Sang Serigala Malam

Sang Serigala Malam
BAB. 14 KEADAAN YANG TAK TERDUGA.


__ADS_3

Roju yang memulai penyerapan Energi batin yang terkandung dalam pil dan mustika binatang siluman mulai merasakan pertempuran dua energi yang berbeda yang satu cuku setabil sedangkan yang satunya lagi liar dan tak terkendali.


Tubuh Roju mulai mengeluarkan darah dari mulut, telinga, hidung, dan pori - porinya namun itu hanya sebentar, tak lama tubuh Roju mengalami penggemukan lalu menyusut kembali. Keaadaan setabil itu berjalan cukup lama.


Dalam kondisi ini Roju telah berhasil menekan Energi Batin Liar pada Batu Mustika Binatang Siluman namun Roju masih belum bisa menyerap energi batin dari batu mustika.


Kondisi stabil Roji terjadi karena bantuan pil kultivasi yang membantunya menekan Energi Batin liar yang berada pada batu mustika.


Setelah Energi Batin mulai habis terserap barulah tubuh Roju mulai kembali tidak setabil, mulai dari rasa panas terbakar hingga meleleh lalu mebeku seperti es, tersayat - sayat angin lalu mencair seperti air, dan yang paling parah Roju merasa mati rasa setelah tubuhnya mengalami rasa tersambar petir berkali - kali. Setelah 2 hari mengalami hal yang menyakitkan, dari dalam tubuh mengeluarkan ledakan energi batin swoshhhh bom hingga barang - barang di kamar Roju berantakan. Setelah terjadi ledakan energi batin kepulan Asap keluar dari mulut Roju. Tak berselang lama akhirnya Roju jatuh pingsan.


Sementara di hari pertama dua saudara menjalankan perintah dari Roju mereka mendapatkan keberuntungan yaitu menemukan banyak sekali tanaman herbal.


"Kakak Ran apakah ini kebun herbal?" ucap Lan sambil menunjuk ke arah tanaman - tanaman herbal yang terlihat sangat melimpah.


"Sepertinya kali ini kamu benar, namun siapa yang memiliki kebun Herbal di hutan yang berbahaya seperti ini?" jawab Ran.


"Kakak ada benarnya, lalu apakah kita akan mengambil herbal dari kebun ini untuk menyelesaikan tugas dari tuan?" tanya Lan.


Ran tampak bimbang sebelum menjawab pertanyaan adiknya itu.


"Hmmm seperti ini saja Lan, kita coba berkeliling sekitar kebun ini dahulu barangkali kita menemukan petunjuk, namun jika kita tidak menemukan apapun sebaiknya kita berusaha mencari di tempat lain saja, untuk masalah kebun ini nanti kita laporkan pada tuan tapi setidaknya kita berusaha dulu mencari petunjuk." ucap Ran menjelaskan rencananya pada Lan.


"aku ikut ide kakak saja, ayo kita cari petunjuk." Lan menarik tangan Ran.


Mereka berdua berjalan dengab waspada takutnya ada jebakan atau sebuah serangan praktisi beladiri. Setelah berusaha mencari petunjuk selama satu hari mereka berdua masih tak kunjung menemukan apapun.


"Kakak sepertinya tidak ada petunjuk yang kita temukan, tapi sepertinya tempat ini tidak memiliki jebakan atau adanya seorang penjaga." ucap Lan.


"Tetap waspada Lan jangan lengah aku merasa ada yang salah dengan keadaan di kebun herbal ini." ucap Ran memperingati adiknya.

__ADS_1


Namun benar saja apa yang dikatakan Ran, tiba - tiba seekor binatang siluman kera tingkat raja muncul di arah depan mereka sejauh 100 meter. Melihat hal itu Ran dan Lan secara otomatis berlari menjauh.


Namun tanda di duga dan di kira mereka malah melewati jalan yang penuh jebakan. Melihat 2 orang manusia itu melewati jalan yang penuh jebakan binatang siluman kera itu kembali ke sebuah pohon yang tepat di bawah pohon itu ada sebuah gubuk.


Ran melihat ke arah kera siluman yang kembali ke tempatnya muncul akhirnya bisa menghela nafas lega.


"Lan ayo kita cari tempat untuk memulihkan kondisi kita" ucap Ran sambil memapah adiknya yang ceroboh itu.


"Iyah" jawab Lan dengan lemah karena dia yang terluka cukup parah karena dia yang paling banyak terkena jebakan.


Setelah berjalan cukup lama mereka berdua akhirnya menemukan sebuah goa yang tidak memiliki tanda - tanda kehidupan.


"Lan kamu disini dulu biar aku memeriksa isi goa terlebih dahulu untuk memastikan aman atau tidak.


"Baik kak hati - hati" balas Lan dengan lemah.


Ran masuk kedalam goa dan melihat bahwa di dalam goa sama sekali tida ada sarang binatang siluman ataupun tanda - tanda kehidupan manusia pada akhirnya dia membawa Lan masuk kedalam Goa itu.


Melihat adiknya yang tertidur pulas Ran mulai mengantuk namun dia berusaha tetap terjaga. Setelah waktu berlalu sekitar 4 jam Lan bangub dari tidurnya.


"kakak terimakasih telah menjagaku, sekarang gantian kakak beristirahatlah biar aku yang berjaga sekarang tubuhku sudah hampir pulih." ucap Lan melihat Ran yang sudah sangat kelelahan.


"baiklah berjagalah dengan baik." ucap Ran.


"Tenang kakak percayakan padaku." Ucap Lan.


Ran terlihat sedang terlelap dan Lan terlihat mulai bosan dia mulaii mondar mandir.


"Hmmmm kenapa Rasanya bosan sekali apa yang harus aku lakukan yah, hmmmm" Lan membatin.

__ADS_1


"Apa aku mempelajari buku teknik beladiri yang diberikan tuan yah, Sepertinya tidak masalah mungkin malah akan ada sedikit kemajuan." Lan membatin lalu mengambil buku teknik beladiri dari dalam tas pinggangnya.


Waktu berlalu dan kini sudah hari ketiga kedua saudara melakukan tugas dari Roju.


"Kakak berapa tangkai yang kakak dapatkan?, ditasku ada 10 tangkai." Lan bertanya pada kakaknya.


"Ditasku ada 15 tangkai, sudah lebih dari 20 tangkai yang kita dapatkan ayo kita kembali menemui tuan." balas Ran.


"Kakak apakah masalah kebun herbal yang hampir membuat aku mat1 akan kakak ungkapkan pada tuan?" tanya Lan pada Ran sambil berjalan beriringan.


"Tentu saja, menurutmu apa yang akan tuan lakukan apakah tuan akan mencoba menelusurinya atau malah menghindarinya?." tanya Ran pada adiknya.


"Jika menurutku tuan pasti akan mencari informasi tempat itu" jawab Lan.


"Apakah menurutmu tuan mau mendatangi bahaya ketempat itu." tanya Ran


"Ya sudah pasti apakah kakak masih belum mengerti kalau tuan sangat suka bermain dengan bahaya." jawab Lan.


"Dari mana kamu tau tuan suka bermain dengan bahaya? " Tanya Ran.


"Apakah kakak tidak merasaka di kamar tuan memiliki jejak aura binatang siluman tingkat 3?" ucap Lan.


"Aku pikir hanya aku saja yang merasakan aura itu." ucap Ran.


"Berarti sudah jalas bukan pada saat tuan datang dia membawa banyak binatang siluman tingkat 1 dan 3 binatang siluman tingkat 2, lalu suara tuan saat masih di dalam kamar seperti suara orang yang sedang terluka." ujar Lan.


"Tumben sekali ucapanmu hari ini agak masuk akal dan sepertinya pemikiranmu sudah sedikit lebih dewasa." ucap Ran tersenyum melihat adiknya yang ceroboh ternyata memiliki analisi yang terdengar masuk akal.


Tak terasa mereka berdua telah dekat dengan pintu masuk markas rahasia, namun dalam pintu masuk tiba - tiba terjadi ledakan energi batin yang membuat kedua saudara itu ketakutan.

__ADS_1


Sementara di dalam kamarnya Roju setelah pingsan setengah hari akhirnya bangun dan


BERSAMBUNG....


__ADS_2