu berada di ranah beladiri tingkat hijau tahap 2.


"Sudah jangan banyak bac0t kalian cepat sebutkan atau mau aku bereskan kalian." ucap Roju dan mengancam mereka.


"hutanya sudah tidak lagi koin emas namun bosku menginginkan gadis itu untuk menjadi simpanannya." Jawab pimpinan penagih hutan itu.


"Hei apa aku harus mematahkan tangan dan kaki kalian agar bisa bersikap sopan?" ucap Roju lalu menendang kaki pemimpin penagih hutang itu hingga patah lalu kembali lagi ke sisi Dini.


Dini yang takjup dengan pemandangan tadi dia melongo lalu menutup mulutnya dengan tangan.


Para penagih hutan itu langsung mundur 50 meter menjauh dari Roju dan Dini. Sedangkan pemimpin mereka yang mengalami patah tulang kaki tergeletak tak berdaya di tanah.


"hei kalian cepat bantu aku, urusanku denganmu dan wanita itu belum beres tunggu saja jika tuanku datang menghajarmu." ancam pemimpin penagih hutang itu sambil di papah oleh anak buahnya.


Roju yang sudah jengkel mennghilang dan mematahkan lengan pria itu yang dia gunakan untuk menunjuk ke arah Roju.


"Aku tidak suka dengan orang yang menunjuk-nujuk ku, jika ada yang berani mengancamu bis ku pastikan hidupnya tidak akan bertahan lama" ucap Roju mengembalikan ancaman penagih hutang itu.


Setelah para penagih hutang itu pergi, Dini mulai membuka suara.


"Tuan Roju bagaimana ini mereka pasti akan datang lagi mencariku dan keluargaku." ucap Dini dengan cemas.


"Kekasihmu itu dia tinggal dimana? Apakah dia tau masalahmu ini?" tanya Roju.


"Kekasihku sama sepertiku dia adalah seorang alkemis tingkat 3 dia juga tau masalahku makannya itu dia bekerja sangat keras untuk melunasi hutang itu." jawab Dini.


"Apakah kau mengenal Master Alkemis Lang?" tanya Roju.


"Dia adalah Penatua Agung Gedung Persatuan Alkemis. Apakah Tuan Roju mengenal dia?" Jawab dan tanya Dini.


"Apakah menurutmu dia bisa membantumu untuk sementara tinggal di Gedung Persatuan Alkemis bersama keluargamu?". Tanya Roju.


"Penatua Agung memang memiliki otoritas di Gedung Persatuan Alkemis, Namun aku tidak yakin dia mau membantuku yang hanya Alkemis tingkat 3." jawab Dini dengan tidak yakin.


"Begini saja ajak keluargamu untuk tinggal di Gedung Persatuan Alkemis sambil menunggu kabar dariku. Aku akan mengabarimu paling lama besok pagi." ucap Roju.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2