
Pada sore hari Roju yang mencium bau masakan yang sudah matang terbangung dari tidurnya dan menuju ke tempat Ran yang sudah selesai memasak. Ran memasak selama hampir 4 jam karena dia harus membersihkan rusa yang di buru oleh Roju dan menu masakannya yang juga terbilang banyak.
Lan yang sudah mulai pulih berjalan mendekati Roju dan berterimakasih.
"Tuan, Lan berterimakasih atas kebaikan tuan dan Lan siap melaksanakan tugas atau perintah dari tuan." ucap Lan sambil membungkuk.
"Baiklah mari kita makan dulu, untuk tugas kalian nanti aku katakan setelah selesai makan" jawab Roju dengan santai.
"Tuan makanan sudah siap silahkan di coba" ucap Ran dengan senyum.
"Hmmm Lezat, ayo kalian berdua ikut makan dan habiskan makanan ini aku tidak makan terlalu banyak." ucap Roju dengan santai.
"Baik tuan" ucap Ran dan Lan dengan serempak.
Waktu berlalu satu jam kemudian di meja sudah tidak tersisa makan lagi hanya ada piring-piring kotor saja.
"Ran buatkan aku secangkir kopi, jika kalian berdua ingin kopi buat saja sendiri saja disini tempatku untuk bersantai tak usah terlalu tegang." Perintah dari Roju.
"Baik tuan mohon tunggu sebentar." Ran berkata lalu menuju ke arah dapur.
Roju yang mengeluarkan r0k0k dari sakunya mengambilnya sebatang lalu menawarkannya pada Lan "Ini kalau kamu mau mer0k0k" Ucap Roju
"Saya memiliki r0k0k juga tuan." Lan berkata sambil mengeluarkan R0k0knya.
Setelah beberapa saat Ran kembali ke ruang makan membawa 3 cangkir kopi.
"Ini tuan kopinya" ucap Ran sambil meletakan kopi.
__ADS_1
"Baiklah karena kalian berdua sudah berkumpul. Aku akan memulai tugas untuk kalian, kalian berdua aku perintahkan untuk tinggal disini dan berlatih di sini. Sampai aku memberikan instruksi selanjutnya. Untuk kebutuhan makanan kalian bisa berburu di hutan di atas ruangan ini. Untuk keperluan beladiri seperti pil atau buku teknik nanti akan aku atur, apakah ada pertanyaan." Ucap Roju dengan berkharisma seperti seorang pangeran.
"Tuan apakah aman jika saya berburu di hutan?" Tanya Ran yang cukup cemas setelah menjadi buronan Gedung Bulan Neraka.
"Tenang saja hutan diatas merupakan hutan tersembunyi yang berada di tengah hutan berkabut. Kalian tau bukan betapa berbahayanya hutan kabut?" Ucap Roju dengan santai
."Tuan saya khawatir tidak memiliki kemampuan untuk berburu di hutan setelah tau bahwa hutan di atas merupakan titik tengah dari hutan berkabut." ucap Ran dengan wajah serba salah.
"Tenang saja hutan kabut yang berbahaya hanya pada hutan yang di penuhi kabut dan selama aku disini aku belum pernah bertemu dengan hewan siluman tingkat raja." ucap Roju dengan santai.
"Baiklah kalau begitu tuan." Ucap Ran
"Baiklah aku saat ini membawa dua buah buku teknik seni beladiri tingkat roh yang mendekatai tingkat bumi, buku teknik ini merupakan teknik menggunakan belati dan satunya lagi teknik menggunakan pisau lempar ini untuk kalian berdua berlatih." Roju berkata lalu memberikan kedua buku teknik beladiri itu.
"Untuk pil penyembuhan aku memiliki 16 dan pil kultivasi aku hanya memiliki 4. Gunakan pill ini dengan baik karena aku akan sebulan sekali berkunjung kesini untuk melihat perkembangan kalian." ucap Roju dan mengeluarkan sebuah Tas di dalam tas terdapat 2 buah kotak kayu.
"Baiklah aku pergi dulu masih banyak urusan yang harus aku kerjakan." ucap Roju lalu menghilang seperti Angin.
Ran dan Lan terkejut dengan pemandangan yang baru saja mereka lihat. Teknik yang digunakan oleh Roju merupakan Teknik beladiri meringankan tubuh tinkat Bumi yang kebanyakan dipelajari oleh penatua ataupun master sekte.
Roju yang menghilang melewati sebuah jalan gua yang memiliki jalan seperti labirin hingga akhirnya dia keluar di mulut gua dan sudah berada di area luar hutan berkabut.
Flashback.....
Roju menemukan tempat itu secara tidak sengaja dulu sewaktu masih anak-anak berusia 5 tahun dia sedang bermain petak umpet bersama Zan dan Rosy. Lantas Roju melihat sebuah lubang kecil yang tertutup batu dan ditumbuhi banyak lumut di bawah sebuah batu besar, lalu Roju mengingkirkan batu-batu kecil dan lumut dari lubang itu setelah setengah jam menyingkirkan batu-batu kecil lubang yang tandinya hanya sebesar kelapa sekarang sudah sebesar 1 x 1 meter. Roju pun masuk ke dalam dan menemukan sebuah kertas yang merupakan peta dari labirin yang ada di dalam gua.
Roju kecil lalu keluar dari gua itu dan menutupnya lagi dengan menumpuk batu dengan membentuk seperti sebuah kuburan sehingga tidak ada orang yang mendekatinya.
__ADS_1
Flashback end...
Setelah keluar dari dalam gua rahasianya Roju menuju ke Berkabut bagian luar untuk mencari herbal yang merupakan misi yang dia ambil bersama dengan Zan dan Rosy.
Roju sengaja mencari tanaman herbal malam hari karena tanaman herbal yang dia cari bisa mengeluarkan cahaya bila berada dalam kegelapan. Nama tanaman herbal itu adalah Bunga Cahaya. Bunga Cahaya berguna untuk berkultivasi bagi praktisi yang berada dibawah ranah biru.
Dalam satu tangkai Bunga Cahaya dapat dibuat menjadi 3 buah butir pill tingkat perak, namun itu semua tergantung pada herbal lain yang digunakan untuk pembuatan pill.
Misi Roju yaitu mencari Bunga Cahaya, Buah Ketapang Hutan , Dan Daun Bidara.
Saat Roju sedang melompat dari pohon ke pohon tiba-tiba dia melihat pohon ketapang hutan dan segera mencari apakah ada buah yang sudah matang, namun setelah memutari pohon ketapan untuk mencari buah yang matang, Roju hanya menemukan 1 buah ketapang hutan yang benar-benar matang.
"Lumayan lah dapat satu daripada Zonk" ucap Roju untuk menghibur hatinya yang kecewa karena pohon ketapang yang dia temukan sudah cukup tua umurnya.
Roju kembali melompat dari dahan pohon ke dahan pohon setelah mencapai pinggiran sungai Roju berhenti dan beristirahat melepas dahaga dan membuat api unggun.
Setelah api unggun menyala Roju mendengar ada suara b4b1 hutan "Hooock huuuck" tiba-tiba Roju menghilang dan muncul lagi sedang berdiri di sebuah pohon mengamati babi hutan yang sedang menanduk-nanduk pohon pisang. mata Roju bersinar lalu menghilang lagi dan m3men99al b4b1 hutan .
Roju bergegas membawa daging segar itu ke tepi sungai dan mulai membersihkannya. Setelah bersih Roju menaburkan bumbu pada daging sebelum dia bakar, setelah baluran bumbu merata Roju memanggang daging.
Sambil menunggu daging setengah matang Roju mengumpulkan kayu bakar. Saat hendak meletakan kayu bakar disebuah batu, mata Roju kembali bersinar melihat sebuah bunga berwarna putih abu-abu tumbuh di sela-sela batu. Bunga itu adalah Bunga Kumis Kucing Bulan.
Bunga kumis kucing bulan merupakan Herbal langka yang memiliki khasiat dalam penyembuhan luka pada jiwa. Luka pada jiwa manusia sangat sulit untuk di sembuhkan dan sangat lama untuk di sembuhkan.
Saat Roju hendak mencabut tanaman Bunga Kumis Kucing Bulan tiba-tiba........
BERSAMBUNG.......
__ADS_1