Sang Serigala Malam

Sang Serigala Malam
BAB. 30 MENYIAPKAN BANYAK HAL SEBELUM BERLATIH.


__ADS_3

Benar saja tepat di saat Roju masuk kedalam restoran dua sosok orang bodoh yang memesan segunung makanan diatas mejanya. Rosy terlihat sangat senang sedangkan Zan terlihat Frustasi dan tertekan.


"Hei kenapa kalian tidak memmbangunkan aku tadi malah langsung ke restoran sendiri?" ucap Roju.


Ucapan Roju barusan ternyata efektif merusak nafsu makan Rosy sehingga dia berhenti makan dan Zan yang frustasi menjadi bersemangat.


"Hehehhehe boleh aku tambah pesanan lagi" tanya Rosy.


"Terserah kau saja, tapi jawab dulu pertanyaanku" jawab Roju.


"Bukankah kamu menulis pesan dipintu kamarmu tadi?" ucap Zan.


"Owh berati itu masalahnya. Ya sudah lanjut makan saja. Rosy cari pelayan pesan lagi makanan yang banyak." printah Roju pada Rosy.


"Ngomong - ngomong dalam rangka apa makan malam ini? Apakah kamu punya pacar atau baru menang togle" tanya Zan pada Roju.


Rosy yang berbalik menatap Zan lalu menatap Roju dan berkata. "Iya pertanyaanku sama dengan Zan jangan khawatir aku tidak akan bertanya aneh - aneh."


Baru saja Rosy selesai mengucapkan beberapa patah kata, seorang wanita muda datang menghampiri Roju. Hal ini membuat Rosy dan Zan mengira bahwa pesta makan malam ini adalah pesta untuk merayakan Roju sudah laku.


"Dini kau tunggu dulu disana pesanlah beberapa makanan. Aku akan mengurus dua orang gila ini dulu." ucap Roju namun sambil berbisik pada Dini.


Dini hanya menganggukan kepalanya.


Melihat apa yang terjadi didepan mata kepala mereka berdua membuat Rosy melongo dan nasi yang dia pegang dimasukan hidungnya.


Sedangkan Zan yang hendak minum malah mengguyurkan air minumnya di kepala.


.


"Hei - hei ada apa kalian? dasar benar benar gila" ucap Roju.


Mendengar ucapan Roju menyadarkan kedua temanya yang shock selah melihat seorang wanita dari Gedung Persatuan Alkemis.


"Hei pantas saja kamu sangat sering tidak berada disekte, tenyata itu penyebanya" ucap Zan sambil menunjuk tempat dimana Dini duduk.


Rosy menatap Zan lalu kini menatap Roju dan bersabda. "Benar itu benar Zan"


"hei aku mengundang kalian makan malam karena aku akan memulai latihan panjang hingga aku berusia 12 tahun baru sepertinya aku akan mengakhiri latihanku. Dan satu hal lagi aku tidak memiliki ayang dia hanyalah sebatas patner bisnis." jelas Roju.

__ADS_1


Rosy dan Zan hanya mengangguk anggukan kepalanya saja.


"Baiklah kalian sekarang lanjutkan makan dulu aku akan menemui patner bisnisku dulu." ucap Roju.


"Oke oke kalau bisa kau ambil juga hatinya agar kamu memiliki pacar." ucap Rosy dengan mulut penuh.


"Bodoh dia sudah memiliki kekasih, lagi pula aku saat ini baru berusia 10 tahun" balas Roju dengan kesal.


Zan dan Rosy membalas ucapan Roju dengan tertawa canggung.


Roju berjalan menuju meja tempat Dini berada dan duduk berhadapan dengan Dini.


"Apakah tugas yang aku berikan sudah selesai atau ada pesan dari Master Alkemis Lang?" tanya Roju.


"petama aku datang karena tugas yang tuan berikan sudah selesai dan yang kedua Penatua Agung Lang memberikan pesan bahwa dia membutuhkan kembali Bunga Kumis Kucing Bulan sebanyak 40 tangkai. selain herbal dia juga berpesan jika menyediakan binatang siluman tingkat 3 ke atas juga tidak masalah Penatua Agung akan membayarnya dengan harga tinggi." ucap Dini menjelaskan maksud dan tujuannya.


"untuk herbal dan binatang siluman berapa lama waktu yang Master Alkemis Lang berikan?" tanya Roju.


"Waktunya dia memberikan 1 bulan." ucap Dini.


"Lalu berapa banyak pil hasil eksperimenmu dan kekasihmu yang dapat berguna serta jelaskan setiap pil hasil eksperimen kalian kepadaku." ucap Roju.


Selain pil kekuatan kami juga berhasil menciptakan pil penawar racun yang memiliki efek dapat membantu pengguna menjadi kebal jika terkena racun yang sama, namun efek kebal itu hanya akan bertahan selama 2 minggu. Kami memberi nama pil penawar racun sebagai pil kekebalan. Pil ini berwarna Hijau bercampur merah.


Selain pil kekuatan dan pil kekebalan kami juga berhasil membuat pil penguat tubuh dengan efek dapat memberikan kekbalan terhadap senjata hingga tingkat rare namun efek dari kekebalan hanya akan bertahan 1 jam saja setelah itu akan kembali normal namun akan meningkatkan kekerasan kulit dari pengguna. Kami memberi nama pil tubuh besi. Pil ini berwarna perak.


Untuk jumlah pil kekuatan 35 butir, pil kekebalan 25 butir, dan pil tubuh besi sebanyak 10 butir. 50 butir berada di tingkat 3 kualitas sedang sisanya berada di tingkat 2 kualitas hampir sempurna." jelas Dini panjang lebar.


"Baiklah berapa banyak yang kamu ingin kan untuk pembayaran hasil kerja keras kalian?" tanya Roju.


"kami sudah memtuskan agar tuan saja yang menilai harga pil buatan kami." ucao Dini.


"Baiklah apakah kamu memiliki cincin dimensi?" tanya Roju.


"Aku memiliki gelang dimensi namun untuk ukurannya hanya satu kali satu meter" ucap Dini.


"Bagus sekarang kau pindahkan pil buatanmu ke dalam cincin dimensi ini" suruh Roju sambil mengeluarkan sebuah cincin.


"baiklah tuan tunggu sebentar" balas Dini lalu mengambil cincin dimensi di tangan Roju.

__ADS_1


Zan yang melirik ke arah Roju melihat Roju memberikan cincin kepada wanita itu mendadak tersedak (uhuk uhuk uhuk).


Rosy yang sedang fokus dengan makanannya bahkan tidak memperdulikan temannya yang sedang tersedak. Dia terus makan dengan lahap.


Setelah memindahkan pil kedalam cincin dimensi Dini mengembalikan cincin itu pada Roju.


"Tuan sudah saya pindahkan semuanya" ucap Dini.


"Baiklah biar aku cek dulu" ucap Roju.


Melihat ada banyak sekali pil beraneka warna disebuah kotak batu berukuran 50 kali 50 cm Roju tersenyum.


"Dni kemarikan gelang dimensimu" ucap Roju.


"Ini Tuan" ucap Dini sambil memberikan gelang dimensinya.


Setelah Roju memasukan 120 buah batu Roh tingkat rendah dan 500 ribu koin emas. Roju mengembalikan gelang dimensi Dini dan berkata.


"Ini coba kamu cek dulu apakah cukup atau tidak." ucao Roju.


Dini terkejut melihat bayaran dari hasil kerjanya sangat banyak seketika berkata. "Tuan apakah ini tidak terlalu banyak?"


"bagiku itu merupakan bayaran yang pantas karena kalian sudah bekerja keras bereksperimen menciptakan produk pil baru" ucap Roju.


"Terimakasih tuan sungguh murah hati. Kalau begitu aku ijin undur diri." ucap Dini.


"Tunggu ada hal lain yang harus aku sampaikan. Dua minggu lagi kau kembalilah kesini dan ambilah ini" ucap Roju sambil menberikan sebuah batu badar besi berwarna merah bertuliskan *Ro*.


"untuk apa ini tuan?" tanya Dini.


"Dua minggu lagi ada seorang anak buahku yang akan menemuimu dan membawa herbal untuk kau dan kekasihmu murnikan. Ketika dia menemuimu pastikan jika dia memiliki batu yang sama dengan yang aku berikan padamu." jawab Roju.


"baik tuan aku mengerti, apakah ada yang lain lagi tuan?" tanya Dini.


"Tolong sampaikan pada Master Alkemis Lang jika aku akan menitipkan bunga kumis kucing bulan padamu atau kekasihmu. Untuk pembayarannya bisa dia titipkan padamu." ucap Roju.


"Baik tuan akan saya sampaikan." ucap Dini.


"Silahkan kembali, aku takut kekasihmu itu cemburu padaku." ucap Roju lalu meninggalkan meja tempatnya dan Dini berbisnis dan membayar tagihan di meja itu.

__ADS_1


Tanpa berkata apapun lagi Dini pergi meninggalkan restoran dengan wajah berseri - seri.


__ADS_2