
Roju berusaha menghindar berusaha menjauh dari Suti, namun Suti yang tak ingin lagi melepaskan anak nakal di depannya karena 4 hari yang lalu Suti membiarkan anak nakal itu kabur, malah anak nakal itu kini membuat hebos seisi Sekte karena kelakuan konyolnya.
"Sudah menyerah saja jangan buang - buang tenagamu" ucap Suti.
"Tak usah merayuku dengan tipuan murahanmu master sekte yang terhormat aku tidak akan dengan bodohnya mengikuti ucapanmu" balas Roju.
"Dasar B0doh aku sudah memperingatkanmu tapi kamu masih saja bersikap bodoh maka aku tidak akan sungkan lagi" ucap Suti selesai berkata Suti langsunh melapisi seluruh tubuhnya dengan energi batin. (Swoshhhh seperti Goku mode saint seiya 1 tapi rambutnya tidak berubah).
"Jika aku bodoh aku tidak bisa menjadi jenius no 1 di sekte" ucap Roju lantas mengikuti Suti dengan melapisi tubuhnya dengan energi batin.
Penonton semua tercengang mereka berfikir jika pertunjukan telah selesai setelah master sekte mereka menggunakan mode energi batinnya. Namun ternyata Roju juga bisa menggunakam mode itu.
(Swosh.... Tang sting stang stung ciiittttt sat swut swosh ding ) pertarungan antara murid jenius nomer 1 dengan orang nomer 1 di sekte itu berlasung sengit.
Roju yang kesal berusaha memusatkan energi batinnya dikakinya dan bersiap menggunakan kecepatan tercepat yang dia miliki saat ini. Namun Suti memahami rencana Roju, Suti pun mengikuti Roju memusatkan energi batinnya di kedua kakinya.
(Swooshh string strang boom)
Roju terkena serangan tongkat dari Suti pada bagian pantatnya membuat Roju jatuh tersungkur.
"sudah master sekte sudah, aku sudah menyerah." Roju berkata sambil kembali menyarungkan pedangnya lalu mengangkat tangannya.
"Sebenarnya jika kamu menyerah dari tadi hukuman yang kamu terima tidak terlalu berat, namun karena kamu sudah membuat heboh satu sekte maka sekarang juga aku akan menghukumu." ucap Suti lalu memukul pantat Roju sebanyak seratus kali.
"Aaaaaaaa ampun master sekte ampunnn" teriak Roju yang sedang dihukum oleh Suti.
"Tiada ampun bagimu anak nakal" balas Suti menyeringai karena sedang meluapkan kekesalannya pada Roju selama ini.
"Aaaaaaaaaa... Awas saja kau master sekte akan ku balas perbuatanmu hari ini. Tunggu saja hari pembalasaanku. Aaaaaaaaaa" Roju mengancam sambil berteriak.
__ADS_1
"Sudah terima saja nasibmu dan ratapi kesalahanmu. Karena kamu mengancamku maka hukumanmu ku tambah 100 kali lagi." Ucap Suti yang kesal dengan ancaman Roju.
"Aaaaaaa.. Aaaaaa. Aaaaaa. Aaaaa.. Aaaaaa. Aaaaaa. Aaaaaa. Aaaaa" Berlalu hingga Selesai 200 pukulan. Roju akhirnya terbaring lemah di kamarnya.
"B4j1ngan orang tua itu tidak menahan diri sama sekali" gerutu Roju sambil mengelus - elus pantatnya yang bengkak. Roju mengeluarkan 2 buah pil penyembuhan lalu memakannya dan tidur.
Waktu berlalu sudah seperempat awal malam. Roju terbagun dari tidurnya.
(Kruyuk kruyuk kukuruyuk) "Aduh kenapa rasanya lapar sekali" ucap Roju pelan sambil mengelus elus perutnya.
"Sebaiknya aku pergi ke restoran Daun Jati saja untuk mengisi perut." batin Roju.
Roju keluar dari kamarnya berjalan sendirian dalam sepi di keramaian sekte. Karena Roju sudah terlalu lapar, Roju tidak bisa menggunakan teknik beladiri bayangannya karena fokusnya pada perutnya yang selalu berbunyi.
"S1alan gara - gara lapar aku terlihat sangat tidak berguna" batin Roju dengab kesal.
Setelah berjalan 30 menitan Roju sampai di restoran Daun Jati.
Roju berjalan menghampiri Dini dan kekasihnya.
"Permisi apakah saya mengganggu kallian berdua" ucap Roju.
"Tuan Roju tak kusangka kita bertemu lagi di tempat yang berbeda." balas Dini.
Kekasih Dini sangat cemburu hingga wajahnya tidak enak dilihat.
"Dini aku ada tugas untukmu dan kekasihmu, aku minta kalian berdua murnikan beberapa herbal jika bisa kalian bereksperimen aku tidak berharap mendapatkan banyak pil tapi yang aku harapkan kalian membuat sebuah pil baru yang memiliki khasiat yang lengkap penyembuhan sekaligus dapat mengisi tenaga lagi tanpa harus makan. Pil kultivasi ekstrim yang sekaligus penyembuhan apabila kerusakan atau luka dalam maka bisa untuk menyembuhkan luka dari penerobosan itu." suruh Roju pada Dini dan kekasihnya dengan panjang lebar.
"Baik tuan Roju aku dan Jali kekasihku akan berusaha semaksimal mungkin" ucap Dini.
__ADS_1
"Sebelumnya terimakasih tuan Roju telah membantu saya dan Dini menghadapi masalah waktu itu" ucap Jali dengan ekspresi wajah ya tidak sedap.
"Sudah tidak usah dipikirkan aku tidak menginginkan kekasihmu aku hanya ingin berbisnis saja dengannya. Ini bahan herbalnya aku serahkan pada kalian hasil eksperimen kalian harus diserahkan padaku aku tidak ingin hal ini diketahui siapapun." ucap Roju sambil menyerahkan 2 buah tas ransel besar berisi herbal yang dikumpulkan Ran dan Lan.
"Saya tidak bermaksud begitu tuan Roju mohon maaf jika saya menyinggung anda" ucap Jali dengan ekspresi malu karena salah sangka.
Setelah mendengar perintah Roju yang menyuruh mereka untuk tidak mempublikasi eksperimen mereka membuat Jali menyadari bahwa dia dan Dini memang hanya dijadikan alat untuk kepentingan Roju bukan karena Roju menginginkan Dini. Ini membuat Jali merasa tenang.
"Baiklah tuan Roju kami terima herbal ini untuk hasil dari ekperimen kami bagaimana cara kami menghubungi tuan Roju setelah kami selesai?" jawab dan tanya Dini pada Roju.
"Jika kalian sudah selesai dengan eksperimen kalian, kalian bisa temui aku ditempat ini dimalam hari. Untuk pembayaran hasil eksperimen kalian jangan khawatir setelah kalian menyelesaikan tugas dariku baru aku akan membayar hasil kerja kalian dan untuk biaya yang akan aku keluarkan aku jamin sesuai dengan usaha dan kerja keras kalian." jawab Roju panjang lebar.
"Baiklah tuan Roju aku dan Jali ijin pamit dulu karena kami sudah selesai makan malam disini." ucap Dini bersemangat ingin segera mennyelesaikan tugas dari Roju.
"Tuan Roju kami mohon undur diri." Ucap Jali dengan sopan sambil berdiri mengangkupkan tinjunya.
"Baiklah usahakan agar semaksimal mungkin bagiku waktu bukanlah masalah tapi kualitas dahulu jika kualitas sudah bagus maka usahakan minimalkan waktu sebaik mungkin." balasan dari Roju.
Lantas Dini dan Jali keluar dari restoran Daun Jati dengan membawa 2 buah tas ransel yang diberikan oleh Roju.
Setelah Dini dan Jali pergi. Roju memesan makanan lantas memakannya dengan lahap.
Setelah Roju selesai makan malam dia kembali ke markas rahasianya.
Ran yang melihat Roju datang segera menyapa bosnya itu.
"Tuan selamat datang, apakah tuan ingin saya buatkan makanan untuk makan malam?" sapa dan tanya Ran pada Roju.
"Tidak usah aku sudah makan, tapi jika kalian berdua belum makan maka makanlah, sebelum itu panggil adikmu kesini ada sesuatu yang ingin aku bicarakan" perintah Roju pada Ran.
__ADS_1
"Baik tuan mohon tunggu sebentar saya akan memanggil Lan terlebih dahulu." jawab Ran.