
"Hah apakah aku akan mati disini" setelah berkata tubuh Roju merasakan ancaman dari arah kepala sebelah kiri sehingga Roju buru - buru menjauh kebelakang menghindari deru angin yang membawa kesan berbahaya dihatinya.
(Swoshhh) "Aaaaaahhkkkkg" teriakan gila ketua bandit.
"Untung saja aku sempat menghindarinya. Hah aku butuh minum air segar untuk menenangkan pikiranku." ucap Roju lalu dengan cepat mengambil sebuah kendi dan meneguknya hingga habis.
"Hmmmm kenapa rasa air yang aku minum asin dan berbau sedikit agak amis dan tubuhku, Aaakkkkkkjhhhhhhhhhhhhhh" ucap Roju lalu berteriak diakhir.
Ternyata yang Roju minum tadi itu adalah darah dari Serigala Hitam Bergaris Perak yang sengaja dia simpan untuk berjaga jagan jika terkena racun.
Namun malahan sekarang terminum. Tanpa Roju sadari darah yang dia minum terkandung cukup banyak esensi dari Serigala Hitam bergaris Perak.
Roju terus terusan berteriak, sedangkan ketua bandit yang berusaha mendekat terlempar oleh tekanan dari energi batin yang tiba tiba meledak.
Tubuh Roju kini diselimuti oleh asap berwarna Hitam dengan kilatan petir berwarna perak. Roju merasakan tubuhnya seperti disambar petir terus menerus.
Semakin lama petir yang berwarna perak yang tadinya terlihat kabur kini mulai menebal dan mulai membesar.
Semakin membesar kilatan Petir ditubuh Roju. Roju berteriak semakin keras.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa."
Dalam hatinya Roju berkata "Aku harus tetap sadar jika ingin hidup karena orang tua bau itu pasti akan terus menyerangku hingga salah satu diantara aku dan dia mati".
Pada saat tubuh Roju disekimuti Petir perak dan asap hitam ketua bandit yang kehilangan kesadarnya kembali menyerang Roju setelah tadi terpental.
Sebuah bayangan hitam membentuk siluet kepala seekor Serigala. Kepala serigala itu membuka mulutnya lalu petir petir perak mulai berkumpul dan memadat membentuk sebuah bola.
Bola petir perak itu tiba - tiba menembak ke arah ketua bandit. Ketua bandit yang tidak memiliki akal mencoba menangkisnya. Namun petir perak itu langsung meledak menghantam tubuh ketua bandit bahkan saking besarnya memuat petir dari langit menyambar ketua bandit hingga 3 kali.
(Duarrr... Brrrrrooooomm Duarr..... Brrrromm Duar..... Brrrooommm Duar).
Sebuah gempa kecil akibat sambaran petir tercipta. Para warga yang bersembunyi kini semakin ketakutan.
__ADS_1
Kondisi ketua bandit kini sudah tak utuh lagi setelah mengalami ledakan bola petir perak dan 3 kali sambaran petir kini tubuhnya sudah gosong dan bahkan tangan, kepala dan kakinya terpisah karena badannya yang sudah hancur menjadi bubur.
Sedangkan Roju kini jatuh pingsan namun asap hitam dan petir perak masih menyelimuti tubuhnya.
Dalam alam bawah sadar Roju.
Roju sedang berhadapan dengan sosok serigala hitam bergaris perak.
"Hahahahahaha manusia sudahlah serahkan saja tubuhmu padaku." ucap Serigala itu.
Roju terkejut mendengar serigala hitam bergaris perak bisa berbicara. Namun Roju dengan cepat menutupi keterkejutannya dengan berkata.
"Tidak semudah itu aku menyerah pada binatang rendahan sepertimu dasar tidak tau malu, padahal aku sudah pernah membunuhmu namun masih berlaga seperti aku yang pernah kau bunuh" provokasi Roju membuat Serigala hitam bergaris perak marah.
(Hooooossssss) asap keluar dari hidung dan mulut serigala hitam bergaris perak.
"Bahkan jika aku mati dibunuh olehmu saat itu, kini kekuatanku setara denganmu karena aku sudah menyatu dengan darah dan energi batinmu. Jika kau terus melawan maka sudah dipastikan kita berdua akan mati bersama" ucap Serigala hitam bergaris perak dengan menunjukan ekspresi kemenangan.
"Hei tunggu biarkan aku memikirkannya terlebih dahulu apakah kau mengijinkan" ucap Roju berusaha mengulur dan mencerna situasi apa yang sedang terjadi.
"Hahahahahahahaha baiklah silahkan pikirkan dulu tapi ingat kesabaranku terbatas." ucap Serigala hitam bergaris perak.
Serigala hitam bergaris perak menjadi cukup percaya diri sehingga tidak menyadari bahwa Roju sedang berusaha menenangkan diri agar dapat berfikir dan menemukan solusi masalah ini.
Roju kini mulai duduk memejamkan mata dan mulai mengingat ingat tentang catatan - catatan yang pernah dia pelajari sebelumnya.
Setelah berfikir cukup lama Roju masih belum menemukan apa yang dia cari pada ingatannya.
Serigala hitam bergaris perak yang sudah tidak sabar kini mulai berkata.
"Hei manusia lemah berapa lama lagi kamu berfikir cepat katakan keputusanmu atau kau akan ku segel agar tidak membuang waktuku lagi." ucap serigala hitam bergaris perak.
Roju mendengar kata *SEGEL* yang diucapkan si serigala memmbuatnya teringat sesuatu.
__ADS_1
"Tunggu sebentar aku belum selesai menghitung keputusanku" ucap Roju.
"Baiklah baiklah aku tunggu 3 jam lagi jika masih tidak memberikan keputusan maka kau akan aku segel di dalam alam bawah sadarmu" ucap Serigala hitam bergaris perak lantas merebahkan tubuhnya dan menutup matanya.
Melihat serigala hitam bergaris perak tidak dalam kondisi siaga, namun Roju tidak berani bertindak gegabah.
"Sebaiknya aku ingat - ingat lagi saja tentang catatan segel yang dimaksud serigala bau itu." batin Roju.
Roju mulai mengingat - ingat sebuah catatan tentang segel. Roju mengingat sebuah Segel bernama *Hakke Fuin* yang berasal dari kekaisaran Matahari Terbit.
Konon segel ini pernah digunakan untuk menyegel sebuah monster Rubah berekor sembilan yang mengamuk dikekaisaran itu dan menyegelnya kedalam tubuh manusia.
Dalam catatan atau buku pengetahuan yang pernah dibaca Roju untuk mengaktifkan segel Hakke Fuin diperlukan gerakan gerakan segel tangan yang rumit serta memusatkan energi batinya pada jari dan telapak tangan sehingga membuat sebuah simbol - simbol yang terlihat aneh dan kuno. Namun Roju mengingat semuanya dengan baik.
"Bagaimana ini apakah ini akan berhasil atau tidak?hah selain segel ini aku tidak mengingatnya yang lain." batin Roju.
Hanya saja kini dia agak ragu apakah ini akan berhasil atau tidak, ini karena Roju belum pernah menggunakan Teknik Segel sebelumnya.
"Baiklah sebagai laki - laki aku akan memutuskan Apabila rencana Awal gagal aku hanya akan bertarung sampai mati dengan Serigala bau itu." Batin Roju dengan penuh tekad.
Setelah meyakinkan diri Roju perlahan lahan membentuk segel tangan dan memusatkan energi batinnya.
Serigala hitam bergaris perak itu benar - benar tertidur saat ini sehingga tidak menyadari apa yang sedang Roju coba Lakukan padanya.
Gerakan tangan Roju cukup Rumit dan cepat keringat menetes sebesar biji jagung memenuhi wajahnya.
Selesai Roju membentuk segel tangan kini Roju melompat mempelkan telapak tangannya kearah kepala Serigala hitam bergaris perak.
Serigala hitam bergaris perak yang sedang tertidur tekejut dan terbangun namun setelah terbangun kini dia berada disebuah ruangan seperti penjara.
"Hei manusia lemah apa yang kau lakukan padaku dasar manusia menjijikan, cepat lepaskan aku dari kurungan ini atau aku akan mencabik cabik mu (grooooarrrr Auuuuuuu)" serigala hitam bergaris perak memaki - maki Roju lalu mengaum.
"Hei bukankan tadi kau mengijinkanku memikirkan keputusanku terlebih dahulu salahkan saja dirimu sendiri yang bodoh hahahaahahahahaha" ejek Roju pada Serigala hitam bergaris perak.
__ADS_1