
Keesokan harinya Roju sudah berada dikamarnya dia merasa enggan untuk bangun dia galau karena melihat kemesraan dua sejoli yang malam tadi dia temui. Namun setiap mencoba tidur Roju malah selalu teringat dengan pengalamannya tadi malam sehingga dia cukup kesal. Saat sedang kesal - kesalnya ada yang mengetuk pintu kamarnya.
(Tok Tok Tok)
"Pergilah jangan ganggu aku, aku sedang sangat kesal hari ini." ucap Roju.
"B4j1ngan beraninya kamu mengusirku dari sekte yang aku kelola" ucap Suti yang mengetuk kamar Roju tadi.
"Aku sedang tidak mood berdebat dengamu master sekte yang terhormat." ucap Roju.
(Duar) pintu kamar Roju terlempar ke arah tempat tidur Roju.
(Plarrr) Roju yang sedang kesal langsung mengahantam pintu itu hingga hancur seperti bubur.
"Beraninya kamu menghancurkan properti disini." ucap Suti dengan kesal.
"Kalau perlu aku hancurkan sekte ini sekarang karena kamu sudah membuatku jengkel." Roju melompat lalu menatap mata Suti dengan matanya yang sedang merah.
"Hei apakah kau kesurupan matamu sungguh merah, padahal setauku biar kau mengacau tak pernah semarah ini?" tanya Suti.
Roju lalu melesat menghilang meninggalkan Suti yang sedang kebingungan dengan tingkah pembuat onar itu. Ketika Suti melihat ke arah sekeliling ternyata sudah banyak orang di sekitarnya.
"Hei kalian sedang apa?" Tanya Suti
Lantas kerumunan itu membubarkan diri. Baik penatua ataupun murid mereka semua berkumpul tadi karena tekejut mendengar suara ledakan keras di pagi hari.
"Yah tidak jadi ada pertunjukan seru penatua padahal aku ingin bertaruh denganmu." ucap seorang murid pada seorang penatua.
"Hahahahaha nanti kamu menangis lagi karena bertaruh denganku. Sudah sana bergegas berlatih atau melakukan misi peringkatmu masih jauh tertinggal dari yang lain." ucap penatua itu.
Di sebuah hutan bernama hutan berkabut sedang terjadi pertarungan antara 10 hewan siluman tingkat 1 dan seekor hewan siluman tingkat 2 melawan seorang pemuda yang terlihat sedang sangat marah. Namun terlihat bahwa sudah ada 2 hewan iblis tingkat 2 dan seekor hewan iblis tingkat 1 sudah tidak bernyawa di tanah.
(Duar duar duar. Gedebug berudug dug dug.)
__ADS_1
Pertarungan yang berujung pembantaian itu berlangsung selama 8 menit.
"Dasar lemah, Aaaaaaaaaaaaaa B4j1ngan kenapa aku masih saja merasa kesal." Teriak Roju.
(Booom) sebuah serangan datang dengan sangat cepat. Roju tak sempat mengindar ataupun menangkis sehingga Roju terlempar sejauh 20 meter.
"B4j1n9an siapaa yang berani menyerangku diam - diam" teriak Roju.
(Auuuuuuuuuuuuuuu) lolong serigala hitam bergaris perak.
Roju mengukur kekuatan Serigala hitam bergaris Perak itu. Roju memasang wajah ganas setelah mengetahui Binatang Siluman itu baru saja naik menjadi binatang iblis tingkat 3, Serigala hitam bergaris hitam itu setara dengan praktisi Beladiri ranah hijau tahap 3. Sehingga Roju menjadi bersemangat dan ingin melampiaskan kekesalanya pada serigala itu.
(Duar..... Auuuuuuu... Clang Clang) Golok Roju patah menjadi dua setelah dua kali berbenturan dengan serigala itu.
"Hahahahahahaha b4j1ngan" Roju tertawa gila.
(Swosh Crash) Roju mendapatkan cakaran dan merobek kulit punggunya.
(Duar Duar) Serigala itu mendapat dua kali pukulan balasan dari Roju dan mengenai bagian punggung lalu kepalanya.
(Dug ...... Duar..... Crash) Serigala itu menerima pukulan Roju dua kali namun sempat mencakar dada Roju menyebabkan dada dan punggungnya Berdarah. Namun Serigala itu tersungkur dan tampak sulit untuk kembali bangkit.
"Akhirnya mati juga kamu" ucap Roju mendekati serigala itu. Lalu mematahkan keempat kaki serigala yang sudah tak berdaya.
(Auuuuuuuu) Seigala itu melolong kesakitan dan matanya menatap bengis pada Roju.
"Hei aku tidak suka tatapnmu itu" ucap Roju lantas mengeluarkan pisau kecil yang biasa dia pakai melukai jarinya untuk membuat kontrak dan mengalirkan energi batinya pada pisau kecil itu lalu menusukannya tepat diantara telinga dan mata serigala yang merupakan tempat yang tidak terdapat tulang keras.
(blushh) setelah pisau yang berlumuran darah itu dicabut darah keluar seperti air mancur dari lubang pisau itu.
(uhuk byuh) Roju memuntahkan darah. Dengan sisa - sisa tenaganya Roju mengambil pil penyembuhan dari cincin dimensinya dan berusaha melompat ke atas dahan pohon. Setibanya di dahan pohon Roju langsung jatuh pingsan setelah merebahkan tubuhnya dan memakan pil penyembuhan itu.
Roju pingsan selama 6 jam, dia mulai terbangun ketika matahari tepat diatas kepalanya. Roju melihat kondisi tubuhnya yang sudah membaik namun butuh beberapa waktu untuk menyembuhkan tubuhnya.
__ADS_1
Roju bergegas membalut luka yang ada di dada dan punggunya. Meskipun cukup kesulitan dia tetap berusaha membalutnya karena dia takut luka yang sudah mengering akan sobek lagi.Selesai mengurus lukanya Roju mengganti Pakaiannya. Karena banjunya sudah sobek.
Roju perlahan turun dari dahan pohon, dia tak berani melompat karena takut akan menyebabkan lukanya kembali terbuka.
Sambil berjalan Roju berusaha membelah kepala Serigala Hitam Bergaris Perak berusaha mencari Batu Mustikanya setelah mencerai beraikan kepala seigala itu Roju tak kunjung menemukan batu mustika serigala. Roju yang kesal melepar pisau kecilnya itu (Tang) bunyi pisau menghantam batu. Roju melihat ke arah pisau itu, Roju tanpa sengaja melempar pisau kecil kearah semburan darah dari serigala yang dia bunuh dengan susah payah tadi.
Tenyata pisaunya itu membentur batu mustika yang seukuran ibu jari anak kecil berumur 3 tahun. Roju yang tadinya jengkel akhirnya tertawa.
"Hahahajahahaha akhirnya aku menemukanmu benda Sialan" Roju berkata dengan bahagia kekesalannya yang tadi pagi sudah hilang sekarang.
Setelah mengumpulkan mayat para binatang siluman yang tadi dia bunuh, Roju hanya menyimpan sebagian tubuh Serigala Bergaris Perak kedalam cincin dimensinya sedangkan sisa dari serigala bergaris perak dia masukan kedalam ranselnya. Untuk 15 binatang siluman lainnya Roju mengikat mereka dan membawanya ketempat Lan dan Ran.
Setelah 3 jam berjalan pelan sambil menarik 14 jasad binatang siluman dan menggendong tas berisi sebagian tubuh serigala hitam bergaris perak akhirnya Roju sampai di tempat Ran dan Lan.
Lan dan Ran yang sedang berada di hutan diatas markas rahasia Roju tak menyadari kedatangan tuannya. Roju meletakan binatang siluman yang tadi dia tarik, Roju membawa tas ranselnya kedalam ruangan yang merupakan kamar pribadinya lalu memakan pill penyembuhan dan tidur dengan nyenyak agar manfaat pill bisa terdistribusikan dengan lancar keseluruh tubuh.
Ran dan Lan yang sudah kembali ke markas setelah berlatih tanding dan buku teknik beladiri yang Roju berikan kepada mereka terkejut ketika melihat ada 11 ekor tubuh binatang siluman tingkat 1 dan 3 binatang siluman tingkat 2.
"Lan apakah Tuan menjenguk kita?" tanya Ran pada Lan.
"Entahlah tapi jika itu tuan kenapa dia tidak mendatangi kita tadi" ujar Lan dengan ekspresi waspada.
"Baiklah kita tetap waspada, biar aku cek kamar tuan apakah ada orang atau tidak, jikalau ada orang selain tuan kamu harus segera mengeksekusinya seperti perintah tuan agar markas rahasianya tidak diketahui siapapun" ucap Ran seraya melangkah kerarah kamar Roju.
Ketika Ran mendorong pintu kamar Roju yang ternyata terkunci.
Ran kembali ke sisi Lan dan berkata.
" Kita berjaga di depan kamar tuan, kamarnya terkunci aku takut ada orang asing yang berada di dalam kamar tuan."
"Kenapa tidak langsung Dobrak saja?" tanya Lan.
"Bagaiman jika itu Tuan apa kamu ingin mati?" balas Ran.
__ADS_1
Lan akhirnya terdiam karena mengerti maksud Ran. Lan memang adalah orang yang ceroboh dan tidak berfikir dahulu sebelum bertindak makannya kakaknya yang lebib dewasa selalu berada disampingnya.