Sang Serigala Malam

Sang Serigala Malam
BAB. 11 PERTEMUAN DI RESTORAN PHONIK SURGAWI.


__ADS_3

Kini matahari sudah tidak menujukan cahayanya digantikan oleh sang rembulan pertanda waktu sudah malam. Roju memasuki Restoran Phonik Surgawi. Roju terkagum - kagum dengan kemegahan restoran itu. Meman ini merupakan pertama kali Roju berkunjung ke sebuah restoran mewah, dari dulu Roju selalu lebih meilih makanan di restoran biasa - biasa saja karena harganya yang lebih murah.


Roju yang sedang termenung dihampiri oleh seorang pelayan pria.


"Tuan adakah yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu dengan sopan.


Roju terkejut lalu menyerahkan Batu kristal bertuliskan Lang. Batu Kristal itu ternyata adalah sebuah lencana pelanggan VIP dari Restoran Phonik Surgawi. Pelayan itu terkejut melihat itu.


"Mari tuan muda ikuti saya untuk menuju tempat Master Alkemis Lang." ucap pelayan itu memimpin jalan dan diikuti oleh Roju.


"tuan pelayan bolehkah saya bertanya tentang batu kristal yang saya tunjukan pada anda, apakah batu itu merupakan tanda khusus?" tanya Roju yang masih belum tahu mengenai batu itu.


"Tuan muda pasti bukan dari daerah ini kan?, batu kristal menujukan tanda bahwa pemilik batu itu merupakan pelanggan VIP dari restoran kami." jelas pelayan itu.


"Ohh, aku pikir ini menujukan identitas pemilik restoran ini" celoteh Roju dengan nada bercanda.


Pelayan yang mengantarnya hanya tertawa karena dia tau ucapan Roju itu hanyalah candaan. Toh dia juga bukan dari Kota Anggrek Bulan jadi wajar pemuda itu tidak tahu, pikir sang pelayan.


(Kota Anggrek Bulan merupakan kota yang cukup dekat dengan sekte Daun Emas. Sekte Daun Emas berada di sebuah Desa bernama Desa Hutan Jati.)


"Silahkan tuan masuk terlebih dahulu, Master Alkemis Lang sudah berada di dalam" ucap pelayan.


"Terimakasih telah mengantarku tuan pelayan ini ada sedikit koin emas untuk membeli jajan." balas Roju sambil memberikan 200 keping koin emas.


"terimakasih tuan, tuan sungguh orang baik." ucap pelayan itu sambil membungkuk dan menerima koin emas pemberian Roju.


Setelah pelayan itu berjalan kembali ke tempatnya bertugas Roju mengetuk pintu ruangan itu sebagai tanda sopan santunnya.


(tok tok tok)


"Masuk" ucap suara tua dari dalam ruangan.


"Maafkan saya Master Alkemis Lang, karena membuat anda menunggu." ucap Roju yang sudah berdiri di depan Pak Tua Lang.

__ADS_1


"Tenang saja silahkan duduk, aku juga baru selesai memesan hidangan, mungkin tidak lama lagi hidangannya akan datang." ucap pak tua Lang.


"Sebelumnya mohon maaf Master Alkemis Lang, bisnis apa yang ingin anda bahas dengan saya ditempat ini?" Tanya Roju.


"Santai saja dulu, kita bahas bisnis kita setelah selesai makan malam saja karena aku sekarang sedang lapar." ucap Pak Tua Lang.


Setelah waktu berlalu mereka berdua telah selesai makan malam. Pak Tua Lang akhirnya membuka suara setelah dia menyalakan ududnya.


"Roju apakah kamu berminat menujukan lokasi kamu menemukan Bunga Kumis Kucing Bulan?" tanya Pak Tua Lang.


"Apa yang aku dapat jika menunjukan tempat aku menemukan Bunga Kumis Kucing Bulan?" balas Roju.


"Berapa koin emas atau batu roh yang kamu inginkan?" tanya Pak Tua Lang.


"Saat ini aku belum memerlukan koin emas atau baru roh Master Alkemis Lang." balas Roju.


"Lalu apa yang kamu inginkan?" tanya Pak Tua Lang.


"Saya mempunyai proposal lain Master Alkemis Lang. Bagaimana jika masalah Bunga Kumis Kucing Bulan akan saya suplai kepada anda tapi anda tidak perlu tahu dimana saya mendapatkan Bunga Kumis Kucing Bulan itu." Roju menawarkan Proposal lain.


"Anda tidak akan rugi Master Alkemis Lang jelas saya hanya meminta 75 persen dari harga pasarnya dan untuk 25 persen sisanya aku hanya ingin kamu membiarkan Alkemis Tingkat 3 Dini dan kekasihnya menyediakan pill untuk saya dan bahan - bahan dari saya." Tawar Roju.


"Biar aku menghitung - hitung terlebih dulu" ucap Pak Tua Lang.


"Tentu silahkan Master Alkemis Lang memikirkan proposal saya terlebih dahulu." ucap Roju lantas menyalakan ududnya.


"Berapa koin emas yang kamu maksud dengan 75 persen harga pasar itu? tanya Pak Tua Lang.


"Untuk itu mengikuti harga pasar saja Master Alkemis, anda tidak akan rugi apabila tiba - tiba harga pasar turun. Namun jika anda dengan sengaja menurunkan harga pasar saya tidak akan menyuplai Bunga Kumis Kucing Bulan kepada anda." tegas Roju.


"Lalu untuk 25 persen sisanya bagimana?" tanya Pak Tua Lang.


"Biar saya perjelas pembagiannya. 20 persen untuk menyewa Alkemis Dini dan kekasihnya untuk memurnikan pill untuk saya. 5 persennya untuk memberikan tempat keluarga Alkmis Dini di Gedung Persatuan Alkemis. Bagaimana apakah ada yang ingin anda koreksi Master Alkemis Lang?" jelas dan tanya Roju.

__ADS_1


"Apa tujuanmu ingin menyewa kedua Alkemis itu?" tanya Pak Tua Lang.


"Hanya untuk membantuku membuat pill untuku untuk mencapai puncak beladiri." jawab Roju.


"Baiklah aku setuju dengan Proposalmu, Apakah kau bisa menyediakan 20 tangkai lagi Bunga Kumis Kucing Bulan?" ucap Pak tua Lang.


"Berikan saya waktu 1 minggu, lalu dimana saya menemui anda?" tanya Roju.


"Temui aku ditempat ini pada jam makan malam." jawab Pak Tua Lang.


"Baik Master Alkemis Lang, lalu untuk kontrak kerjasamanya apakah saya yang membuat atau dari anda?" tanya Roju.


"Tunggi sebentar biarkan aku membuatnya terlebih dahulu." Ucap Pak Tua Lang. Setelah selesai berbicara Pak Tua Lang lantas mengeluarkan sebuah kertas dan alat tulis kuno dan menulis tulisan kuno.


Roju yang melihat hal itu terkejut karena tinta yang digunakan untuk menulis kontrak itu merupakan darah dari Binatang Siluman tingkat Kaisar. Yang menandakan bahwa kontrak yang di buat merupakan kontrak yang sakral dan apabila salah satu pihak melanggar kontrak itu maka akan terjadi malapetaka pada pihat itu. Tertulis dalam buku Filsafat Ekenomi Akutansi Marketing yang pernah dibaca Roju sewaktu dirumah.


"Ini teteskan darahmu di sebelah sini sebagai tanda persetujuan pembentukan kontrak kerjasama ini." ucap Pak Tua Lang.


Roju yang cerdas tidak serta merta melakukan apa yang Pak Tua Lang katakan. Dia terlebih dahulu membaca isi dari kontrak itu. Setelah dirasa sesuai dengan apa yang tadi mereka sepakati barulaj Roju meneteskan darah sebagai tanda pemilik kontrak.


"Baklah dengan ini kontrak resmi dibuat. Aku tunggu satu minggu lagi disini untuk 20 tangkai Bunga Kumis Kucing Bulan." ucap Pak Tua Lang.


"Baik Master Alkemis Lang, saya mohon untuk undur diri." balas Roju. Lantas pergi meninggalkan ruangan itu.


Sebelum kembali kehutan berkabut Roju terlebih dahulu menemui Dini di Gedung Persatuan Alkemis.


"Alkemis Dini Master Alkemis Lang sudah setuju untuk membiarkan kedua orang tua anda tinggal di lingkungan Gedung Persatuan Alkemis." ucap Roju mengagetkan Dini yang sedang bersama seorang pria.


Setelah berkata Roju menghilang dengan teknik beladiri Bayangan meninggalkan kedua sejoli yang sedang bermesraan.


"Siapa itu kenapa tidak ada orang, rasaku aku mendengar suara itu dari belakang kita tadi?" tanya pria itu pada Dini.


"Itu pasti orang yang menyelamatkanku tadi, entah apa identitasnya aku tidak tau." jawab Dini dengan ekspresi berterimakasih, Dini sudah menceritakan kejadian yang Dia Alami tadi pada kekasihnya, kekasihnya masih merasa curiga bahwa orang yang Dini temui ingin merebut Dini darinya.

__ADS_1


"Berhati - hatilah pada orang lain aku tidak ingin kehilanganmu." Ucap lelaki itu menasihati Dini.


"Iya aku tau, lagian juga cuma kamu yang ada di hatiku." ucap Dini.


__ADS_2