
"Kakak energi batin sebesar dan sepadat itu hanya dimiliki ranah biru, apakah tuan sedang melawan penyusup?" tanya Lan pad Ran.
"Aku tidak tau pasti namun -" Sebelum Ran selesai berbicara teriakan Roju terdengar sangat keras.
"Aaaaaaaaaaa sialan sakit sekali Haaaaaaaaaaaaa" teriakan Roju.
"Lan ayo kita masuk melihat kondisi tuan." Ran mengajak adiknya masuk untuk membanti Roju.
Pada saat mereka berdua berlari dan suda berada didepan pintu untuk masuk tiba - tiba (Boom) Ledakan energi batin melempar mereka berdua ke belakang hingga kedua orang itu pingsan.
Waktu sebelum Ran dan Lan sampai di markas rahasia.
Roju yang telah bagun dari pingsannya merasakan telah menerobos ke ranah hijau tahap 3 namun jumlah energi batinnya lebih banyak atau terus menerus merembes keluar.
"apakah aku harus segera menerobos ke ranah biru tapi aku tidak yakin tubuhku kuat menerima kepadatan energi batin ranah biru hmmm. Tapi aku tidak ingin energi batin tubuhku terus menerus merembes keluar sangat di sayangkan jika ini terjadi. Baiklah aku coba untuk memadatkann energi batin ini." Roju membatin.
Tak lama setelah Roju mencoba memadatkan Energi batin, sebuah ledakan energi batin terjadi karena Roju gagal mempertahankan kepadatan energi batin sebelum dia coba alirkan keseluruh tubuhnya. Pada saat ledakan itu terdengar kedua saudara yang diberi tugas oleh Roju baru saja sampai.
Setelah gagal untuk yang pertama Roju kembali mencoba. Pada percobaan kedua Roju berhasil menjaga kepadatan energi batin dan mengalirkannya keseluruh tubuhnya.
Roju merasakan sakit yang luar biasa dari seluruh kulitnya mengeluarkan darah bagkan dari pori - pori wajahnya, rambutnya dan kedua matanya pun mengeluarkan darah. Roju yang tak kuat menahan rasa sakit itu berteriak untuk mengurangi beban rasa sakitnya namun tetap menjaga kontrol dari aliran energi batin yang baru saja dia padatkan.
Semua energi batin dalam jumlah besar yang merembes dari dalam tubuh Roju kembali diserap dengan gila - gilaan hingga energi batin yang telah Roju padatkan mengalir seperti badai di dalam tubuh Roju. (Boom) sebuah ledakan energi batin kembali terdengar dari dalam kamar Roju. Energi batin yang meledak tadi terserap kembali kedalam tubuh Roju.
Pada ledakan penerobosan Roju, kedua saudara yang hendak masuk melihat kondisi Roju terpental dan pingsan.
Roju yang telah menerobos merasa tububnya lebih kuat dan kokoh namun sekarang tubuhnya di penuhi dengan darah sehingga dia hendak keluar untuk membersihakn diri di aliran sungai yang berada tak jauh dari pintu keluar.
Roju yang berjalan melewati seluruh ruangan markas rahasianya tercengang karena semua perabotan berantakan semua.
__ADS_1
"Hah tidak kusangka begini adanya, biarlah nanti kusuruh Ran dan Lan yang merapikan tempat ini." batin Roju.
Roju yang baru saja berada dihutan yang ada di atas markas rahasianya terkejut ketika mendapati bahwa ada dua sosok manusia sedang pingsan 20 meter dari pintu masuk menuju markas rahasianya.
"Sepertinya aku merasa familiar dengan dua orang yang pingsan itu." Batin Roju lantas berjalan melihat kedua manusia yang sedang pingsan itu.
"Hei kenapa mereka pingsan disini? Apa mereka tidak makan selama 3 hari hingga pingsan seperti ini?" Roju terkejut tanpa sadar berkata dengan cukup keras hingga Ran bangun dari pingsannya.
"Tuan apakah anda baik - baik saja, uhuk" Ran perlahan duduk sambil memegang dadanya yang terasa sesak setelah ledakan energi tadi.
"Yah aku baik - baik saja. Lalu apa yang terjadi pada kalian hingga kalian pingsan?" tanya Roju.
"sukurlah jika tuan baik - baik saja, tadi ketika kami hendak membantu tuan melawan praktisi beladiri ranah biru yang menyerang tuan kami tiba - tiba terlempar karena ledakan energi yang sangat dasyat dari dalam markas." ucap Ran.
Roju yang mendengar itu terlihat berfikir.
"Dari mana kamu tau ada musuh yang menyerangku Ran?" tanya Roju.
"kami berdua melihat ledakan energi batin ketika baru sampai dan tak lama setelah ledakan energi batin itu kami mendengar teriakan tuan jadi kami langsung bergegas masuk untuk membantu tuan dan sudah berkesimpulan jika tuan sedang bertarung melawan musuh." ucap Ran.
"Sudahlah semuanya sudah aman sekarang sembuhkan dulu kondisimu, untuk adikmu biar aku yang membawanya masuk setelah membersihkan diri." perintah Roju pada Ran.
"Baik tuan maaf adik saya dan saya telah merepotkan tuan." ucap Ran.
Ran berjalan masuk kedalam markas dia tidak tekejut jika markas tuannya berantakan setelah melihat tubuh tuannya penuh dengan darah. Ran berjalan menuju kamarnya lantas memakan pil penyembuhan dan merebahkan tubuhnya, tak lama setelah merebahkan tubuhnya Ran mulai terlelap.
Sedangkan Roju yang telah selesai membersihkan dirinya menggendong Lan dan merebahkan Lan didalam kamar Lan lalu memasukan satu buah pil penyembuhan ke dalam mulut Lan.
Setelah selesai mengurus Lan, Roju kembali ke kamarnya merebahkan tubuhnya hingga ketiga makhluk hidup berjenis manusia itu terlelap seharian.
__ADS_1
Keesokan harinya hari ke 4 setelah dua bersaudara melaksanakan tugad dari Roju. Kedua saudara terlihat sedang merapihkan barang - barang yang berantakan akibat dari ledakan energi kemarin.
Melihat Roju keluar dari kamarnya Lan langsung menyapa dan bertanya.
"Selamat Pagi tuan, Siapakah yang kemarin bertarung dengan tuan hingga kami berdua terpental pingsan hanya dengan ledakan energinya, apakah dari Gedung Bulan Neraka." tanya Lan.
Ran yang terkejut dengan perkataan adiknya itu melihat Roju menunggu penjelasan dari Roju.
"ya Selamat Pagi, kalian berdua tidak perlu khawatir kemarin itu aku sedang menerobos bukan ada serangan dari orang Gedung Bulan Neraka, sudah ku katakan bahwa tempat ini cukup sulit ditemukan." ucap Roju santai lantas duduk.
"Sukurlah jika itu yang terjadi dan selamat tuan atas terobosannya." ucap Ran dan Lan.
"Ran kamu pergilah memasak sarapan, namun sebelum memasak buatkan aku secangkir kopi dulu dan Lan kamu lanjutkan bersih - bersihnya, tentang hasil kerja kalian dari tugas yang aku berikan 4 hari yang lalu kita bahas setelah sarapan." Perintah Roju pada 2 anak buahnya.
"Baik tuan" jawab Ran dan Lan kompak tampak bersemangat.
Waktu berlalu 3 jam mereka bertiga sudah menyelesaikan sarapan.
"Ran dan Lan silahkan berikan laporan dan hasil dari tugas yang aku berikan pada kalian." ucap Roju.
"Kami berhasil mengumpulkan 25 tangkai Bunga Kumis Kucing Bulan dan beberapa herbal lain tuan." ucap Ran.
"Selain itu kami juga menemuka sebuah kebun herbal tuan, namun kebun itu sepertinya di jaga oleh siluman kera tingkat raja dan terdapat jebakan disekitar kebun herbal itu." ucap Lan.
"apakah ada informasi yang lebih rinci mengenai kebun herbal itu?" tanya Roju.
"kami sudah berusaha 1 hari penuh untuk mencari informasi di tempat itu tuan namun hanya kera siluman tingkat raja dan jebakan itu saja yang kami temukan." ucap Ran
BERSAMBUNG......
__ADS_1