
"hahahahahahah pesanlah makanan hingga kamu kenyang Rosy. Biar aku yang mengurus pembayarannya nanti." tawa Roju melihat sahabatnya yang tidak jadi murung karena bertemu dengan makanan.
Rosy tidak bisa menjawab karena mulutnya penuh daging dan dalam keadaan sedang mengunyah, namun mengangukan kepalanya sebagai pertanda bahwa Rosy mengiyakan ucapan Roju.
"Sebenarnya apa yang menyebabkan si tukan makan ini tadi mogok makan Zan?" tanya Roju.
"Aku tak lama lagi akan pergi mendaftar ke sekte menengah, Rosy pun juga akan mendaftar namun sekte menengah yang akan dia tuju berbeda dengan ku dia sudah ayahnya masukan di sekte tingkat 2 bernama sekte elang surgawi. Itu yang membuat dia sedih karena tidak mau berpisah dengan kita." ucap Zan.
"Aku pun nanti sore akan kembali kerumah untuk memperisapkan diri mendaftar di sekte Garuda Emas di kota Kekaisaran. " ucap Roju.
"yah mungkin kita akan berpisah sekte tapi toh rumah kita juga bersebelahan hahahahaha" ucap Zan.
"Ya sedari kecil kan kita bertiga selalu bermain bersama" ucap Roju.
Sedangkan Rosy tidak perduli dengan obrolan kedua temannya selama tidak membahas makanan dalam obrolannya.
"lihat yang tadi murung sekarang sedang kerasukan roh penggilingan makanan. Hahahahahaha" ucap Roju membuat Zan ikut tertawa.
"Hahahahaha asalkan dia kembali normal itu tidak masalah" ucap Zan.
Mereka menghabiskan 2 ekor burung unta dan 3 ekor sapi. Rosy sendiri saja sudah menghabiskan 1 ekor burung unta dan 2 ekor sapi.
Selesai membayar Roju menemui kedua sahabatnya dan mengajak mereka kembali.
Dalam perjalanan kembali ke sekte mereka bertiga terlihat terus mengobrol disepanjang jalan. Sebenarnya itu karena si tukang makan kini sudah kembali ceria dan melupakan kesedihannya.
"Rosy tidak usah dipikirkan jika kita semua memiliki tujuan sekte menengah yang berbeda toh rumah kita juga berdekatan" ucap Roju.
"Ya kau benar. Aku bahkan melupakan bahwa rumah kita bertiga saling bersebelahan." ucap Rosy ceria.
"Yasudah kalau sudah beres sekarang kita bantu Roju membereskan barang - barangnya karena akan kembali kerumah." ucap Zan mengajak Rosy.
"Jadi kamu sudah mau pulang? Padahal aku pikir kita bertiga bisa pulang bersama 2 bulan lagi." ucap Rosy lirih.
"hahahaha kalian menonton saja nanti karena aku memiliki barang bagus untuk membawa barang-barangku." ucap Roju.
"Apa ada barang yang seperti itu?" tanya Rosy.
(glutak) Zan menjitak Rosy. "Aduh" ucap Rosy.
__ADS_1
"Lagian pertanyaanmu itu menandakan kalau otakmu isinya hanya makanan" ucap Zan.
"Hei maksudmu memang ada benda seperti itu?" tanya Rosy.
"arkkhhh sudah lah lihat saja nanti" Zan dengan ekspresi wajah masam.
"iya iya iya" ucap Rosy dengan nada yang meledek.
"Hahahaha kalian berdua padahal setiap hari bersama tapi tetap saja jarang akur hahahaha" ucap Roju.
Mendengar ucapan Roju membuat Zan dan Rosy menjadi malu.
Sesampainya dikamar Roju. Roju mulai memindahkan barang - barangnya kedalam cincin penyimpanannya.
"Oh jadi benda itu yang tadi kalian katakan dijalan" ucap Rosy.
"Iya, itu namanya cincin dimensi." ucap Zan.
"Darimana kamu tau?" tanya Rosy.
(Pletak) "Dasar otak makanan, apa kamu lupa tentang buku teknik penempaan yang diberikan penatua saat pembelajaran." ucap Zan kesal pada Rosy.
"Kauuuuu arkkkhhh Uraaaaaaa" teriak Zan dengan keras.
"Hei - hei sudah kalian berdua jangan berisik, cepat bantu aku membersihkan ruangan ini. Aku mau mengemasi barang - barangku yang belum masuk cincin dimesni karena sudah penuh." ucap Roju sambil menenangkan suasan.
"Memangnya bisa penuh yah, sayang sekali aku pikir aku bisa mnyimpan apapun kedalam cincin dimensi tanpa batasan" ucap Rosy terlihat kecewa.
Mendengar ucapan Rosy, Roju mengerutkan kening merasa memang sahabatnya yang satu ini memang otaknya rada tidak beres.
Zan yang mulai tidak sabar dengan kelakuan Rosy melemparkan sendal yang dia pakai namun dihindari oleh Rosy.
"Engga kena weeeee engga kena weeee" ledek Rosy sambil menjulur - julurkan lidahnya.
"Arkhhhhh sifate Wesi yo wesi besi yo besi ilangono duso ingkang wes kelakon" teriak Zan sambil merapalkan mantra yang konon merupakan mantra kebal yang paling ampuh dijagat persilatan.
"Hohoho Ayo tunjukan Ulti terkuat milikmu" ejek Rosy.
Tiba - tiba (Swoshhh) sebuah aura membuat satu sekte merasa tertekan. Namun Zan dan Rosy lebih tertekan lagi karena yang mengeluarkan aura berada di dekat mereka.
__ADS_1
"Hei aku meminta kalian membantuku membersihkan dan merapihkan ruangan ini bukan malah memmbuatnya semakin acak - acakan." ucap Roju dengan agak jengkel dengan kelakuan dua sahabatnya.
"Hehehehe maaf kami sekarang akan memulai mengerjakan tugas kami hehehehe" ucap Rosy.
"Iya tapi tarik dulu auramu atau kami akan pingsan disini" ucap Zan.
(Wush) Aura yang menyelimuti sekte Daun Emas menghilang dan aktifitas kembali menjadi normal.
Namun yang tidak Roju ketahui adalah pada saat ini Ayah Roju, Ibu Roju dan Adik Roju sedang bada diruangan milik Suti. Mereka datang ke sekte Daun Emas berencana untuk menjemput Roju. Mereka terkejut manakala sebuah Aura yang berada di ranah biru tahap 2 sedang menintimindasi satu sekte.
"master sekte daun emas itu tadi aura milik siapa apakah milik paman Zuna?" tanya Ursa yang merupakan ibu dari Roju.
"Huh itu aura milik anak kalian" ucap Suti.
Mendengar ucapan Suti. Ursa lantas pergi mencari sumber aura tadi sambil membawa bambu.
"Hahahahaha ternyata anakku cukup jenius juga." ucap Topa setelah melihat istrinya pergi.
"Jenius tapi juga suka mengacau sama seprtimu" ucap Suti.
"Hahahahaha paman bisa saja, oh iya mungkin tau depan Bara juga akan aku masukan kedalam sekte ini paman." ucap Topa sambil mengelus kepala Bara yang masih kecil usianya sekitar 5 tahunan.
"Nanti jika Bara berada disekte jangan ikut - ikutan kakakmu ya yang suka membuat onar. Tapi harus tetap pintar seperti kakakmu." ucap Suti sambil mengelus kepala Bara.
"Hahahaha tentu saja anakku pasti jenius." ucap Topa.
"Mulutmu itu, jenius tukang mengacau untuk apa" ucap Suti.
"Hahaha paman ini suka bercanda" ucap Topa.
Berpindah kepada Roju. Roju yang tadi merasakan keberadaan Ayah, Ibu, dan Adiknya berniat untuk menemi mereka, namun ketika hendak keluar dari kamarnya Roju merasakan ada sebuah bahaya dari belakang.
(Plakk) suara benturan antara bambu dengan pantat terdengar sangat renyah.
"Aduhh" ucap Roju lalu melihat kearah belakang. Roju melihat Ibunya sedang dalam mode super seiyan 2.
"Ampun makkk ampun," ucap Roju sambil berlari namun dihentikan oleh ayahnya.
(Plak plak Plak) suara renyah terdengar berulang kali disertai juga suara seorang pemuda berteriak meminta ampun.
__ADS_1
BERSAMBUNG....