
Pertarungan terus berlanjut ketua bandit mengeluarkan serangan demi serangan golok namun Roju terus menghindar dan memberikan serangan balasan ringan pada titik buta ketua bandit itu namun sayangnya serang Roju selalu terbaca dan ditangkis dengan mudah oleh ketua bandit itu.
Setelah cukup bosan ketua bandit itu mulai menggunakan serangan - serangan yang mematikan. Sebuah siluet tebasan golok berwarna hitam dengan cepat mengarah kejantung Roju.
Roju merebahkan tubuhnya (Kayang) untuk mengindari serangan itu.
(Boom) serangan itu memotong 2 buah pohon yang cukup besar lalu siluet itu menghilang.
Tak memberikan waktu beristirahat kepada Roju. Ketua bandit itu kembali melesatkan 7 buah tebasan. Masing - masing tebasan mengarah ke leher, jantung, ulu hati, kedua lengan dan kedua kaki Roju.
Roju yang tak mau kalah dengan mudah, bahkan Roju tak ingin kalah menggunakan pendangnya membuat sebuah tebasan yang membentuk siluet untuk menghadang siluet golok ketua bandit.
(Bommm) ledakan tercipta dari benturan silet pedang dan golok.
Roju terpental 10 meter namun masih bisa berdiri menjaga keseimbangannya.
"Hahahahahahahaha patuhlah aku akan memberikan kematian tanpa rasa sakit padamu" seringai ketua bandit lalu mengeluarkan kekuatan yang cukup besar.
"Teknik irama golok hitam" teriak ketua bandit merapalkan mantra.
Siluet tebasan golok tanpa henti dikeluarkan oleh ketua bandit.
Roju mengelak dan terus menghindar, Roju mengunakan kecepatan sedangnya untuk menghindari siluet itu.
Roju mulai mengerti cara kerja teknik itu, pada saat ketua bandit mengeluarkan teknik itu dia akan menebaskan goloknya terus menerus dan mengaharagkan tebasan itu kearah dimana Roju menghindar sehingga seperti siluet tebasan itu terus menerus mengikuti Roju kemanapun dia berpindah.
Roju kemudian menghilang dengan kecepatan tercepatnya muncul dibelakang ketua bandit sambil melayangkan pukulan kearah wajah ketua bandit.
(Boom) Roju terpental 2 langkah sedangkan ketua bandit itu terlempar 5 langkah.
"Hohohohoho tak ku kira ternyata kau cukup cepat juga anak muda, kalau begitu terima ini. Sayatan Angin Golok hitam" ucap ketua bandit lalu mengeluarkan jurusnya.
Roju yang berdiri tak jauh dari ketua bandit segera melompat mundur ketika mendengar ucapak ketua bandit itu.
__ADS_1
(Scrash swosh screeet) beberapa luka sayatan terlihat di tubuh Roju.
Roju terkejut karena mendapatkan luka dari serangan tak terlihat. Roju terus menerus bergerak sambil merasakan arah serangan. Telinga Roju.mendengar hembusana angin segera Roju menangkis angin itu dengan pedangnya.
(Stang) sebuah suara benturan logam namun itu merupakan antara pedang dan angin.
"Sudah kuduga tekniknya cukup menegerikan" batin Roju.
"Teknik pedang Bayangan tahap awal" teriak Roju merapalkan mantra sambil menebaskan pedang kearah ketua bandit membuat sebuah siluet pedang tebal berwarna abu abu yang terbentuk karena energi batin bergerak mematahkan teknik Angin golok hitam milik ketua bandit.
(Bom Bom Bom Bom ) beberapa ledakan kecil tercipta ketika siluet tebasan Roju bergerak dengan cepat kearah ketua bandit.
Ketua bandit yang memilih untuk menangkis siluet tebasan pedang Roju dengan serangan tebasan goloknya.
"Tebasan Golok Angin" teriak ketua bandit.
Kedua siluet itu tampak bertabrakan dan meledak. Namun siluet tebasan milik ketua bandit terus berjalan menuju ke arah Roju.
Sayangnya Roju setelah memberikan serangan tadi dia langsung menggunakan kecepatan tercepatnya menuju ke belakang ketua bandit lalu menebaskan pedangnya.
(Duarr) sebuah ledakan terjadi ketika kedua senjata yang diselimuti energi batin saling bertabrakan.
Ketua bandit terlempar 10 meter karena dia dalam keadaan cukup terkejut melihat kecepatan serangan Roju.
Roju yang tidak ingin memberikan waktu untuk ketua bandit mencerna situasi kembali menyerangkan tebasan pedang, sehingga bunyi dua buah logam saling beradu terus menerus terdengar.
(Tang stang stung swosh swosh clang stang) gerakan kedua orang itu sangat cepat hanya terlihat percikan apinya saja. Namun dalam mata kasar terlihat bahwa ketua bandit terus menerus dipukul mundur oleh Roju.
Strategi Roju yang dia gunakan untuk menguras energi ketua bandit tampaknya berhasil. Sedangkan ketua bandit yang menyadari sedari awal Roju hanya membuatnya mengeluarkan banyak energi batin dan stamina mulai menyesali tindakan cerobohnya.
"Sialan kau b4j1n9an kecil beraninya kau memepermainkanku dengan strategi licikmu!" teriak ketua bandit dengan marah.
"Jangan salahkan aku orang tua bodoh, harusnya jika kau lebih pintar mungkin aku akan terdesak cukup lama" makian Roju untuk ketua bandit.
__ADS_1
"Aaaaaaaaaahhhhhhhhhh waaaaaaaaa!!!!" teriak ketua bandit.
(Swosshhh) tiba - tiba aura dari ketua bandit menjadi lebih kuat.
Merasakan ada yang tidak beres Roju kini menghentikan serangannya dan menjaga jarak.
(Swossssh) aura dari ketua bandit kini setara dengan ranah biru tahap 3 atau setara dengan Suti. Namun perbedaannya adalah ketua bandit itu kehilangan kesadaran dan warna kulit dan matanya memerah sedangkan setiap bernafas mulut dan hidung ketua bandit mengeluarkan asap.
"Hraaaaaaaaaaa " Teriakan gila keluar dari mulut ketua bandit.
"Brengsek dia memakan Pil Penghilang kewarasan tingkat 3 kualitas Sedang. Untung saja sebelumnya aku pernah bertarung dengan Master Sekte sialan namun sepertinya saat ini musuhku sedikit bar - bar." gerutu Roju meratapi nasibnya kini.
(SwOshhh Duar Duar Duar) ketua bandit melesat memukul kearah Roju saat ini ketika dia kehilangan kewarasannya ketua bandit tidak bisa menggunakan kontrol atas goloknya, sehingga ketua bandit menggunakan tangannya sebagai senjata.
Roju yang sudah siaga sejak awal bisa menghindari serangan demu serangan dari ketua bandit namun kini kondisinya cukup terdesak.
"Br3ngs3k dasar orang tua bau kecepatannya meningkat melebihi kecepatan tercepatku walaupun hanya sedikit lebih cepat namun pukulan demi pukulannya mengandung energi batin yang besar. Bagaimana ini? Haduh" batin Roju kembali menggerutui nasibnya yang buruk.
Lusinan serangan dan pukulan berhasil dihindari Roju namun serangan yang datang dari ketua bandit seperti hujan yang terus menerus menggempur ke arah Roju. Hingga sebuah pukulan mengarah keperut Roju namun berhasil ditangkis oleh Roju.
Walaupun Serangan ketua bandit berhasil Roju tangkis namun Roju terpental 30 meter kebelakang. Bahkan ketika Roju sudah terlempar ketua bandit masih terus mengejarnya dan menyerangnya.
"Sialan pukulannya sangat kuat staminaku sudah berkurang cukup banyak, berapa lama lagi pil itu sampai habis khasiatnya dan menyebabkan efek samping dari pemakainya rasanya aku sudah bertarung cukup lama namun efek dari pil yang orang tua bau itu makan tidak kunjung habis" Gerutu Roju.
Selesai menggerutu sebuah serangan datang mengarah ke dada Roju. Roju yang tak sempat menghindar mau tidak mau menyilangkan kedua tangannya untuk menangis pukulan itu.
(Duarrrr) setelah ledakan Roju terlempar sejauh 40 meter.
"uhuk hoek cuh" Roju mengeluarkan seteguk darah dan tangannya mati rasa.
"Jika seperti ini terus berlanjut baiknya aku mencari tempat untuk bersembunyi dulu." batin Roju lalu berusaha menjauh.
Namun tidak ada kesempatan bagi Roju, ketua bandit terus menerus menghujani serangan bertubi - tubi pada Roju.
__ADS_1
"Sialan kenapa dia seperti tidak bernafas saja staminanya sungguh berada diluar akal sehat." gerutu Roju.