
"Baiklah untuk hadiah yang aku janjikan pasti akan aku berikan pada kalian namun aku harus kembali dulu untuk mencarikan hadiah untuk kalian. Untuk kebun herbal itu jangan dekati kebun itu kalian tetap disini dan pelajari buku seni beladiri yang sebelumnya terlebih dahulu hingga kalian menguasainya." ucap Roju.
"Baik tuan, kami akan melaksanakan perintah tuan." ucap Lan.
"Bagus, aku akan kembali dahulu untuk herbal yang kalian bawa aku ambil semua untuk aku carikan alkemis agar dimurnikan menjadi pil." jelas Roju.
"ya tuan kami mohon undur diri terlebih dahulu." ucap Ran.
"Ya aku juga akan pergi kemungkinan nanti tengah malam baru kembali." ucap Roju.
"baik tuan kami akan menjaga tempat ini dengan baik" tegas Ran.
Waktu berlalu, kini matahari tepat berada diatas kepala Roju. Roju masih dalam perjalanan ke Aula Misi untuk membeli buku teknik seni beladiri.
"Penatua Lizi aku ingin menukarkan poin kontribusiku dengan beberapa pil penyembuhan, pil kultivasi, dan buku teknik seni beladiri." ucap Roju pada penatua Aula misi.
"untuk buku teknik seni beladiri kau masuk sendiri cari lah apa yang kamu suka. Sedangka untuk pil berapa butir yang kamu perlukan?" celoteh pak tua Lizi.
"Berapa sekarang harga pil disini penatua Lizi?" tanya Roju.
"satu butir pil kultivasi tingkat 3 kualitas sedang 50.000 poin kontribusi.
1 butir pil penyembuhan tingkat 3 kualitas sedang 20.000 poin kontribusi.
1 butir pil penguat tubuh tingkat 3 kualitas sedang 100.000 poin kontribusi." ucap Pak tua Lizi.
"untuk pil aku ambil 10 butir pil kultivasi, 20 butir pil penyembuhan, 3 butir pil penguat tubuh." ucap Roju.
"total pil yang kamu beli seharga 1,2 juta poin kontribusi. Berati poin kontribusimu sisa 1.850.000." ucap Pak tua Lizi dengan malas.
"Penatua Lizi aku ambil 3 buah buku teknik beladiri ini 2 berada di tingkat roh, satunya berada di tingkat bumi." ucap Roju.
__ADS_1
Mendengar Roju mengambil buku seni beladiri tingkat bumi yang biasanya hanya di beli oleh penatua bahkan ini pertamakalinya seorang murid membeli buku seni beladiri bumi membuat Pak Tua Lizi terkejut.
"Untuk apa kamu membeli buku seni beladiri tingkat bumi?". Tanya Pak tua Lizi.
"Sudahlah pak tua berapa harganya kau tak perlu tau." jawab Roju dengan acuh.
"buku seni beladiri tingkat roh 100.000 poin kontribusi, buku seni beladiri tingkat bumi 500.000 poin kontribusi. Sisa poin kontribusimu 1.150.000" ucap Pak tua Lizi malas berdebat dengan Roju lagian sebelumnya yang dia tau Roju sudah berada di ranah hijau jadi dia harusnya tidak perlu khawatir anak nakal itu mati karena kecerobohannya.
"Penatua Lizi apakah ada Pedang tingkat rare ke atas ?" ucap Roju.
Penatua Lizi kembali terkejut karena senjata rare jika digunakan oleh praktisi beladiri yang energi batinnya tidak memenuhi standar, standar minimal pengguna senjata rare adalah ranah hijau tahap 3.
"Apa kamu yakin energi batinmu cukup untuk menggunakan senjata rare ?" tanya Pak tua Lizi.
"sudah katakan saja ada atau tidak waktuku tidak banyak." jawab Roju dengan malas.
"Dasar bocah bi4dab, jika kamu mati maka aku tidak mau disalahkan master sekte. Pendang tingkat rare berharga 1juta seratus ribu poin kontribusi. Jika kamu membeli pedang tingkat rare poin kontribusimu hanya tinggal 50 ribu saja, bagiaman kamu jadi menukarkann poin kontribusi dengan pedang tingkat rare?" tanya pak tua Lizi.
"Tentu saja cepat lah ambilkan pedang itu." ucap Roju.
Roju yang mendengar gerutuan orang tua itu hanya mengorek - ngorek telinganya dengan jari kelingking.
Tak lama pak tua Lizi kembali membawa sebuah kotak dari kayu sepanjang 1,10 meter.
"Ini pedang satu - satunya di tingkat rare yang ada, cepat berikan token muridmu." suruh Lizi.
Roju memberikan token muridnya pada pak tua Lizi.
Setelah transaksi beres Lizi mengembalikan token murid Roju sekaligus memberikan kotak yang berisii pedang dan sebuah tas yang berisi pil serta buku.
"Terimakasih Penatua Lizi senang berbisnis dengan anda." Ucap Roju sambil memasang senyum licik pada Lizi.
__ADS_1
"Sialan filingku mengatakan akan ada keributan atau kekacauan lagi." batin Lizi.
Roju memasukan tas tadi kedalam kotak kayu dan memasukannya ke dalam cincin dimensinya sedangkan pedang tingkat rarenya dia gendong di punggungnya lantas menghilang seperti bayangan. Namun kali ini Lizi tidak bisa menduga kemana arah yang dituju oleh Roju, hal ini membuat Lizi merasa ada yang salah.
Lizi yang melihat Roju memiliki cincin dimensi terkejut dan berniat akan menanyakannya pada master sekte karena cukup mencurigakan.
"Hah dasar b4j1ngan kecil memmbuat kepala ku sakit saja, lebih baik aku bertanya pada Suti saja nanti." Lizi membatin.
Roju yang baru saja menghilang dari Aula misi sekarang berada di depan ruangan master sekte.
"Master Sekte yang terhormat keluar" ucap Roju lalu menendang pintu ruangan itu hingga terbang.
"Baj1n9an setelah hilang 4 hari sekarang kamu datang ngajak gelud dasar murid jaadab." ucap Suti hendak menangkap Roju. Tapi tiba - tiba dia terkejut karena kecepatan Roju melebihi kecepatannya karena teknik bayangan memang dapat berkembang sesuai dengan energi batin sang praktisi yang menggunakan teknik itu.
"Hahahahaha sepertinya anda bertambah tua saja Master sekte mengejarku yang masih muda saja sudah seperti itu, hahahahahahaha" ucap Roju meledek Suti.
"awas saja kau. Mentang - mentang sudah berada di ranah biru tahap 1 kau begitu sombong, kau pikir aku yang berada 2 tahap di atasmu tidak bisa menangkapmu? Aku belum menggunakan teknik seni beladiri." ucap Suti dengan kesal.
"coba tangkap aku kalau memang anda mampu master sekte" ucap Roju sembari menarik pedang yang ada di punggungnya lantas menghilang seperti bayangan.
"Awas saja setelah aku menangkapmu akan ku hajar kau hingga babak belur." ucap Suti yang kesal lalu mengeluarkan tongkat dan ikut menghilang seperti Roju.
Dan seketika di sekitar ruangan master sekte baik murid ataupun penatua semua orang berkumpul melihat tontonan yang menarik. Pak tua Lizi yang filingnya mengatakan akan ada kekacauan akhirnya sadar bahwa kekacauan yang dia khawatirkan sudah terjadi.
Tiba - tiba di arah lapang yang cukup jauh dari ruang master sekte tedengar bunyi benturan logam, menyebabkan para penonton dan para penjudi berpindah ke lapangan.
"Oh jadi karena kamu memiliki pedang tingkat rare makannya kamu berani mengajakku bertarung sekarang." ucap Suti sang master sekte.
"Aku hanya ingin menguji pedang yang baru saja kubeli dengan senjata tingkat rare lainnya, hahahaha." ucap Roju.
"Kalau begitu maka kamu harus dihukum karena merusak pintu ruanganku, bersiaplah untuk babak belur." Suti memperingatkan Roju.
__ADS_1
"Ampuni aku master sekte aku akan mengganti pintu jelek yang ada di ruanganmu itu tolong lepaskan aku." Ucap Roju yang berusaha menjauh dari Suti namun Suti selalu berhasil menutup jalur Roju untuk melarikan diri.
BERSAMBUNG......