Sang Serigala Malam

Sang Serigala Malam
BAB. 13 TUGAS DUA SAUDARA DARI ROJU.


__ADS_3

Setelah 4 jam mereka berjaga dari dalam kamar Roju sebuah suara terdengar.


"Ran apakah kau kelelahan dan tidak bisa memasak hewan siluman yang ku bawakan untuk kalian." ucap suara dari dalam kamar.


"Maaf tuan kami tidak mengetahui jika tuan yang membawa hewan siluman itu dan tuan yang sedang istirahat di dalam kamar jadi kami mengawasi kamar tuan, takutnya ada orang asing yang masuk." ucap Ran.


"Aku hargai kewaspadaan kalian, Ran cepatlah buat Binatang siluman itu menjadi makanan yang enak dan kau Lan bantu kakakmu membersihkan binatang siluman itu lalu asapilah bianatang siluman yang tidak masak kakakmu." perintah Roju pada mereka berdua lalu melanjutkan tidurnya.


"Baik tuan akan segera kami laksanakan." Jawab mereka berdua dengab kompak.


Lantas mereka berdua bergegas menuju aliran sungai yang ada di sampi pintu keluar menuju hutan tempat mereka berlatih untuk membersihkan semua binatang siluman.


Waktu berjalan 5 jam kemudian. Roju yang sudah bangun dari tidurnya mulai mencium bau wangi masakan yang membuatnya semakin keroncongan karena dari pagi belum memakan sesuap nasi pun.


"Ran sudah selesai belum kamu memasak?" tanya Roju.


"Hampir selesai tuan mohon tunggu 10 menit lagi paling lama." jawab Ran.


Sedangkan Lan masih sibuk mengasapi daging dari binatang siluman yang tidak dimasak oleh Ran. Tampak Lan sedang menjaga api agar setabil. Roju yang melihat Lan berkata.


"Lan tutupi api itu dengan daun - daun basah dulu. Lalu kemari dan makan bersama." suruh Roju.


"Tuan makan saja dulu nanti biar saya makan belakangan saja." balas Lan.


"Kemari makan bersama atau kupatahkan kakimu!" perintah Roju sambil mengacam Lan.


Lan yang panik langsung berlari mengumpulkan daun - daun yang masih hijau dan meletakannya di atas api. Melihat itu Roju hanya tersenyum namu tidak ada yang melihat Roju tersenyum.


"Makanan sudah siap tuan" ucap Ran


"Baiklah mari kita makan dahulu setelah itu ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan pada kalian." ucap Roju.


Mereka bertiga makan dengan lahap apalagi Roju, Ran dan Lan yang melihat Roju makan dengan sangat rakus saling memandang lalu melanjutkan makan.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian semua hidangan sudah ludes dilalap mereka bertiga.


"Apa kalian sudah mengusai buku teknik seni beladiri yang aku berikan pada kalian?" tanya Roju.


"Kamu baru saja menguasai satu buku teknik seni beladiri yang tuan berikan." ucap Lan.


"Baru saja tadi kami saling menukar buku teknik seni beladiri." ucap Ran.


"Bagus lah kalau begitu, perkembangan kalian juga tidak terlalu mengecewakan. Baru beberapa hari ranah beladiri kalian sudah meningkat 1 tahap." ucap Roju.


"Terimakasih pujiannya tuan, ini semua berkat bantuan tuan dan sumber daya yang di berikan tuan dari yang tadinya kami hanya berada di ranah beladiri kuning tahap 2 sekarang sudah di tahap 3." ucap Ran.


"Baiklah aku rasa kalian sudah cukup kuat untuk aku berikan tugas lain. Apa kalian siap menerima tugas baru dariku?" tanya Roju.


"Kami siap menerima tugas dari tuan." jawab Ran dan Lan dengan tegas.


"siapa target yang akan kami bunuh tuan?" tanya Lan dengan sangat bersemangat.


(Pletak) Roju menjitak kepala Lan lalu kembali berkata.


"Aku ingin kalian mencari Bunga Kumis Kucing Bulan dalam 3 hari ini jika kalian bisa mendapatkan 20 tangkai maka aku akan memberikan kalian hadiah pill kultivasi tingkat 3 kualitas sedang dan buku seni beladiri, namun jika kalian sama sekali tidak menemukan kalian akan aku uji tanding melawan binatang siluman tingkat 3." ucap Roju.


"Bagimana kalau kami hanya mendapatkan sepuluh tuan, apakah kami akan tetap melawan binatang siluman tingkat 3?" tanya Lan.


"Kalau kalian bisa mendapatkan 10 tangkai maka aku akan berikan hadiah buku teknik beladiri. Namun jika kalian menemukan lebih dari 20 tangkai hadiah kalian aka lebih banyak." ucap Roju.


"Baiklah tuan kami akan berusaha sebaik mungkin, mohon ijin untuk undur diri tuan." ucap Ran.


"Tunggu kalian pergi besok pagi saja karena malam hari cukup berbahaya dan satu lagi jika ada tanaman herbal kalian ambil saja tetap ada kompensasi bagi kalian jika dapat mengumpulkan banyak tanaman herbal." ucap Roju.


"Baik tuan kami mengerti." jawab Ran dan Lan.


"Bagus aku persilahkan kalian kembali ke kamar kalian dan beristirahat, setelah sarapan pagi kalian baru aku ijinkan untuk pergi melaksanakan tugas dariku." ucap Roju.

__ADS_1


"Baik tuan" ucap Ran dan Lan serempak.


"Lan kamu cek dulu daging yang sedang di asap jika sudah bisa di simpan segera simpan lalu istirahat." ucap Roju lalu meninggalkan mereka berdua.


"Baik tuan segera saya laksanakan." balas Lan.


Lan bergegas lalu menusuk daging itu dengan pisau belatinya untuk menlihat daging sudah kering atau belum. Lan kembali menngasapi dagin itu selama 1 setengah jam karena ketika dia menusukan belatinya dagingnya masih kurang kering.


Waktu berlalu dan matahari mulai menampakan dirinya dengan malas, semalas Roju bangun dari tidurnya. Terlihat Ran dan Lan sudah sibuk, Ran sedang memasak sarapan dan Lan sedang membantu kakaknya.


Setelah matahari mulai terlihat bulat sempurna tercium aroma wangi masakan yang membuat Roju akhirnya bangkit dari mati surinya.


"Tuan Selamat Pagi, sarapan sudah siap." ucap Ran dan Lan kompak.


"Oh ya Selamat Pagi kembali, mari kita sarapan" ucap Roju lantas duduk di kursi.


Setelah mereka bertiga menghabiskan makananya Roju membuka suara.


"Aku memiliki satu pesan kepada kalian jika bertemu binatang siluman tingkat 3 sebisa mungkin menjauh dan berusahalah kembali hidup - hidup." Roju berbicara dengan tatapan Tajam ke arah 2 Saudara itu.


"Baik tuan kami aka berjanji kembali hidup - hidup." ucap Lan.


"Baiklah Pergilah aku tunggu kabar baiknya saja." ucap Roju lalu kembali ke kamarnya.


"Baik tuan kami undur diri" ucap Lan dan Ran bersama dan mereka pergi keluar dari dalam markas itu.


Roju yang kembali kekamarnya tidak kembali tidur melainkan dia mengeluarkan batu mustika serigala hitam bergaris perak. Roju berniat menyerap energi batin yang ada di dalam batu mustika untuk meningkatkan jumlah energi batinnya agar menerobos ke ranah hijau tahap 3.


Sebelum menggunakan batu mustika itu Roju berfikir apakah dengan batu mustika ini cukup untuk melakukan trobosan, tiba tiba muncul ide. Roju akan mengkonsumsi satu pill kultivasi tingkat 2 tahap sedang sekaligus menyerap energi batu mustika.


"Hmmm baiknya aku coba dengan menelan satu pill kultivasi saja karena untuk menyatukan kedua energi batin yang berbeda mungkin cukup sulit." batin Roju.


(dua energi batin yang berbeda itu berasal dari energi batin Alkemis yang memurnikan pil dan energi batin dari binatang siluman. Biasanya mustika binatang siluman akan di murnikan dahulu oleh Alkemis agar dapat di serap oleh praktisi beladiri.)

__ADS_1


__ADS_2