
Roju yang berjalan meninggalkan ketiga perampok itu tanpa dia sadari dia pergi kesebuah desa yang sedang dikuasai para bandit.
"Hei kau yang disana cepat berbaris jangan bertindak semaumu atau kau ingin mati" teriak salah seorang bandit yang merupakan keroco di kelompok itu. Bandit ini hanya berada di ranah merah tahap 3.
"Bac0t halah bac0t kesini jika kau ingin membunuhku" ejek Roju pada bandit itu.
"B4j1n9an apakah kau sudah bosan hidup" teriak bandit itu langsung menerkam ke arah Roju. Namun sebelum bisa mengenai Roju sebuah tebasan pedang memotong lehernya. Saat ini Roju sudah bisa mempraktikan tahap paling awal dari teknik pedang bayangan.
Teknik pedang bayangan yang saat itu dipelajari oleh Roju terbagi menjadi 5 tahap yaitu tahap pertama hingga kelima.
"Huf ternyata tidak terlalu sulit untuk menggunakan teknik ini meskipun tahap awal ini adalah awal yang bagus hehehehehe" ucap Roju membatin.
Seketika para wanita menjerit melihat pemenggalan berdarah didepan mata mereka.
Setelah mendengar teriakan tiba tiba banyak orang berkumpul di lokasi tempat Roju memenggal bandit itu.
Mereka semua yang berkumpul merupakan para bandit yang tadinya sedang berpesta ciu di dalam salah satu rumah warga.
Bandit yang paling kuat berada di ranah biru tahap 1 sama seperti Roju. Namun bandit itu terlihat sedang mabuk berat, bandit terkuat itu merupakan ketua dari kelompok bandit disana.
"Hei anak muda kenapa kau membunuh anak buahku apakah kau ingin mati atau ingin bergabung dengan kelompoku, hig hik" ucap ketua bandit itu sambil cegukan.
"Hei bandit brengsek tak usah banyak omong pergi dari sini jangan ganggu masyarakat desa ini lagi." ucap Roju dengan tengil sambil mengupil.
"Bajingan kecil tidak tau diri, kalian semua cepat bunuh pemuda bodoh itu" perintah ketua bandit itu lalu melanjutkan meminum Ciu.
"Hyaaaatttttaaa serang" (Swosssw swikjkd)
Melihat ada sekitar 50 orang dengan ranah beladiri berbeda - beda, Roju memutuskan membunuh yang lemah lemah dulu untuk mengurangi jumlah mereka.
Roju mengayunkan pedangnya menebas (Slash) (Slash) Dengan kecepatannya Roju berhasil mengurangi jumlah bandit yang menyerangnya dari yang tadinya 54 orang kini hanya tersisa 20 orang.
Dalam pertempuran itu juga seni berpedang Roju mulai menujukan perkembangan. Dari yang awalnya terlihat kaku kini perlahan lahan mulai menjadi sedikit lebih halus dan mematikan.
__ADS_1
"Sepertinya tidak sia sia aku bertarung dengan keroco keroconya dulu sebelum mengalahkan bosnya. Ini bisa aku jadikan pelatihan dalam gerakan berpedangku hehehehe" batin Roju.
"Hehehehe Sisa 20 Lagi ayo maju untuk mati kalian semua Hahahahaha" teriak Roju memprovokasi musuhnya.
"B4jin9an kecil beraninya kau membunuh saudara - saudara kami aku ku potong - potong tubuhmu dasar iblis kecil" ucap salah seorang bandit yang merupakan wakil dari ketua bandit karena dia berada di ranah hijau tahap 2 yang merupakan orang terkuat ke2 setelah ketua bandit.
"Hei orang tua bau banyak bac0t skuy gaskan jangan cuma bisa bac0t" provokasi Roju.
"Wakil ketua orang itu berada diranah yang sama dengan ketua bagaimana ini" ucap salah seorang bandit yang mulai takut berhadapan dengan Roju.
"Tenang saja dia hanya anak kecil dari keluarga kaya yang tidak memiliki pengalaman serang bersamaan pasti kita bisa membunuhnya." perintah wakil ketua bandit pada para anak buahnya.
"Baik lah Ayo serang" "Haaaaaaaaaaaaa" ucap para bandit serentak.
Roju tersenyum sinis di balik topengnya.
Roju memadatkan energi batinnya kedalam pedang peringkat rare miliknya lalu melepaskannya dalam bentuk tebasan (Slash).
Para bandit yang melihat sebuah serangan mulai menyatukan energi batin mereka untuk membuat pelindung.
"Lihat jika kita bergabung kita akan bisa mengalahkan b4j1n9an kecil itu." ucap wakil ketua bandit.
"Benar kata wakil ketua ayo serang lagi hyaaatttt" ucap para bandit serempak bersemangat dan penuh kepercayaan diri.
"hmmm ternyata 10% kekuatan batinku tidak cukup untuk menghabisi mereka sekaligus. Kalau sudah begini lebih baik aku gunakan tebasan biasa untuk membunuh mereka satu persatu, aku masih harus menyimpan energi batin untuk melawan ketua bandit itu." batin Roju.
DSwosh sting stanng clanng sweng) Roju bergerak lincah seperti serigala yang menebas menggunakan cakarnya. Mulai dari melompat lalu menebaskan pedangnya ke bawah mengenai dan memotong lengan dari salah satu bandit. Tak lama setelah kakinya menginjak tanah Roju melesat kesamping kanan dalam posisi memutar tubuhnya menebaskan pedang seperti gasing menyebabkan 4 orang bandit terluka parah pada bagian dada paha dan lenganya.
Tak berhenti sampai disitu Roju melompat ke atas pohon lalu kemali melompat dan menukik seperti serigala yang akan menerkam mangsanga Roju menusukan pedang kearah jantung wakil ketua bandit. Namun wakil ketua bandit berhasil mengindari sehingga pedang Roju menusuk dan mengoyak bagian perut sebelah kirinya. Ketika wakil ketua bandit hendak membalas serangan Roju sebuah tendangan voly yang cukup cepat mengenai kepala wakil ketua bandit hingga terlempar sejauh 10 meter.
Setelah berhasil melukai wakil ketua bandit Roju bersalto 4 kali kebelakang dan berdiri di atas pohon seperti dewa pembantai.
"Hei dengan lukamu itu kau paling hanya akan bertahan setengah jam sebelum mati apakah ada kata kata terakhir sebelum kau mati" ucap Roju mengejek wakil ketua bandit.
__ADS_1
"Aku.." (Swosh) Belum selesai wakil ketua bandit bebicara sebuah pedang menusuk kepala orang itu diatas gagang pedang itu berdiri Roju.
"Brengsek kau sudah membuat aku kehilangan banyak orang bahkan wakilku sudah kau bunuh arkhhhhhhh" teriak ketua bandit dengan marah dan mengeluarkan aura ranah biru yang memmbuat para bandit yang terluka jatuh pingsan.
"Hohohoho akhirnya yang kuat sudah tertarik untuk turun tangan." ucap Roju lalu mengeluarkan aura ranah biru juga.
(Swosh Swosh Boooommm) seketika kedua aura bertabrakan menyebabkan ledakan Roju yang sudah bertarung tadi terlempar 10 langkah kebelakang sedangkan ketua bandit terlempat 5 langkah kebelakang.
"Hahahahaha bagaimana b4j1n9an kecil apakah kau takut sekarang" provokasi ketua bandit pada Roju.
"Hahahahahha dasar tidak tau malu padahal aku baru saja membunuh hampir semua anak buah mu dan itu cukup menguras tenagaku, apakah kau tidak punya wajah sehingga kau meremehkanku" Provokasi balasan dari Roju namun Roju diam - diam memakan pil kultivasi untuk mengembalikan energi batinnya walaupun tidak efeketif karena konsentrasinya tidak sepenuhnya menyerap manfaat dari pil namun itu cukup untuk memulihkan dan sedikit menambah energi batinnya.
"B4j1n9an kecil matiiiiiiiiiiiii" ucap ketua bandit lalu mulai menyerang Roju dengan membabi buta.
Roju yang sedang menyerap khasiat dari pil hanya bergerak menghindari serangan dari ketua bandit. Untung saja ketua bandit itu tidak menyadari bahwa Roju sedang mengulur waktu dan menyerang membabi buta.
(Boomm Bommmm Bommm) serangan demi serangan dan siluet siluet tebasan golok ketua bandit dengan mudah Roju hindari sehingga membuat ketua bandit itu bertambah murka.
"B4j1n9an apakah kau hanya bisa menghindar dasar tidak berguna" ucap ketua bandit itu lalu mengekuarkan serangan energi batin yang membuat siluet tusukan golok mengarah kepada Roju.
Roju dengan lincahnya melompat lompat memhindari tusukan itu.
(Boom) sebuah rumah warga meledak hasil dari serangan ketua bandit itu. Beruntung memang rumah rumah warga sudah kosong karena semua warga dikumpulkam para bandit disebuah tanah lapang.
Para warga yang melihat pertarungan itu mulai menjauh dan menncari tempat bersembunyi yang cukup jauh dari pertarungan dua orang itu.
Roju kini merasa bahwa energi batin dan stamina dari ketua bandit sudah jauh dari perkiraannya.
"Hah sepertinya ini akan menjadi pertarungan panjang dan melelahkan." batin Roju.
Roju yang kini sudah selesai menyerap khasiat pil mulai mengeluarkan teknik pukulannya mencari titik buta dari ketua bandit itu.
(Booommm) "Hahahahaa serangan mu ini terlalu lemah hahahahaha" ucap kepala bandit yang berhasil menahan serangan Roju.
__ADS_1
"Sialan gerakanku terbaca ini seperti melawan master sekte sialan itu saja" batin Roju menggerutu