
"Dasar manusia busuk auuuuuuu" (Duar Duar duar ) serigala hitam bergaris perak itu berteriak lalu mengaum lantas mengamuk didalam ruangan itu.
(UNTUK GAMBARAN RUANGAN TEMPAT SERIGALA HITAM BERGARIS PERAK SEPERTI TEMPAT DIMANA KYUUBI ATAU KURAMA DISEGEL DI TUBUH NARUTO, NAMUN LINGKUNGANNYA BERADA DI SEBUAH HAMPARAN PADANG SAVANA.)
Roju yang muak mendengar ocehan dari serigala hitam bergaris perak menyumpal telingannya menggunakan jari tangannya.
"Ehhhhh Bagiaman cara keluar dari tempat ini?, Aduh masa iya aku akan terus terjebak disini, sialan ini semua gara - gara serigala jelek itu" ucap Roju dengan kesal lalu menghampiri serigala hitam bergaris perak yang ada dalam kurungan.
"kemari lah ayo kemari biarkan aku mencabik cabik tubuhmu, Auuuuuuu" teriak kesetanan serigala hitam bergaris perak.
"Kau bisa diam tidak! Katakan bagaimana cara keluar dari sini! Cepat!" bentak Roju membuat serigala hitam bergaris perak diam.
Serigala hitam bergaris perak diam bukan karena takut.
"Hahahahahahahaha sudah terima saja nasibmu dasar manusia bodoh jika kau menyerahkan tubuhmu aku akan memberitahumu cara keluar dari sini." Tawa Serigala hitam bergaris perak lalu berbicara dengan ekspresi menghina.
"Si Anj1n9 bodoh kamu pikir aku bodoh sepertimu" ucap Roju lalu pergi meninggalkan Serigala hitam bergaris perak dengan kesal.
"Hahahahahahah sudahlah serahkan saja tubuhmu kau tak akan bisa keluar dari tempat ini hahahahahahaha" ucap serigala hitam bergaris perak menghina lalu merebahkan tubuhnya dan menutup matanya.
"Wewewsedwdesseede, berbicara saja kau seperti kentut aku tak akan peduli dengan ucapanmu" balas Roju mengejek Serigala hitam bergaris perak.
"Hmmmmm inikan dunia di alam bawah sadarku berati jika aku di dunia nyata bangun maka aku akan otomatis kembali. Tapi jika kondisiku sekarang sekarat dan harus segera memakan pil penyembuhan ahhhhhh kepalaku jadi pusing karena kebanyakan over thingking." batin Roju kesal.
Roju terlihat seperti orang streess karena setiap dia gagal menemukan solusi dia mengacak acak rambutnya hingga sudah tidak terlihat orang waras lagi.
"apakah dengan cara aku memfokuskan pikiranku untuk kembali ke dunia nyata akan berhasil?" batin Roju sambil memegang dagunya.
"Kalau tidak dicoba kita tidak akan tahu" batin Roju memutuskan dengab tekad yang kuat.
__ADS_1
Namun setelah berusaha keras beberapa kali tetap saja Roju masih belum bisa kembali ke dunia nyata. Tiba - tiba Roju teringat ucapan Serigala tua buruk rupa itu. Roju menggelengkan kepala setelah mengingat ucapan serigala hitam bergaris perak.
"Ahhhhh tidak - tidak pasti ada cara untuk keluar dari tempat ini" ucap Roju mematahkan rasa putus asanya.
"Baiklah aku coba sekali lagi menfokuskan konsentrasiku." ucap Roju dengan keteguhan hatinya yang tadi sudah mulai goyah kini kembali kokoh.
Setelah kembali mencoba hingga 10 kali Roju masih gagal. Namun pada percobaan kesebelas tanpa Roju sadari energi batinnya Roju pusatkan pada dahi di sela - sela antara kedua alisnya.
Roju tiba - tiba merasakan badanya pegal - pegal dan sakit disekujur tubuhnya. Namun ekspresi Roju bukan lah sedih melihat kondisi tubuhnya namun malahan senang dan gembira. Setelah berusaha puluhan kali akhirnya dia berhasil.
Roju yang menyadari bahwa dari awal dia menyebarkan energi batin keseluruh tubuhnya. Namun ternyata untuk keluar hanya perlu memusatkannya pada dahinya saja.
Sebuah pil keluar di udara tepat diatas mulut Roju. Roju segera menelan pil penyembuhan yang Roju keluarkan dari cincin dimensinya dengan sisa - sisa tenaga terakhirnya.
Setelah memakan pil penyembuhan Roju kini tengah terbaring tidur ditengah - tengah sebuah kawah yang tercipta karena kejadian ketika tubuh Roju mengeluarkan asap hitam dan kilatan petir perak.
Asap hitam yang menutupi tubuh Roju tadi tenyata adalah energi batin yang di ubah menjadi angin. Karena serigala hitam bergaris perak menguasai perubahan elemen yakni angin dan petir.
Angin hitam merupakan level yang paling rendah yaitu level 1.
Sedangkan untuk petir perak itu sudah berada dilevel 2 dalam teknik manipulasi elemen.
Waktu terus belalu matahari telah lama tenggelam dan kini digantikan oleh sang rembulan. Sang rembulan pun sudah hampir selesai melaksanakan tugas malamnya kini matahari sudah mulai terbit dari timur namun masih baru setengah badan dari sang surya yang terlihat.
Roju yang sudah tertidur cukup lama kini mulai bangun, merasakan tubuhnya yang sudah memulih 70%. Roju memilih kembali memakan pil penyembuhan dan berusaha mengisi energi batinnya dengan menyerap energi alam yang ada disekitarnya.
Setelah matahari mulai merangkak naik keatas bumi barulah Roju bangun dari posisi rebahannya. Kini Roju mulai memikirkan kemana arah tujuannya.
"Hmmmm kemana aku harus pergi yah" batin Roju sambil memijat - mijat dagunya.
__ADS_1
"Jika kembali ke Sekte aku harus menyelesaikan misi namun aku bisa meminta master sekte brengsekai itu mendampingiku berlatih seni pedang. Jika aku kembali ke markas aku palingan akan bermalas - malasan lagi hahahaha" batin Roju.
"Yoshhh baiklah sudah aku putuskan aku akan kembali kesekte untuk berlatih seni pedang." ucap Roju lantang memadatkan tekadnya.
(swoshhh) Roju mengilang seperti biasa. Bayangn hitam melompat dari pohon kepohon. Hanya dalam waktu 20 menit Roju sudah sampai di sekte Daun Emas.
Sebelum menemui maater sektenya Roju mencari kedua sahabat karibnya terlebih dahulu. Setelah berkeliling sekte Roju tak kunjung menemui Rosy dan Zan. Lantas Roju menemui penatua Lizi di Aula Misi.
"Penatua Lizi apakah Rosy dan Zan mengambil misi minggu ini? Aku tak melihat mereka berdua di Sekte" tanya Roju tanpa sopan santun sedikitpun.
"Brengsek dimana sopan santunmu dasar b4j1ngan pengacau" ucap Lizi.
"Halah sudah tak perlu basa basi penatua cepat katakan" ucap Roju tidak memperdulikan ucapan Lizi.
"Mereka tidak mengambil misi minggu ini. Sudah sana pergi dari sini bisa bisa aku hajar kau setelah habis kesabaranku." ucap Lizi sambil memendam amarah.
"Hahahahahah, Apakah sepertinya sekarang kau sudah tidak mampu untuk berlaga kuat didepanku lagi." ucap Roju memprovokasi Lizi.
(Swosh) Lizi melompat berusaha menangkap Roju.
(Swisssh) Roju yang melihat maksud Lizi menjauh dan menghilang.
Kejar - kejaran antar bayangan emas mengejar bayangan hitam membuat geger satu sekte. Mereka mengira seorang penatua sedanga mengejar pembunuh bayaran.
Roju yang merasa banyak orang sudah berkumpul menghentikan langkahnya. Penatua Lizi pun berhenti mengejar dan berhenti 10 meter dari tempat Roju berdiri.
Penatua Lizi belum menyadari rencana Roju yang ingin membuat kehebohan karena sudah tenggelam dalam amarahnya.
"Apakah kau sudah menyerah b4j1ng4n kecil, kemarilah biarkan aku memukul kepalamu lalu aku mengampunimu" ucap Lizi merasa sudah mendapatkan kemenangan.
__ADS_1
"Hahahahhahah, penatua sebaiknya kau duduk saja di Aula Misi sambil minum kopi karena Anda tidak akan bisa menangkapku, hahahahahahaha." ucap Roju meledek penatua Lizi.